√ Faring : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Terlengkap

Diposting pada

√ Faring : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Faring.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Faring? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Faring : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Terlengkap
√ Faring : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Terlengkap

 

Pengertian Faring

 

Faring (pharynx) atau tenggorokan atau tekak merupakan suatu saluran berbentuk seperti tabung kerucut yang dimulai dari belakang hidung dan rongga mulut hingga bagian sebelum trakea (batang tenggorokan) dan esofagus (Tabung yang terhubung ke lambung).

Bagian faring semakin menyempit dari awal ke akhir sehingga menyerupai sebuah corong. Faring termasuk ke dalam sistem pernapasan dan juga sistem pencernaan.

Kata faring berasal dari bahasa yunani yakni Pharynx yang berarti tenggorokkan. Faring biasanya mempunyai panjang sekitar 12 – 15 cm.

 

 

Fungsi Faring

 

  • Faring berperan penting dalam sistem pernapasan, sistem pencernaan, bahkan juga dalam proses berbicara (suara).
  • Dalam sistem pencernaan, Faring berfungsi sebagai penyalur makanan dari mulut ke kerongkongan. Ketika makanan didorong ke belakang oleh lidah, maka saluran pernapasan akan menutup dan makanan akan masuk ke kerongkongan.
  • Dalam sistem pernapasan faring berfungsi sebagai penyaring, pengatur tekanan dan juga dapat mengatur kelembaban udara yang masuk. Udara ini akan diteruskan ke batang tenggorokan (trakea).
  • Proses pengeluaran suara, pada proses ini faring yang merupakan jalur masuknya udara dapat berperan signifikan. Udara harus terlebih dahulu melewati faring kemudian laring, barulah udara tersebut menggetarkan pita suara sehingga kita dapat berbicara.
  • Faring juga dapat mengatur tekanan udara di telinga. Pada bagian awal faring terdapat saluran yang berhubungan langsung dengan telinga yang disebut tuba eustachius. Saluran ini berfungsi untuk mengatur tekanan udara antara lingkungan luar tubuh dengan lingkungan dalam telinga.

 

 

Struktur Faring

 

  • Lapisan Mukosa ialah bersifat kuat dan elastis, pada lapisan ini ada epitel yang mempunyai sel goblet sebagai penghasil mukus (cairan kental). Mukus tersebut berfungsi melindungi dinding faring.
  • Lapisan Fibrosa yaitu suatu jaringan yang kuat dan sedikit elastis. Jaringan tersebut disusun oleh serat kolagen.
  • Lapisan Muskular (Otot) yakni salah satu Otot pada faring terdiri atas otot sirkular (melingkar) serta otot memanjang (Longitudinal). Kombinasi dari kontraksi kedua otot itu akan menggerakkan makanan ke bagian pencernaan selanjutnya.

 

 

Bagian – Bagian Faring

 

1. Nasofaring

Nasofaring yaitu salah satu bagian faring yang terletak pada bagian belakang rongga hidung. Nosafaring ini merupakan bagian faring yang hanya bisa dilalui udara. Nasofaring memilikiukuran lebar dan panjang masing-masing berkisar antara 2-4 cm.

Ada 2 struktur penting yang terdapat pada nosafaring, yaitu sebagai berikut :

  • Tuba Eustachius yakni sebuah struktur yang mengubungkan telinga tengah dengan nasofaring. Tuba eustachius berfungsi untuk mengatur tekanan udara antara lingkungan luar tubuh dengan bagian telinga. Tabung ini hanya akan terbuka saat menelan, bersin, menguap, atau menggerakkan rahang pada posisi tertentu. 1/3 bagiannya ke arah telinga merupakan struktur tulang, sedangkan 2/3 lainnya ke arah nasofaring merupakan tulang rawan (lunak).
  • Tonsil Adenoid (Faringeal) ialah sebuah massa berlobus berupa jaringan limfoid yang terletak di bagian langit-langit mulut. Tonsil adenoid berfungsi untuk melawan bakteri atau organisme berbahaya masuk melalui hidung dan mulut, ini juga dapat menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi.

 

2. Orofaring

Orofaring merupakan suatu bagian faring yang terletak dibelakang rongga mulut. Orofaring dapat dilewati udara dan makanan sehingga berperan dalam sistem pernapasan dan sistem pencernaan.

Selain itu, orofaring memiliki klep yang berfungsi mengatur makanan agar tidak masuk ke saluran pernapasan, klep tersebut disebut epiglotis.

Saat menelan makanan, klep ini akan menutup saluran pernapasan (terbukanya saluran pencernaan) dan saat bernapas, klep ini akan membuka saluran pernapasan (tertutupnya saluran pencernaan).

Pada bagian dinding lateral atau bagian kanan dan kiri terdapat tonsil palatina, tonsil tersebut merupakan massa jaringan limfatik. Fungsi tonsil tersebut yaitu untuk melindungi dari infeksi.

 

3. Laringofaring

Laringofaring atau hipofaring ini merupakan salah satu bagian paling akhir faring. Bagian ini dapat dilewati udara maupun makanan. Laringofaring dilapisi oleh sel epitel skuamosa berlapis.

Laringofaring ini merupana tempat bertemunya saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Saar menelan makanan, makanan tersebut memiliki hak jalan maka saluran pernapasan akan tertutup. Oleh karena itu, kita tidak bisa menelan sambil bernapas.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Faring : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Gas Mulia : Pengertian, Sifat, Kegunaan & Contohnya Lengkap

Baca Juga :  √ Protista : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Struktur Tubuh Terlengkap

Baca Juga :  √ Trakea (Batang Tenggorokan) : Pengertian, Fungsi, Struktur, Bagian dan Penyakit Terlengkap

Baca Juga :  √ Kerongkongan (Esofagus) : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Terlengkap