√ Kabut : Pengertian, Proses Terbentuknya, Jenis dan Manfaat Terlengkap

Diposting pada

√ Kabut : Pengertian, Proses Terbentuknya, Jenis dan Manfaat Terlengkap – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Kabut.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Kabut? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Kabut : Pengertian, Proses Terbentuknya, Jenis dan Manfaat Terlengkap
√ Kabut : Pengertian, Proses Terbentuknya, Jenis dan Manfaat Terlengkap

 

Pengertian Kabut

 

Kabut yakni suatu uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100%.

Tempat yang paling berkabut di dunia adalah Grand Banks di lepas pantai pulau Newfoundland, Kanada. Hal ini dikarenakan tempat ini merupakan pertemuan arus Labrador yang dingin dari utara dengan arus Teluk yang hangat dari selatan.

Daratan yang paling berkabut di dunia yaitu terletak di Point Reyes, California dan Argentia, Newfoundland, yang diselimuti kabut kurang lebih dari 200 hari dalam setahun.

Kabut merupakan suatu kumpulan tetesan air yang berukuran sangat kecil dan melayang-layang di udara. Kabut ini mirip seperti awan, namun awan tidak dapat menyentuh permukaan tanah sementara kabut ini dapat menyentuh permukaan tanah. Kabut juga sering terlihat didaerah yang dingin atau dataran tinggi.

 

 

Manfaat Kabut

 

  • Melembabkan kulit
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman
  • Menjaga kelembaban udara
  • Menyejukkan udara

 

 

Jenis – Jenis Kabut

 

1. Kabut Advection

Kabut advection atau kabut adveksi adalah sebuah jenis kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melewati suatu permukaan yang bersuhu tidak sama.

Salah satu contoh kabut jenis ini yaitu kabut laut yang terjadi saat udara basah dan hangat mengalir di atas permukaan yang dingin. Kabut laut juga sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan juga tepian danau.

Salah satu jenis lain dari kabut ini disebut kabut uap. Kabut ini berasal dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara konstan bertemu dengan udara dingin.

Saat udara mencapai titik jenuhnya, kelebihan uap air dengan cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air.

Kabut uap ini sering terlihat ketika udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup di atas danau yang hangat.

 

2. Kabut Frontal

Kabut frontal yaitu suatu kabut yang terbentuk dari pertemuan antara dua massa udara yang berbeda suhunya. Kabut ini terbentuk saat hujan turun dari massa udara yang hangat ke massa udara yang dingin dimana uap air menguap. Hal tersebut juga dapat menyebabkan uap air oleh udara dingin melewati titik jenuh.

 

3. Kabut Radiasi

Kabut radiasi ialah sebuah kabut yang terbentuk saat malam tenang dan bersih, saat tanah memancarkan kembali panas ke udara.

Satu lapis kabut ini terbentuk di seluruh permukaan tanah dan secara berkala bertambah sangat tebal. Kabut radiasi ini juga biasanya muncul di lembah-lembah yang dalam.

 

4. Kabut Gunung

Kabut gunung yakni salah satu jenis kabut yang terbentuk saat uap air bergerak ke atas melewati lereng gunung. Udara dingin yang bergerak ke atas lereng sehingga tidak akan mampu menahan uap air. Titik-titik kabut tersebut kemudian dapat terbentuk di sepanjang lereng gunung.

Selain kabut diatas, adapula jenis kabut yang lain diantaranya yaitu sebagai berikut :

  • Kabut angin
  • Kabut basah
  • Kabut es
  • Kabut lembah
  • Kabut uap
  • Kabut udara tropis

 

5. Kabut Sawah

Kabut sawah adalah salah satu kabut yang terjadi pada malam ataupun pada pagi hari ketika cuaca sedang terang dan udara dingin melalui sungai, selokan atau sawah.

Oleh karena air yang bersuhu lebih panas akan terjadi penguapan saat suhu udara akan naik dan memuat air bertambah banyak sehingga terjadi penguapan. Akan tetapi, setelah sampai daratan agak tinggi, udara tersebut dapat mendingin dan juga mengalami kondensasi yang membentuk kabut.

 

 

Proses Terbentuknya Kabut

 

Awan yang dapat melayang rendah di puncak bukit juga menyebabkan udara menjadi dingin, berkabut dan lembab. Sebab awan mengandung banyak butiran air yang sangat kecil. Awan terbentuk dalam udara yang naik.

Udara mengandung uap air yang tidak terlihat. Saat udara naik, suhunya bertambah dingin. Udara dingin tak mampu menahan begitu banyak uap, sehingga sebagian uap berubah menjadi butiran kecil atau membeku menjadi kristal es, lalu membentuk awan.

Kabut juga dapat terbentuk dari suatu uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau dan juga lautan. Uap air ini juga bisa berkembang dan akan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara juga dapat menahan uap air hanya dalam jumlah yang tertentu pada suhu tertentu

Partikel kabut ini memiliki diameter yang lebih kecil dari 0,001 mm. Kabut dapat terbentuk apabila udara didinginkan di bawah titik tertentu (titik embun). Syarat selanjutnya adalah udara yang sejuk tadi bercampur dengan udara yang lebih hangat.

Jika aliran udara rendah maka pendinginan terjadi dekat permukaan tanah. Oleh sebab itu kabut seringkali kita lihat di pagi hari karena pada malam hari suhu akan menurun drastis dan ketika menjelang fajar akan menghangat sehingga terbentuklah kabut.

Udara pada suhu 30o C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m 3 , maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20o C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air.

Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Udara yang sudah mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut sebagai udara jenuh.

Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut tersebut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan juga suatu kemampuan udara menahan uap air bertambah.

Kadang ada di antara kita yang menyamakan antara kabut dengan embun. Sebenarnya Kabut berbeda dengan embun. Embun merupakan titik-titik air yang jatuh dari udara terutama pada malam hari dan menjadi titik-titik air.

Embun merupakan endapan tetes air yang terdapat pada benda dekat atau di permukaan tanah yang terbentuk akibat pengembunan uap air dari udara di sekitarnya.

Embun ini biasanya muncul di pagi hari, di sela-sela kaca jendela atau juga di balik daun. Dari penjelasan tersebut tampak bahwa embun dan kabut sangat berbeda.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kabut : Pengertian, Proses Terbentuknya, Jenis dan Manfaat Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Terlengkap Pemanasan Global : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Baca Juga :  √ Lembaga Agama : Pengertian, Ciri, Tujuan, Fungsi, Macam & Contohnya Lengkap
Baca Juga :  √ Present Continuous Tense : Pengertian, Rumus, Fungsi dan Contoh Terlengkap
Baca Juga :  √ Perubahan Kimia : Pengertian, Ciri, Sifat & Contohnya Lengkap