√ Anti Sosial : Pengertian, Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi dan Bentuk Terlengkap

Diposting pada
√ Anti Sosial : Pengertian, Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi dan Bentuk Terlengkap
5 (100%) 12 votes

√ Anti Sosial : Pengertian, Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi dan Bentuk Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Anti Sosial.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Anti Sosial? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Anti Sosial : Pengertian, Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi dan Bentuk Terlengkap
√ Anti Sosial : Pengertian, Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi dan Bentuk Terlengkap

 

Pengertian Anti Sosial

 

Sikap antisosial (Antisocial personality) merupakan salah satu sikap atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau hukum yang berlaku dalam masyarakat umumnya.

Sikap dari antisosial ini biasanya dapat ditunjukkan dengan kurang bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia lakukan. Orang-orang yang juga memiliki kepribadian antisosial umumnya dapat sering melanggar norma-norma ataupun suatu peraturan yang ada.

 

 

Ciri – Ciri Anti Sosial

 

  • Memiliki ego yang tinggi
  • Jarang berbicara
  • Tidak meminta bantuan orang lain
  • Tidak memiliki sikap dominan
  • Lebih suka menyendiri
  • Terdapat ketidaksesuaian antara sikap dengan beberapa norma yang ada dalam masyarakat
  • Adanya seseorang atau sekelompok orang yang berusaha dalam melakukan perlawanan terhadap orang yang berlaku di masyarakat.
  • Keadaan psikologi seseorang yang dapat berlawanan dengan apa yang sudah terjadi.
  • Ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan norma yang di masyarakat.

 

 

Faktor Penyebab Anti Sosial

 

  • Terdapat norma dan nilai social yang tidak sesuai dengan masyarakat sehingga terjadilah kesenjangan budaya dan pola pikir masyarakat.
  • Adanya ideology yang dipaksakan untuk masuk ke dalam lingkungan masyarakat tersebut yang dapat menyebabkan guncangan budaya bagi masyarakat yang masih belum siap untuk menerima ideology yang baru tersebut.
  • Masyarakat kurang siap untuk menerima perubahan dalam tatanan masyarakat.
  • Ketidakmampuan seseorang dalam hal untuk memahami atau menerima perbedaan sosial yang masuk ke dalam suatu lingkungan masyarakat sehingga terjadilah sebuah kecemberuan sosial.
  • Pemimpin kurang sigap dan tanggap untuk menangani permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

 

 

Cara Mengatasi Sikap Anti Sosial

 

1. Upaya Mencegah Sikap Anti Sosial

  • Intervensi yang menargetkan prenatal (sebelum lahir) dan awal masa kanak-kanak, diutamakan pada gizi sang ibu dan kesehatan ibu, mengurangi merokok dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah keluarga.
  • Intervensi yang menargetkan lingkungan keluarga, usahakan untuk fasilitasi pengembangan sikap disiplin tanpa paksaan, strategi untuk meningkatkan pembangunan sosial dan pendidikan, meningkatkan keterlibatan orang tua di sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler.
  • Intervensi yang menargetkan lingkungan sekolah, fokus untuk mendukung keberhasilan akademis, memodifikasi lingkungan sekolah untuk menghambat perilaku menyimpang, meningkatkan kemampuan organisasi dan akademik, serta mengajarkan hubungan sebaya yang positif.

 

2. Upaya Pengobatan Terhadap Pelaku Sikap Antisosial

Upaya pengobatan terhadap pelaku sikap anti sosial umumnya dilakukan pelatihan pada perilaku kognitifnya, yang akan melibatkan upaya untuk memodifikasi penalaran moral, serta meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengambil perspektif lain.

Selain itu juga dengan meningkatkan toleransi terhadap orang lain serta meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan bantuan orang lain.

 

 

Bentuk – Bentuk Sikap Anti Sosial

 

1. Sikap Anti Sosial Berdasarkan Penyebabnya

 

  • Penyimpangan Individual

Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang disebabkan oleh diri sendiri. Penyimpangan tersebut terjadi karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi penderita.

Faktor-faktor tersebut contohnya adalah pembawaan, penyakit, kecelakaan yang pernah dialami, atau karena pengaruh sosiokultural yang bersifat unik terhadap pribadi penderita.

Bentuk-bentuk sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan individual ialah seperti berikut :

  1. Pembandel ialah orang yang tidak mau tunduk terhadap sebuah nasihat yang diberikan oleh orang lain kepadanya agar dapat merubah dari suatu kepribadiannya.
  2. Pembangkang yaitu orang yang tidak mau tunduk terhadap peringatan yang telah diberikan oleh orang-orang yang bertanggung jawab di lingkungan tersebut.
  3. Pelanggar yakni orang yang melakukan pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
  4. Penjahat merupakan orang yang mengabaikan norma atau hukum yang ada di masyarakat sehingga menyebabkan kerugian baik berupa harta benda maupun jiwa atau nyawa di lingkungan masyarakat.

 

  • Penyimpangan Situasional

Penyimpangan situasional ialah penyimpangan karena adanya pengaruh kekuatan-kekuatan situasi baik di luar maupun di dalam diri individu tersebut.

Bentuk sikap antisosial yang muncul akibat penyimpangann situasional ini yaitu sebagai berikut ini :

  1. Tingkah laku kasar yang dimiliki para remaja.
  2. Tekanan batin yang dialami oleh perempuan yang mengalami masa menopause.
  3. Penyimpangan seksual yang terjadi karena seseorang menunda perkawinan.
  4. Homoseksualitas yang terjadi pada narapidana di dalam lembaga permasyarakatan.

 

  • Penyimpangan Biologis

Penyimpangan biologis ialah penyimpangan yang terjadi kareana adanya faktor pembatas yang tidak memungkinkan terjadinya dalam memberikan persepsi atau menimbulkan respons tertentu.

Ada beberapa macam bentuk diferensiasi yang dapat menyebabkan penyimpangan biologis yaitu seperti berikut ini :

  1. Ciri-ciri karena sebuah gangguan fisik ini misalnya, seperti kehilangan beberapa banggota atau bagian tubuh dan adanya gangguan sensorik.
  2. Ciri-ciri biologis yang aneh misalnya, memiliki cacat yang disebabkan karena luka atau cacat yang karena bawaan lahir (genetis).
  3. Ciri-ciri ras juga misalnya saja seperti tinggi badan, warna kulit, ataupun karena bentuk badan.
  4. Disfungsi tubuh yang tidak terkontrol lagi oleh tubuh misalnya, epilepsi atau tremor.

 

Karena diferensiasi tersebut maka, dapat menyebabkan bentuk sikap antisosial yaitu seperti berikut ini :

  1. Egoisme yakni seseorang yang memiliki sikap antisosial akan merasa dirinya yang paling benar atau unggul dibandingkan orang lain.
  2. Rasisme yaitu seseorang yang memiliki sikap antisosial akan percaya kepada paham rasis (rasisme) dimana mereka akan mendiskriminasi orang-orang yang memiliki ciri-ciri atau bentuk atau warna yang aneh atau tidak sesuai dengan dirinya, misalnya mendiskriminasi orang yang berwarna kulit gelap.
  3. Rasialisme ialah seseorang yang memiliki sikap antisosial biasanya menerapkan sikap diskriminasi terhadap kelompok ras lain.
  4. Stereotip merupakan seseorang yang memiliki sikap antisosial biasanya melakukan stereotip ini. Stereotip yaitu citra kaku mengenai suatu rasa atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Misalnya saja orang jawa yang terkenal dengan lemah lembutnya, padahal stereotip itu tidak selalu benar.

 

  • Penyimpangan Bersifat Sosiokultural

Penyimpangan bersifat sosiokultural memiliki beberapa bentuk yaitu sebagai berikut ini :

  1. Primodialisme yaitu paham atau pandangan yang menunjukkan sikap berpegang teguh kepada hal-hal yang sejak awal melekat pada diri individu tersebut misalnya, suku bangsa, ras, agama ataupun asal-usul kedaerahan oleh seseorang dalam kelompoknya, yang kemudian meluas dan berkembang.
  2. Etnosentrisme yakni sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
  3. Sekularisme ialah salah satu sikap yang dapat mengedepankan hal-hal yang bersifat non-agamis, misalnya teknologi, pengetahuan jadi hal yang bersifat agamis akan dapat dikesampingkan.
  4. Hedonisme adalah suatu sikap yang ada pada manusia yang mendasarkan diri pada pola kehidupan yang serba mewah, glamour, dan hanya memikirkan dan menempatkan kesenangan materil saja.
  5. Fanatisme merupakan sikap yang menyukai sesuatu hal secara berlebihan. Fanatisme yang sangat berlebih akan membahayakan karena dapat menyebabkan konflik atau perpecahan.
  6. Diskriminasi yaitu sikap yang suka membedakan secara sengaja terhadap golongan-golongan yang berkaitan hanya untuk kepentingan tertentu.

 

2. Sikap Anti Sosial Berdasarkan Sifatnya

 

  • Tindakan Anti Sosial yang Dilakukan Secara Sengaja

Tindakan antisosial ini ialah salah satu tindakan yang dapat dilakukan secara sadar oleh orang tersebut, namun orang tersebut tidak akan memperdulikan orang lain terhadap tindakannya tersebut. Misalnya saja mencoret-coret tembok.

 

  • Tindakan Anti Sosial yang Dilakukan Karena Tidak Peduli

Tindakan antisosial ini ialah suatu tindakan yang dilakukan karena orang tersebut tidak pernah peduli mengenai keberadaan masyarakat disekitarnya. Misalnya saja seperti membuang sampah sembarangan di sungai atau sembarangan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Anti Sosial : Pengertian, Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi dan Bentuk Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Kelenjar Saliva (Air Ludah) : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Struktur Terlengkap

Baca Juga :  √ Perjanjian Roem Royen : Latar Belakang, Tujuan, Isi, Hasil & Dampaknya Lengkap

Baca Juga :  √ Nilai Sosial : Pengertian, Jenis, Ciri, Faktor dan Fungsi Terlengkap

Baca Juga :  √ Asam Basa dan Garam : Pengertian, Ciri - Ciri, Contoh dan Sifat Terlengkap