√ DNA (Dioxyribonucleic Acid) : Pengertian, Fungsi, Sifat, Ciri dan Struktur Terlengkap

Diposting pada

√ DNA (Dioxyribonucleic Acid) : Pengertian, Fungsi, Sifat, Ciri dan Struktur TerlengkapHallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai DNA (Dioxyribonucleic Acid).

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah DNA (Dioxyribonucleic Acid)? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ DNA (Dioxyribonucleic Acid) : Pengertian, Fungsi, Sifat, Ciri dan Struktur Terlengkap
√ DNA (Dioxyribonucleic Acid) : Pengertian, Fungsi, Sifat, Ciri dan Struktur Terlengkap

 

Pengertian DNA (Dioxyribonucleic Acid)

 

DNA atau Deoxyribonucleic Acid atau asam deoksiribo nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan.

Komponen penyusun DNA diantaranya gula pentosa (deoksiribosa), Fosfat (PO4-) dan basa nitrogen (guanin (G), adenin (A), timin (T), atau sitosin (C)).

DNA membentuk satu kesatuan untaian yang disebut kromosom. DNA terdapat di dalam kromosom. Setiap sel manusia yang normal memiliki 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom somatik dan 1 pasang kromosom sex. Sel manusia diperkirakan memiliki 50.000 sampai 100.000 gen yang dua kali lebih banyak daripada bakteri pada umumnya.

 

 

Ciri – Ciri DNA (Dioxyribonucleic Acid)

 

  • DNA hanya terdapat dalam kromosom (nukleus).
  • DNA memiliki bentuk rantai double helix.
  • Kadar tetap dan fungsi dari DNA adalah untuk mengendalikan faktor genetis serta sintesis protein.
  • Kandungan basa nitrogen yang terdapat pada DNA terdiri atas purin (adenin (A) dan guanin (G)) dan pirimidin (sitosin (S) dan timin (T)).
  • DNA menggunakan deoksiribosa sebagai komponen gulanya.

 

 

Sifat DNA (Dioxyribonucleic Acid)

 

  • Material kromosom yang membawa informasi genetik, lewat aktivitas pembelahan sel.
  • Jumlah DNA konstan di setiap jenis sel dan spesies.
  • Kandungan DNA di dalam sel bergantung dari sifat ploidi (genom) sel atau jumlah kromosom di dalam sel.
  • Tebalnya 20 Å (Amstrong) serta panjangnya ribuan Å (1 Å = 10^-10 meter).
  • Dapat melakukan replikasi,
  • Dalam sel organisme prokariotik (bakteri), DNA rantainya tunggal.
  • Pada suhu yang mendekati titik didih atau pH ekstrim (kurang dari 3 atau lebih dari 10), DNA mengalami denaturasi atau membuka.

 

 

Fungsi DNA (Dioxyribonucleic Acid)

 

  • DNA dapat mewariskan (genetic) pada semua sel, DNA secara tepat bereplikasi selama setiap generasi sel. Saat sel membelah, salinan yang identik dengan DNA parental dibagikan ke setiap sel anak. DNA menyediakan instruksi untuk semua generasi masa depan sel tunggal dan keseluruhan organisme multiseluler.
  • DNA mengendalikan aktivitas sel, menentukan sintesis enzim dan protein lain. protein mengatalasi dan mengatur reaksi metabolic, menyediakan bahan mentah untuk struktur sel, memungkinkan pergerakan sel, berinteraksi dengan lingkungan dan sel lain. dan mengendalikan pertumbuhan dan pembelahan sel.
  • Gen ialah unit informasi di dalam DNA, setiap gen menentukan rangkaian asam amino suatu protein tertentu.
  • Membawa gen yang mengandung informasi yang menentukan jenis protein yang harus disintesis, kapan dalam tipe sel yang mana dan seberapa banyak jumlah protein yang harus disintesis. Ribuan hingga jutaan gen yang berlainan diperlukan untuk membuat semua protein yang penting dalam sebuah sel.
  • Sebagai autokalatis atau kemampuan untuk menggandakan diri
  • Sebagai heterokatalis atau kemampuan untuk mensintesis senyawa lain
  • Membentuk RNA untuk kelangsungan proses genetic di dalam tubuh makhluk hidup.

 

 

Struktur DNA (Dioxyribonucleic Acid)

 

Struktur DNA pertama kali ditemukan oleh James Watson, Francis Crick dan Maurice Wilkins pada tahun 1953. Menurut James Watson dan Francis Crick (1953), suatu model struktur DNA berupa double helix atau tangga berpilin ganda. Menurut mereka, struktur DNA diantaranya yaitu:

  • Gula dan fosfat sebagai rantai atau tangga utama
  • Basa nitrogen sebagai anak tangga dengan pasangan terpisah, yaitu sebagai berikut :
  1. Guanin dengan sitosin (dihubungkan oleh tiga atom H)
  2. Timin dan adenin (dihubungkan oleh dua atom H)

Berdasarkan hasil penelitian Watson dan Crick dapat disimpulkan bahwa DNA terdiri atas gula pentosa (deoksiribosa), fosfat (PO4–) dan basa nitrogen yaitu purin meliputi guanin (G) dan adenin (A) dan pirimidin yang meliputi timin (T) dan sitosin (C).

 

 

Perbedaan DNA dan RNA

 

  • Perbedaan Fungsi

Perbedaan RNA dan DNA terletak pada fungsi keduanya. Fungsi DNA lebih kompleks, yritu sebagai pengendali aktivitas genetis atau faktor keturunan dan kegiatan sintesis protein. Sedangkan RNA hanya sekedar berfungsi sebagai pengendali sintesis protein saja.

 

  • Perbedaan Komponen Gula

Gugus gula yang menyusun DNA yaitu gugus Deoksirobosa, namun gugus gula yang menyusun RNA yaitu Ribosa.

 

  • Perbedaan Bentuk dan Ukuran

DNA ialah gugus asam amino rantai ganda, sedangkan RNA yaitu gugus asam amino rantai pendek. Secara ukuran, bentuk DNA umumnya lebih panjang dengan bentuk membulat, Sedangkan ukuran RNA lebih pendek bentuk bentuk yang lebih tipis.

 

  • Perbedaan Kadar

Kadar RNA bisa berubah karena adanya aktivitas sintesis protein, sedangkan kadar DNA bersifat statis karena tidak dipengaruhi aktivitas sintesis protein maupun aktivitas genetis.

 

  • Perbedaan Jenis Basa Nitrogen

Perbedaan DNA dan RNA juga terletak pada jenis basa nitrogen yang dikandungnya. DNA mengandung 3 basa nitrogen antara lain Purin (adenin dan guanin), Pirimidin (sitosin dan timin), dan gugus fosfat, sementara RNA mengandung 2 basa nitrogen yaitu Purin (adenin dan guanin) dan Pirimidin (sitosin dan urasil).

 

  • Perbedaan Letak

Letak DNA dan RNA berbeda. DNA umumnya bisa di temukan hanya pada inti sel, sementara RNA bisa ditemukan pada beberapa organel sel.

 

 

Replikasi DNA (Dioxyribonucleic Acid)

 

Replikasi atau sebagai proses menduplikasikan diri ini terjadi ketika interfasi sebelum sel membelah yang bertujuan agar sel anakan menghasilkan pembelahan yang mengandung DNA identik dengan DNA sel induk. Bila terdapat kesalahan pada proses ini, sifatnya pada sel-sel anakan akan mengalami sebuah perubahan.

Berikut ini merupakan penjelasan singkat dari sebuah proses yakni sebagai berikut :

  • Dua rantai DNA dibuka oleh sebuah enzim helikase melalui bantuan enzim topoisomerase.
  • Rantai tunggal DNA dilekati oleh sebuah protein-protein pengikat untaian tunggal yang bertujuan mencegah terbentuknya kembali heliks ganda.
  • Enzim RNA primase akan menggabungkan nukelotida-nukleotida menjadi primer RNA, yakni potongan pendek dari RNA.
  • Molekul DNA polymerase akan melekat pada untaian tunggal DNA lalu bergerak di sepanjang untaian itu sehingga membentuk untaian DNA baru.
  • DNA ligase akan menyambungkan fragmen-fragmen tersebut.
  • Proses replikasi DNA menjadi suatu masalah kompleks, yang melibatkan rangkaian protein serta juga enzim yang kolektif merakit nukleotida secara berurutan. Proses replikasi DNA ini dinamakan sebagai semi-konservatif.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ DNA (Dioxyribonucleic Acid) : Pengertian, Fungsi, Sifat, Ciri dan Struktur Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Ribosom : Pengertian, Ciri, Fungsi, Bentuk, Struktur dan Jenis Terlengkap

Baca Juga :  √ Bronkiolus : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Penyakit Terlengkap

Baca Juga :  √ RNA (Ribonucleic Acid) : Pengertian, Fungsi, Jenis, Ciri dan Struktur Terlengkap

Baca Juga :  √ Rekam Medis : Pengertian, Tujuan, Jenis, Fungsi, Kegunaan dan Isi Pencatatannya Terlengkap