√ Feminisme : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Sejarah Terlengkap

Diposting pada
√ Feminisme : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Sejarah Terlengkap
5 (100%) 10 votes

√ Feminisme : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Sejarah Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Feminisme.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Feminisme? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Feminisme : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Sejarah Terlengkap
√ Feminisme : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Sejarah Terlengkap

 

Pengertian Feminisme

 

Feminisme ini berasal dari bahasa latin yaitu dari kata “femina” yang memiliki arti sifat keperempuanan. Orang yang berpegang pada ideologi feminisme disebut juga dengan feminis.

Feminisme sering juga diartikan sebagai gerakan emansipasi wanita yang menyuarakan tentang perbaikan kedudukan wanita dan menolak perbedaan derajat antara wanita dengan pria.

Feminisme merupakan sebuah gerakan yang menuntut emansipasi atau kesetaraan dan keadilan hak dengan pria.

 

 

Sejarah Feminisme

 

Sejarah mencatat banyak sumber tentang gerakan perempuan dalam memperjuangkan haknya, tetapi yang paling sering menjadi acuan adalah gerakan yang berkembang di abad 15-18 Masehi di Eropa.

Pergerakan paling pertama ditemukan adalah oleh Christine de Pizan yang menulis mengenai ketidakadilan yang diterima perempuan.

Selanjutnya pada abad ke 18, pergerakan yang cukup signifikan mulai tumbuh. Terdapat tokoh utama dalam pergerakan ini yakni Susan dan Elizabeth.

Ketika itu mereka sudah berhasil melakukan perjuangan hak politik, yakni hak untuk memilih bagi perempuan. Selanjutnya memasuki abad ke 19, dengan adanya pelopor dari Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condoracet gerakan ini terus menerus berkembang sampai ke negara-negara penjajahan Eropa. Secara bersama gerakan tersebut dinamakan sebagai “Universal Sisterhood”.

Terdapat tiga perkembangan gerakan feminisme, yakni sebagai berikut :

 

1. Gelombang Pertama

Gelombang pertama atau gelombang suara perempuan ini pertama kali dipelopori oleh seorang aktivis sosialis Charles Fourier pada tahun 1837.

Di gelombang ini pergerakan yang pada mulanya berpusat di Eropa pindah ke Amerika dan terjadi perkembangan pesat sejak adanya publikasi buku dengan judul “The Subjection OF Women (1869) sebuah karya dari John Stuart Mill.

Perjuangan kaum perempuan dalam menuntut revolusi sosial dan politik atas hak perempuan mulai terlihat hasilnya sekitar tahun 1830-1840. Seiring dengan terdapatnya pemberantasan praktek perbudakan, hak-hak kaum perempuan menjadi perhatian.

 

2. Gelombang Kedua

Sesudah perang dunia selesai dengan ditandai dengan lahirnya negara-negara baru setelah mereka terbeas dari penjajahan bangsa eropa, gerakan feminisme mencapai puncaknya.

Mereka sudah mulai mengeluarkan hak suara perempuan dalam hak suara parlemen. Peningkatan dan semangat para wanita dalam memperjuangkan haknya memuncal di awal tahun 1970.

Tokoh yang sering dihubungkan dengan gerakan feminisme kedua ini adalah para feminis Perancis, yaitu Helene Cixous dan Julia Kristeva.

Gerakan feminisme ini mempunyai tujuan utama yakni untuk menuntut kebebasan bagi wanita yang seirng dipandang rendah dan mendapat perlakukan tidak layak.

 

3. Gelombang Ketiga

Pada gelombang ketiga, feminis sangat fokus supaya memperoleh posisi dalam sistem pemerintahan negaranya. Mereka memiliki anggapan bahwa bidang politik merupakan tempat yang harus mempunyai perwakilannya supaya hak-hak wanita dapat terus dijaga.

Sampai sekarang ini, feminisme juga masih ada dan aktif dalam menyuarakan berbagai isu sosial seperti pornografi, hak reproduksi, kekerasan terhadap perempuan atau hak legal perempuan.

Kaum feminis juga ikut serta dalam berperan melakukan perjuangan gerakan sosial yang sama-sama seperti gerakan kaum lesbian dan gay.

 

 

Ciri – Ciri Feminisme

 

  • Menyadari adanya perbedaan atau ketidakadilan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.
  • Menuntut Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.
  • Laki-laki dianggap kaum yang lebih mementingkan dirinya.
  • Gerakannya didominasi oleh Wanita.

 

 

Jenis – Jenis Feminisme

 

1. Feminisme Marxis (Komunis)

Feminisme Marxis muncul karena menganggap bahwa ketertinggalan perempuan disebabkan oleh karena kapitalisme dalam sebuah negara. Kapitalisme sendiri adalah paham yang menyatakan tentang individu dapat memperkaya dirinya sebanyak mungkin.

Kaum Feminisme Marxisme memandang hal ini sebagai ketidakadilan bagi perempuan. Mereka beranggapan bahwa laki-laki mengontrol program produksi, sehingga mereka memiliki kedudukan lebih tinggi dalam masyarakat.

Karena kedudukannya lebih tinggi, oleh sebab itu kaum laki-laki sering menindas perempuan yang “lebih lemah”. Tujuan utama feminis marxis adalah menghapuskan sistem kapitalis.

 

2. Feminisme Sosialis

Feminisme Sosialis muncul karena kritik terhadap feminisme marxis. Kaum Feminisme Sosialis juga menganggap bahwa kapitalisme bukanlah suatu pusat dari permasalahan rendahnya kedudukan sosial wanita, alasannya “Bahkan sebelum kapitalisme muncul, kedudukan wanita sudah dianggap lebih rendah”.

Tujuan utama dari feminisme sosialis yaitu untuk dapat menghapuskan sistem kepemilikan dalam struktur sosial. Contohnya, mereka tidak akan setuju dengan hukum yang melegalisir kepemilikan pria atas harta dalam sebuah perkawinan.

 

3. Feminisme Radikal

Paham ini juga muncul pada pertengahan abad 19 yang menawarkan ideologi “Perjuangan Separatisme Perempuan”. Dalam hal ini mereka menuntut kesamaan kedudukan perempuan dengan laki-laki dalam setiap struktur sosial, Contohnya dalam keluarga.

Feminisme radika lebih berfokus memperjuang hak perempuan dalam aspek biologis (nature). Tetapi dalam perkembangannya feminisme ini juga menjadi ekstrim, mereka juga mulai memusatkan perhatian hanya kepada perempuan.

Laki-laki dianggap tidak memberikan kontribusi positif, mulai muncul anggapan bahwa perempuan harusnya dapat melakukan apapun sesuai kehendak mereka.

 

4. Feminisme Liberal

Sesuai dengan namanya, feminisme jenis ini juga menganut paham liberalisme, yaitu paham tentang mementingkan kebebasan. Mereka menyatakan “semua manusia, laki-laki dan perempuan diciptakan seimbang, serasi dan mestinya tidak terjadi penindasan antara satu dengan lainnya”.

Tokoh utama dari gerakan feminisme liberal adalah Mary Wollstonecraft yang menulis buku dengan judul “Vindication of Right of Woman”.

Dalam bukunya ia menyebutkan bahwa pria dan wanita mempunyai nalar yang sama, oleh karena harus terjadi persamaan terhadap perlakuan dan hak keduanya.

Dalam sejarahnya, gerakan feminisme liberal lebih memfokuskan terhadap perjuangan kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki.

 

5. Feminisme Anarkis

Feminisme anarkis juga merupakan salah satu paham feminisme ekstrim. Mereka juga menganggap bahwa negara dan laki-laki merupakan suatu pusat dari segala permasalah yang dialami kaum perempuan.

Oleh karena itu tujuan feminisme anarkis adalah untuk menghancurkan negara dan kaum lelaki serta untuk mewujudkan mimpi supaya perempuan memegang kekuasaan tertinggi dalam struktur sosial.

 

6. Feminisme PostModern

Feminisme Post modern merupakan feminisme yang mulai terlihat perkembangannya saat ini. Feminisme postmodern ini juga merupakan gerakan feminisme yang anti dengan sesuatu dengan sifat absolut dan anti dengan otoritas.

Tokoh feminisme postmodern juga menghindari adanya suatu kesatuan yang membatasi perbedaan. Artinya, kaum feminis juga boleh menjadi apapun yang mereka inginkan, dan tidak ada rumus “feminis yang baik”.

Namun demikian, kaum feminisme postmodern memiliki tema atau orientasi dalam pergerakakannya. Mereka menyebutkan bahwa seksualitas dikonstruksikan (dibangun) oleh bahasa.

Kehidupan manusia terbentuk karena bahasa, maka lewat bahasa pula kita dapat mengatasi ketidakadilan terhadap perempuan. Bahasa yang dimaksud disini adalah argumen, opini, tulisan, dll.

 

 

Kelebihan Feminisme

 

  • Memiliki semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah.
  • Sangat peka terhadap ketidakadilan.
  • Kelompoknya memiliki kesatuan yang kuat dan sangat setia.

 

 

Kekurangan Feminisme

 

  • Terkesan Egois karena hanya memandang sesuatu dengan menguraikan ketidakadilan yang dimilikinya.
  • Dalam perkembangannya cenderung memandang rendah kaum lelaki.
  • Bertentangan dengan banyak agama.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Feminisme : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Sejarah Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Tata Surya : Pengertian, Anggota & Teori Pembentukannya Lengkap

Baca Juga :  √ Aplikasi : Pengertian, Klasifikasi, Jenis, Fungsi dan Ciri Terlengkap

Baca Juga :  √ Logam : pengertian, Sifat, Unsur, Jenis & Fungsinya Terlengkap

Baca Juga :  √ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi & Tujuannya Lengkap