√ Kandung Kemih : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Penyakit Terlengkap

Diposting pada

√ Kandung Kemih : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Penyakit Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Kandungan Kemih.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Kandungan Kemih? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Kandung Kemih : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Penyakit Terlengkap
√ Kandung Kemih : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Penyakit Terlengkap

 

Pengertian Kandung Kemih

 

Kandung kemih atau kantung kemih atau buli-buli merupakan salah satu organ dalam sistem eksresi manusia berupa urine. Nama latin kanding kemih ialah Vesika Urinaria.

Kandung Kemih (Vesika Urinaria) merupakan salah satu organ dalam sistem eksresi manusia (urin) yang berfungsi untuk menampung urin sementara sebelum dibuang melalui proses Buang Air Kecil (BAK).

Kandung kemih merupakan organ berbentuk seperti kantong yang disusun oleh otot yang saling beranyaman. Organ ini terletak di rongga pelvis, dibelakang pubis. Normalnya kandung kemih menyimpan sekitar 500 ml urin.

Dalam keadaan kosong vesika urinaria berbentuk oval seperti buah pir dan lokasinya terletak di dalam rongga perlvis. Ketika berisi urin, maka dinding atas dari vesika urinaria ini akan masuk ke daerah abdomen.

 

 

Fungsi Kandung Kemih

 

  • Untuk menyimpan urin sebelum dikeluarkan melalui proses buang air kecil. Biasanya kandung kemih hanya menyimpan sekitar 500 ml urin, tetapi kapasitas maksimal yang dapat disimpannya jauh lebih besar.
  • Memberikan sinyal kepada tubuh apabila urin yang ditampung sudah cukup banyak sehingga dapat dikeluarkan.
  • Membantu proses buang air kecil dengan mengkontrasikan otot-otot detrusornya.

 

 

Gejala Infeksi Kandung Kemih

 

  • Rasa nyeri, terbakar atau menyengat saat buang air kecil.
  • Tubuh demam atau terasa lemah.
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil, tapi hanya sedikit urine yang keluar.
  • Terdapat darah di dalam urine atau hematuria.
  • Urine akan berwarna lebih pekat, gelap dan beraroma kuat.
  • Munculnya rasa nyeri di perut atau punggung bagian bawah.

 

 

Penyebab Infeksi Kandung Kemih

 

Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri dari luar yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak.

Bakteri bisa masuk dan berkembang biak di kandung kemih jika seseorang masih menyisakan urine dalam kandung kemih setiap buang air kecil.

Tersisanya urine pada kandung kemih bisa disebabkan oleh saluran kemih yang terhambat, misalnya akibat tumor atau pembesaran prostat pada pria. Kehamilan juga bisa memberikan tekanan pada rongga panggul dan kandung kemih.

 

Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri E. coli, selain E. coli bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi kandung kemih ialah sebagai berikut :

  • Staphylococcus dari kulit.
  • Proteus dan Klebsiella, Enterococcus dari saluran cerna.
  • Jamur “biasanya Candida”.

 

Infeksi kandung kemih akibat bakteri lebih mumum terjadi pada wanita, hal ini disebabkan karena posisi uretra wanita yang lebih berdekatan dengan anus sehingga bakteri dari anus lebih mudah berpindah ke uretra.

 

Selain karena posisi uretra dan anus yang berdekatan, perpindahan bakteri pada wanita bisa terjadi ketika :

  • Memasukkan pembalut jenis tampon.
  • Berbubungan seksual.
  • Memakai kontrasepsi diafragma.
  • Menyeka area anus dengan tisu dari arah belakang ke depan setelah buang air besar. Risiko ini dapat dihindari dengan menyeka ke arah berlawanan “dari depan ke belakang”.
  • Memasuki masa menopause, pada masa ini wanita hanya memproduksi sedikit cairan vagina dan akibatnya bakteri lebih mudah berkembang biak.

 

Infeksi kandung kemih bisa pula dipicu oleh cedera yang terjadi di bagian tersebut, misalnya akibat :

  • Gangguan ginjal atau organ lainnya pada saluran kemih seperti infeksi dan peradangan pada ginjal atau kelenjar prostat.
  • Berhubungan seks.
  • Bahan-bahan kimiawi seperti sabun atau bubuk talek yang mengandung parfum.
  • Diabetes.
  • Pemasangan kateter.

 

 

Struktur dan Bagian Kandung Kemih

 

Bagian utama kantung kemih yaitu otot-otot detrusor yang terdiri atas otot spiral, otot longitudinal dan otot sirkular. Saat hendak mengeluarkan urin, maka otot tersebut akan melakukan kontraksi dengan mengirimkan sinyal parasimpatik.

Lapisan dari kandung kemih (vesika urinari) dari luar ke dalam yaitu Lapisan Seroa (Peritoneum Parietal), Lapisan Subserosa (Fascia Endopelvina), Lapisan Otot (M. Detrussor), Lapisan Submukosa, dan Lapisan Mukosa.

Bagian puncak (apex) kandung kemih menghadap ke bagian simpisis pubis, sedangkan bagian dasarnya berhadapan dengan rektum pada pria dan vagina pada wanita. Bagian leher terdapat pada sisi bawah dimana kandung kemih (vesika urinaria) tampak menyempit ke arah uretra.

Bagian tubuh atau badan merupakan bagian terbesar pada kandung kemih. Pada kandung kemih terdapat bagian yang disebut dengan Trigone, yaitu suatu wilayah yang membentuk struktur seperti segitiga pada dinding belakang kandung kemih. Trigone tersebut disusun oleh dua orifisia uretra (bukan uretra tempat masuknya kateter) dan interlal uretral orifisia (bagian awal uretra).

Bagian leher kandung kemih disusun oleh otot detrusor yang membentuk uretral sphincter internal. Sphincter tersebut akan menutup saat proses ejakulasi untuk mencegah masuknya semen ke dalam kandung kemih.

Sphincter tersebut dikontrol secara tidak sadar. Selain itu juga terdapat Sphincter uretra external yang berfungsi untuk menahan urin sementara, spinchter ini bisa dikontrol secara sadar (voluntary).

 

 

Penyakit Kandung Kemih

 

1. Retensi Urin

Ini berupa kondisi abnormal di mana urin menumpuk di kandung kemih lebih daripada jumlah seharusnya. Biasanya disebabkan karena kerusakan saraf, pembesaran prostat, atau diabetes. Hal ini menyebabkan urin kembali ke ginjal dan memicu kerusakan yang berakibat terkena gagal ginjal.

 

2. Batu Kandung Kemih

Kondisi ini ditandai dengan penumpukan benjolan keras yang terbuat dari mineral di kandung kemih. Batu tersebut bisa mengiritasi organ dan menghalangi aliran urin.

 

3. Kanker Kandung Kemih

Kondisi ini terjadi saat ada pertumbuhan abnormal dari sel kanker pada lapisan dalam kandung kemih. Orang yang merokok memiliki resiko lebih tinggi mengalami hal ini.

 

4. Inkontinensia Urin

Kondisi ini ditandai dengan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih, bisa terjadi sesekali atau berulang kali. Ini disebabkan karena melemahnya otot yang bertanggung jawab untuk menahan urin di kandung kemih. Namun hal ini juga dapat disebabkan karena prolaps kandung kemih. Ini bisanya dialami oleh orang berusia lanjut.

 

5. Infeksi Saluran Kemih atau Cystitis

Kondisi ini ditandai dengan infeksi pada kandung kemih. Gejalanya diantaranya demam tinggi, sering buang air kecil, rasa tidak nyaman saat buang air kecil, dan munculnya darah pada urin. Ini mudah diobati dengan terapi antibiotik.

 

6. Sistitis Interstisial

Kondisi ini dikenal sebagai sindrom kandung kemih yang sangat menyakitkan. Ini ditandai dengan nyeri kronis di daerah panggul yang memburuk saat ada jumlah urin dalam kandung kemih meningkat. Umumnya ini disebabkan karena kerusakan kandung kemih dan infeksi kandung kemih kronis.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kandung Kemih : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Penyakit Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ 25 Pengertian Epidemiologi Menurut Para Ahli Terlengkap

Baca Juga :  √ Sistem Koloid : Pengertian, Sifat, Fungsi & Jenis Serta Contohnya Lengkap

Baca Juga :  Pengertian Sel Menurut Para Ahli di Dunia Lengkap

Baca Juga :  √ Ginjal : Pengertian, Bagian, Fungsinya & Penyakitnya Lengkap