√ Bidal : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Bidal : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Bidal.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Bidal? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Bidal : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap
√ Bidal : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

 

Pengertian Bidal

 

Bidal merupakan salah satu jenis puisi lama dalam bentuk peribahasa dalam sastra Melayu lama yang kebanyakan berisi sindiran, peringatan, nasihat, dan sejenisnya.

Bidal juga merupakan jenis peribahasa yang memiliki arti lugas, irama, dan rima. Sehingga bidal bisa digolongkan ke dalam jenis puisi.

Bidal juga bisa diartikan sebagai kalimat singkat yang mengandung pengertian dalam bentuk kiasan. Bidal termasuk puisi karena ini gerak lagu, lagu atau irama.

 

 

Ciri – Ciri Bidal

 

  • Bidal biasanya berupa kalimat singkat dengan makna kiasan atau figurative
  • Bidal memiliki tujuan menangkis, menyindir atau menyanggah kejadian atau situasi tertentu
  • Bidal dibuat sebagai sindiran, ibarat, atau perbandingan untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan pembuat secara tidak langsung.

 

 

Jenis – Jenis Bidal

 

1. Jenis Bidal Berdasrkan Asal Kejadiannya

 

  • Bidal dari Lingkungan Petani

Contoh : Pagar makan tanaman (Orang yang dipercaya menjaga sesuatu justeru merusak yang dijaganya.

 

  • Bidal dari Lingkungan Rumah Tangga

Contoh : Besar pasak daripada tiang (besar pengeluaran daripada penghasilan).

 

  • Bidal dari Lingkungan Nelayan

Contoh : Ombak yang kecil jangan diabaikan (Hal-hal yang kecil jangan disepelekan).

 

  • Bidal di Lingkungan Guru dan Ulama

Contoh : Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. (Kalau kita hanya setengah-setengah dalam melakukan pekerjaan,tentu tidak akan dapat mencapai hasil yang memuaskan.

 

  • Bidal dari Lingkangan Saudagar atau Pedagang

Contoh : murah dimulut mahal di timbangan (mudah berjanji tapi tidak mau menepati janjinya.

 

2. Jenis Bidal Berdasarkan Jenisnya

 

  • Ungkapan yaitu salah satu jenis kiasan pendek yang terdiri atas dua patah kata. Contohnya: Panjang tangan (suka mencuri).
  • Peribahasa yaitu segala bentuk atau cara berbahasa tidak dalam arti sebenarnya. Contohnya: Masuk tak genap keluar tak ganjil (orang yang tidak dihargai dalam masyarakat).
  • Pepatah yaitu suatu kiasan yang tepat dan langsung untuk mematahkan cakap orang sehingga lawan berbicara tidak dapat berkilah lagi. Contohnya: Besar pasak daripada tiang (besar pengeluaran daripada pendapatan).
  • Pemeo merupakan suatu kalimat pendek yang pada mulanya hanya diucapkan oleh seseorang saja.Tapi pada suatu waktu ditiru oleh orang banyak. Contohnya: maju terus pantang mundur (sekali merdeka tetap merdeka).
  • Perumpamaan ialah sebuah kalimat yang membandingkan keadaan yang sebenarnya dengan keadaan lain yang ada di alam. Biasanya dimulai dengan kata seperti,umpama,laksana,bagai, sepantun atau bak. Contohnya: Bagai air di daun talas (orang yang tidak punya pendirian).
  • Ibarat yakni sebuah perumpamaan yang lebih tegas daripada perumpamaan biasa karena diberi penjelasan lebih lanjut. Contohnya: Bagai kerakap tumbuh di batu,hidup segan mati tak mau (orang yang hidupnya sangat merana).
  • Tamsil yaitu salah satu kiasan yang bersajak dan berirama. Contohnya: tua-tua keladi makin tua makin jadi (orang yang makin tua usianya makin berbuat seperti anak muda).
  • Kata Arif ialah suatu ucapan yang berupa kiasan yang mengandung kebijaksanaan. Contohnya: sedia payung sebelum hujan (berjaga-jaga dahulu sebelum terjadi sesuatu yang kurang baik).

 

 

Contoh Bidal Beserta Artinya

 

  • Ada ubi ada talas, ada budi ada balas
    Artinya : Setiap perbuatan baik ada balasan kebaikannya dan setiap perbuatan jahat pasti ada balasannya pula

 

  • Adat diisi, lembaga dituang
    Artinya : Kita perlu melakukan aktivitas sesuai dengan adat dan kebiasaan yang ada

 

  • Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusulkan
    Artinya : Terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain hingga lupa dengan urusan sendiri

 

  • Angguk bukan, geleng ia
    Artinya : Lain di mulut, lain pula di hatinya

 

  • Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya
    Artinya : besar pendapatan besar pula pengeluaran, kecil pendapatan kecil pula pengeluarannya

 

  • Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau
    Artinya : Segala usaha aatu pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh – sungguh hungga tuntas, jangan sampai terbengkalai.

 

  • Cerdik tidak membuang kawan, gemuk tak membuang lemak
    Artinya : Tidak hanya mengingat kepentingan diri sendiri

 

  • Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu
    Artinya : Tidak ada yang bisa menebak isi hati seseorang

 

  • Dalam sudah keajukan, dangkal sudah keseberangan
    Artinya : Sudah mengetahui tujuan dari seseorang

 

  • Enggan seribu daya, mau sepatah kaya
    Artinya : Jika tidak suka dengan sesuatu, orang akan memberikan banyak alasan

 

  • Esa hilang, dua terbilang
    Artinya : Berusaha mewujudkan impian hingga tercapai tanpa takut menghadapi resiko

 

  • Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan
    Artinya : Sudah menjadi orang kaya atau sukses, namun tidak mau menolong sanak keluarganya dahulu

 

  • Gayung bersambut, kata berjawab
    Artinya : Tidak ada persoalan yang tidak bisa dijawab oleh orang arif atau bijak

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Bidal : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ 6 Pengertian Diskriminasi Menurut Para Ahli dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Idiom : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Tanda Baca : Pengertian, Fungsi, Format Penulisan, Jenis & Contohnya Lengkap

Baca Juga :  √ Descriptive Text : Pengertian, Ciri, Tujuan dan Struktur Terlengkap