√ Bendung : Pengertian, Manfaat, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Bendung : Pengertian, Manfaat, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Bendung.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Bendung? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Bendung : Pengertian, Manfaat, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap
√ Bendung : Pengertian, Manfaat, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap

 

Pengertian Bendung

 

Bendung merupakan suatu pembatas yang berguna melintasi sungai untuk mengubah suatu daerah aliran sungai. Bendung merupakan bangunan kontruksi yang berukuran lebih kecil dari bendungan yang berguna untuk menggenang air membentuk kolam tetapi mampu melewati bagian atas bendung.

Sehingga bendung ini mampu membuat air tidak menjadi meluap agar melewati bagian atas. Bendung mengizinkan air meluap melewati bagian atasnya sehingga aliran air tetap ada dan dalam debit yang sama bahkan sebelum sungai dibendung.

Tujuan dibangunnya bendung yaitu agar dapat menjalankan aliran air tetap berada dan dalam debit yang sama bahkan sebelum sungai dibendung.

 

 

Komponen Bendung

 

Bendung terdiri dari tubuh bendung, pintu air, pintu pengambilan, kolam peredam energi, dan pintu penguras. Komponen-komponen yang ada di dalam bendungan ini juga saling terikat satu sama lainnya. Dengan memiliki banyak sekali fungsi yang bisa dipergunakan oleh masyarakat.

 

 

Manfaat Bendung

 

Untuk mencegah banjir, mengukur debit sungai, dan memperlambat aliran sungai sehingga menjadikan sungai lebih mudah dilalui.

Bendung menjadikan pakar hidrologi dan insinyur melakukan pengukuran laju aliran volumetrik sederhana dalam sungai berukuran medium atau di lokasi pembuangan industri.

Karena geometri dari tnggi bendung diketahui dan semua air mengalir melewati bagian atas bendung, ketinggian air di belakang bendung dapat dihitung menjadi laju aliran atau debit.

Perhitungan berdasarkan pada fakta bahwa fluida akan melewati kedalaman kritis dari aliran di sekitar belahan bendungan.

Jika air tidak bergerak melewati bendung, maka perhitungan dapat lebih rumit, atau bahkan tidak mungkin dilakukan.

 

 

Cara Mengukur Debit Air Bendung

 

Q = CLHn

 

Keterangan :

Q = debit
C = konstanta bendung
L = lebar belahan
H = tinggi air yang melewati belahan
n = nilai yang bervariasi sesuai struktur (misal 3/2 untuk bendung horisontal, 5/2 untuk belahan berbentuk V)

Dalam pengukuran debit air, penting untuk diketahui bahwa belahan bendung harus bebas dari karat atau sampah yang menghambat.

Kekasaran belahan bendung akan mengakibatkan perhitungan menjadi berbeda dari tabel standar yang telah ditetapkan.

Air juga harus dipastikan bebas dari gelembung udara sebelum melewati bendung. Selain digunakan untuk pengukuran, bendung juga berfungsi untuk mengaliri saluran irigasi.

 

 

Contoh Bendung Di Indonesia

 

Contoh bendung di Indonesia diantaranya Bendung Katulampa. Bendung ini tidak digunakan untuk menahan atau menyimpan air, tapi memberi informasi ketinggian air yang bisa berguna untuk peringatan dini banjir yang akan memasuki Jakarta beberapa jam setelahnya.

 

 

Dampak dari Bendung

 

  • Karena bendung akan meningkatkan kadar udara terlarut secara drastis setelah melewati bendung, hal tersebut bisa menyebabkan gangguan ekologis sungai meski dampaknya hanya bersifat lokal di sekitar bendung saja.
  • Bendung dapat menyebabkan gangguan pada fauna setempat, seperti ikan salmon yang bermigrasi melewati sungai.
  • Lompatan hidrolik (hydraulic jump) yang terjadi setelah air melewati bendung bisa menenggelamkan seseorang yang terjebak sehingga berbahaya bagi pelaku olahraga air. Istilah drowning machine digunakan pada pelaku olahraga kano dan kayak terhadap beberapa struktur bendung yang dinilai membahayakan.
  • Bendung bisa menjadi titik di mana sampah dan benda lainnya terkumpul.

 

 

Jenis – Jenis Bendung

 

  • Bendung Tetap merupakan suatu konstruksi bangunan bendungan yang umumnya dipergunakan meinggikan atau sebagai peninggi air yang ada di dalam sungai, sampai pada suatu kondisi atau ketinggian yang diperlukan, baik untuk saluran irigasi dan petak tersier.
  • Bendung Gerak yaitu salah satu jenis bendungan konstruksi yang bangunannya pada umumnya terdiri dari pintu-pintu yangdapat dipergunakan dengan gerakan untuk mengaturketinggian air di dalam sungai.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Bendung : Pengertian, Manfaat, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Litosfer ( Kerak Bumi ) : Pengertian, Fungsi, Struktur & Batuan Penyusunnya Lengkap

Baca Juga :  √ Bagian - Bagian Telinga : Pengertian & Fungsinya Lengkap

Baca Juga :  √ Tulang : Pengertian, Fungsi, Macam, Bentuk dan Struktur Terlengkap

Baca Juga :  √ Birama : Pengertian, Macam, Unsur dan Fungsi Terlengkap