√ Nasionalisme : Pengertian, Faktor, Ciri – Ciri, Tujuan, Contoh dan Bentuk Terlengkap

Diposting pada
√ Nasionalisme : Pengertian, Faktor, Ciri – Ciri, Tujuan, Contoh dan Bentuk Terlengkap
5 (100%) 12 votes

√ Nasionalisme : Pengertian, Faktor, Ciri – Ciri, Tujuan, Contoh dan Bentuk Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Nasionalisme.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai Nasionalisme? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Nasionalisme : Pengertian, Faktor, Ciri - Ciri, Tujuan, Contoh dan Bentuk Terlengkap
√ Nasionalisme : Pengertian, Faktor, Ciri – Ciri, Tujuan, Contoh dan Bentuk Terlengkap

 

Pengertian Nasionalisme

 

Nasionalisme merupakan alah satu paham kebangsaan dari masyarakat suatu negara yang memiliki sebuah kesadaran dan semangat cinta tanah air dan bangsa yang dapat ditunjukkan melalui sikap dan tingkah laku dari setiap individu atau masyarakat.

Secara bahasa, nasionalisme ini ialah kata serapan yang diambil dari bahasa Inggris yaitu Nation. Kata nation bila diartikan ke bahasa Indonesia artinya Bangsa.

Nasionalisme ini berasal dari kata nation (Inggris) dan natie (Belanda) yang mempunyai arti bangsa.

Bangsa ialah sekelompok masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu dan juga memiliki hasrat serta kemampuan untuk dapat bersatu, karena adanya persamaan nasib, cita-cita, dan tujuan.

Didalam kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa nasionalisme ini memiliki asal kata dari “nasional” dan juga “isme” yang memiliki arti yakni salah satu paham kebangsaan.

Yang mempunyai sebuah kandungan makna tentang suatu kesadaran serta semangat untuk cinta tanah air, dan juga mempunyai rasa kebanggaan sebagai bangsa dan juga dapat memelihara kehormatan bangsa.

 

 

Faktor – Faktor Kemunculan Nasionalisme

 

1. Faktor dari Dalam (Internal)

 

  • Kenangan Kejayaan Masa Lampau : Di masa lampau, bangsa Asia Afrika ini mengalami suatu kejayaan sebelum masuknya sebuah paham imperialisme dan kolonialisme. Di Indonesia sendiri juga pernah mengalami sebuah kejayaan pada masa kerajaan majapahit dan sriwijaya, yang dimana pada saat masa kerajaan majapahit yang kokoh di berbagai wilayah nusantara sedangkan sriwijaya tangguh dalam kemaritinannya.
  • Munculnya Golongan Cendekiawan : Perkembangan negara Indonesia dari berbagai golongan-golongan cendekiawan atau para pelajar yang akan menjadi para penggerak dan pemimpin munculnya organisasi pergerakan nasional indonesia dalam melawan penjajah.
  • Perasaan yang Sama dan Sepenanggungan dari Para Penderitaan dan Kesengsaraan Masa Penjajahan : Penderitaan dan kesengsaraan dari beberapa bentuk-bentuk penjajahan bangsa barat yang akan membuat banyak masyarakat yang memiliki tekat dengan menentang imperialisme barat.
  • Berkembangnya Paham Nasionalis dalam Bidang Sosial Ekonomi, Politik dan Kebudayaan : Dalam bidang politik yang sudah menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi dalam penderitaan dan kesengsaraan. Dalam bidang sosial ekonomi yang akan menyuarakan agar masyarakat hidup dengan sejahtera yang terlihat dari sebuah peran yang menghapuskan eksploitasi asing terhadap SDA di Indonesia. Bidang kebudayaan yang akan melakukan sebuah aksi dengan melindungi, memperbaiki, dan mengembalikan budaya Indonesia dari budaya asing.

 

2. Faktor dari Luar (Eksternal)

 

  • Munculnya Paham-Paham Baru : Munculnya berbagai paham-paham baru yakni seperti pada nasionalisme, komunisme, imperialisme yang salah satunya yang pernah digunakan beberapa organisasi – organisasi dalam pergerakan nasional di Indonesia.
  • Kemenangan Jepang atas Rusia : Kemenangan dalam peperangan Jepang melawan Rusia yang membuat semangat para bangsa-bangsa Asia Afrika terpacu dalam melawan bangsa asing di negerinya sendiri atau penjajah.
  • Perkembangan Nasionalisme di Berbagai Negara : Banyaknya suatu pergerakan-pergerakan nasionalisme yang akan membuat suatu paham nasionalisme yang akan semakin berkembang dan menyebar di berbagai bangsa-bangsa Asia Afrika.

 

 

Ciri – Ciri Nasionalisme

 

  • Sudah ada rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Sudah ada berbagai organisasi modern dan bersifat nasional.
  • Sifat perjuangan yang bersifat nasional.
  • Tujuannya untuk dapat mencapai kemerdekaan yang nantinya akan mendirikan suatu negara merdeka yang kekuasaannya ditangani rakyat.
  • Mengandalkan sebuah kekuatan otak (pikiran), dimana pendidikan juga sangat berperan untuk bisa mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Dalam Pancasila tepatnya Sila ke – 3 telah disebutkan juga ciri-ciri Nasionalisme yakni sebagai berikut :

 

  • Mencintai bangsa dan tanah air Indonesia.
  • Bangga dalam berbangsa dan bertanah air Indonesia.
  • Rela berkorban demi bangsa dan negara Indonesia.
  • Menempatkan sebuah kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.

 

 

Tujuan Nasionalisme

 

  • Menumbuhkan rasa cinta pada tanah air.
  • Menciptakan suatu hubungan yang harmonis.
  • Mempererat sebuah tali persaudaraan.
  • Menghilangkan extremisme atau tuntutan yang berlebihan dari para warga negara.
  • Menjamin sebuah kemauan dan kekuatan mempertahankan masyarakat nasional untuk melawan musuh dari luar.
  • Menumbuhkan sebuah semangat rela berkorban.

 

 

Bentuk Nasionalisme

 

1. Nasionalisme Kewarganegaraan atau Nasionalisme Sipil
Merupakan salah satu bentuk nasionalisme dimana suatu negara dapat memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, kehendak rakyat atau juga perwakilan politik.

 

2. Nasionalisme Etnis
Ialah salah satu jenis semangat kebangsaan dimana suatu negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.

 

3. Nasionalisme Romantik,Organik atau Identitas
Dimana suatu negara akan memperoleh kebenaran politik secara semula jadi (organik) hasil dari bangsa atau ras yang menurut semangat romantisme.

 

4. Nasionalisme Budaya
Bentuk nasionalisme dimana suatu negara akan memperoleh sebuah kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya “sifat keturunan” seperti warna kulit, ras dan lain sebagainya.

 

5. Nasionalisme Kenegaraan
Variasi nasionalisme kewarganegaraan ini akan selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi keutamaan untuk dapat mengatasi hak universal dan kebebasan.

 

6. Nasionalisme Agama
Bentuk nasionalisme dimana suatu negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.

 

 

Contoh Sikap Nasionalisme

 

  • Menjaga ketertiban masyarakat dengan mematuhi suatu aturan yang berlaku.
  • Mematuhi dan mentaati hukum suatu negara.
  • Bersedia mempertahankan dan memajukan suatu negara.
  • Melestarikan budaya yang ada di Indonesia.
  • Menggunakan berbagai produk dalam negeri.
  • Menjungjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebuah bangsa.
  • Ikut serta dalam upaya pembelaan suatu negara.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Nasionalisme : Pengertian, Faktor, Ciri – Ciri, Tujuan, Contoh dan Bentuk Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Cyber Crime : Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh dan Penanggulangan Terlengkap

Baca Juga :  √ Reformasi : Pengertian, Tujuan, Faktor Pendorong dan Latar Belakang Terlengkap

Baca Juga :  √ Patriotisme : Pengertian, Manfaat, Ciri - Ciri, Masalah, Contoh dan Macam Terlengkap

Baca Juga :  √ Seni Teater : Pengertian, Ciri, Unsur, Fungsi , Jenis & Contohnya Lengkap