√ 15 Kelainan Pada Tulang Belakang Terlengkap

Diposting pada

√ 15 Kelainan Pada Tulang Belakang Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Kelainan Pada Tulang Belakang.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Kelainan Pada Tulang Belakang? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ 15 Kelainan Pada Tulang Belakang Terlengkap
√ 15 Kelainan Pada Tulang Belakang Terlengkap

 

Kelainan Pada Tulang Belakang

 

1. Lordosis

Lordosis merupakan salah satu kelainan pada tulang belakang atau tulang punggung yang menyebabkan penderita memiliki punggung yang terlalu melengkung masuk pada bagian pinggang.

Umumnya penderita lordosis akan merasakan sakit pada punggung, kaki, dan terjadi perubahan pada bagian kantong kemih juga usus.

 

Faktor Penyebab Lordosis

 

  • Hamil
    Perempuan hamil akan lebih banyak hormon relaksin yang dihasilkan untuk meregangkan otot serta sendi daerah pinggul sehingga pada bagian tulang punggung akan cenderung lebih melengkung ke depan mengikuti perkembangan janin.
  • Terlalu Lama Berdiri
    Berdiri dalam waktu yang terlalu lama akan terjadi pergeseran pada tulang punggung bagian pinggang.
  • Penggunaan Alas Kaki
    Penggunaan alas kaki seperti hak tinggi dapat meningkatkan resiko terkena lordosis karena dengan menggunakan hak tinggi maka pusat gravitasi tubuh akan berpindah ke bagian depan tubuh dan menyebabkan peningkatan kelengkungan pada tulang punggung.

 

Gejala Lordosis

 

Gejala lordosis diantaranya yaitu penonjolan bokong. Apabila ada gangguan lain yang menyertai maka gejalanya bisa akan bervariasi seperti distrofi muskuler, gangguan perkembangan paha dan gangguan neuromusculer.

Selain itu, ada juga gejala lain seperti nyeri pinggang, perubahan pola buang air besar dan kecil serta nyeri yang menjalar pada bagian tungkai namun gejala tersebut jarang terjadi.

 

2. Skoliosis

Skoliosis yaitu suatu jenis kelainan pada tulang punggung atau tulang belakang melengkung seperti huruf S. Kelainan skoliosis sebanyak 75-85% tidak diketahui penyebabnya (Idiofatik).

Sedangkan penyebab terjadi skoliosis merupakan efek samping dari kelainan seperti sindrom Marfan, sindrom Down, Distrofi otot atau penyakit lainnya yaitu sekitar 15-25%.

 

Jenis – Jenis Skoliosis

 

  • Scoliosis Struktural

Sebuah kurvatura lateral spine yang irreversible dengan rotasi vertebra yang menetap. Rotasi vertebra terbesar terjadi pada apex. Apabila kurva bertambah maka rotasi juga bertambah.

Rotasi ini menyebabkan saat foward bending costa menonjol membentuk hump di sisi convex. Sebaliknya dada lebih menonjol di sisi concav. Scoliosis struktural tidak bisa diperbaiki dengan posisi atau usaha penderita sendiri.

 

  • Scoliosis Non Struktural

Scoliosis non struktural atau disebut juga fungsional scoliosis atau postural scoliosis. Suatu kurvatura lateral spine yang reversibel dan cenderung terpengaruh oleh posisi.

Disini tidak ada rotasi vertebra. Umumnya foward atau side bending atau posisi supine atau prone bisa mengoreksi scoliosis ini.

 

3. Kifosis

Kifosis yakni salah satu jenis kelainan pada tulang belakang atau tulang punggung yang menyebabkan tulang punggung penderita melengkung ke bagian depan melebihi batas normal atau disebut juga bungkuk.

Terjadinya kifosis disebabkan karena postur tubuh yang kurang baik atau buruk, osteoporosis, radang sendi atau faktor lainnya. Pada anak-anak kifosis terjadi tanpa sebab yang jelas. Kifosis dapat menyeabkan punggung menjadi leleh, nyeri serta kaku.

 

Jenis – Jenis Kifosis

 

  • Kifosis Postural

Kifosis postural merupakan jenis kifosis banyak terjadi pada orang tua karena kebiasaan saat remaja. Kifosis posturnal diakibatkan postur tubuh yang tidak baik atau buruk baik saat berdiri maupun tengkurap.

 

  • Kifosis Idiopatik atau Penyakit Scheuermann

Penyebab kifosis idiopatik atau sering disebut penyakit scheuermann ini belum jelas diketahui namun kemungkinan besar ]penyebab terjadinya kifosis ini yaitu faktor keturunan.

 

  • Kifosis Kongenital

Kifosis kongenital ialah jenis kifosis yang sering dialami oleh bayi atau anak-anak. Penyebab kifosis kognital ini yaitu akibat kegagalan pembentukan tulang punggung atau tulang belakang yang sempurna.

 

 

Gangguan Tulang Karena Penyakit

 

1. Polio

Bagi penderita polio akan merasakan kelumpuhan yang membuat lama kelamaan tulang mereka akan mengecil. Polio juga bisa dicegah dengan cara vaksin polio. Vaksin biasanya akan diberikan melalui mulut untuk anak yang usianya lima tahun kebawah.

 

2. Layuh Semu

Gangguan tulang selanjutnya ialah layuh semu. Gangguan tulang ini bisa terjadi karena terinfeksi penyakit sifilis dari anak semasa berada dikandungan karena tertular dari ibu yang telah mengidap penyakit sifilis. Hal ini menjadikan tulang anggora gerak yang dimiliki oleh bayi ataupun anak tersebut menjadi layuh dan tidak bertenaga sama sekali.

 

3. Rakhitis

Gangguan Rakitis yakni sebuah penyakit tulang yang membuat terhambatnya pertumbuhan tulang seseorang. Penyakit ini muncul karena penderita mengalami kekurangan vitamin D & sinar matahari pagi.

Biasanya pasien yang mengalami penyakit rakhitis ini tulangnya sangat lemah dan umumnya berbentuk X ataupun O karena tak bisa menahan berat tubuhnya.

 

4. Kaku Sendi

Gangguan tulang kaku sendi yaitu cacat pada persendian sehingga sendi tidak bisa digerakkan. Masalah tersebut bisa disebabkan karena persendian telah terinfeksi penyakit sifilis ataupun gonorhoe.

Dengan begitu minyak sendi pada tulang sendi menjadi kering & tidak bisa digerakkan. Contohnya pada lutut yang tak bisa dibengkokkan. Orang dewasa sering mengalami kaku sendi ini.

 

5. Kanker Tulang

Adanya virus juga bisa merusakkan pertumbuhan dari sel sel tulang secara tidak terkendali. Hal ini membuat di beberapa bagian tulang akan tumbuh benjolan benjolan & bisa berpindah pindah bahkan akan timbul rasa sakit pada tulang. Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian.

 

6. TBC Tulang

Gangguan selanjutnya ialah TBC tulang. Kondisi ini merupakan penyakit pada tulang karena infeksi oleh Tuberculosis menjadikan tulang kamu rusak.

 

7. Osteoporosis

Osteoporosis atau tulang keropos merupakan penyakit yang menyebabkan tulang gampang retak atau patah. Penyakit ini umumnya menyerang orang lanjut usia, khususnya perempuan. Penyebab osteoporosis adalah tubuh kekurangan zat kapur (kalsium).

 

8. Rikets

Rikets merupakan kelainan tulang pada anak yang disebabkan defisiensi vitamin D. Tulang ini umumnya lunak dan jika berjalan maka tulang dapat melengkung.

 

9. Osteomalasia

Osteomalasia ialah suatu kelainan tulang kerena defisiensi vitamin D pada orang dewasa. Tulang yang kekurangan fosfor dan kalsium agar jadi lunak.

Osteomalasia umumnya diderita oleh wanita yang tidak cukup makan padi-padian, susu, jarang terkena cahaya matahari, dan sering melahirkan.

 

10. Steoporosis atau Osteopenia

Kelainan tulang yang umumnya diderita oleh orang tengah baya atau tua yang telah menopause. Kelainan ini berwujud menurunnya kerja sel osteoblas sebagai akibat penurunan mengolah hormon estrogen.

Tulang akhirnya jadi rapuh dan gampang patah. Penyakit ini bisa diatasi bersama dengan banyak minum susu yang punya kandungan kalsium.

 

11. Artritis

Artritis merupakan masalah tulang yang berwujud peradangan pada sendi yang disebabkan keseleo, infeksi, dan luka sendi.

 

12. Mikrosefalus

Mikrosefalus merupakan kelainan akibat perkembangan tulang-tulang tengkorak yang terkendala dikarenakan kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang tengkorak pada saat bayi, agar ukuran kepala kecil (ukurannya tidak proporsional). Akibat lebih lanjut umumnya berpengaruh pada perkembangan mental.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 15 Kelainan Pada Tulang Belakang Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Lemak : Pengertian, Fungsi, Sifat dan Jenis Terlengkap

Baca Juga :  √ Bakteri : Pengertian, Ciri, Struktur, Klasifikasi, Jenis, Contoh & Peranannya Lengkap

Baca Juga :  √ Eritrosit : Pengertian, Fungsi, Struktur, Proses Pembentukan dan Ciri Terlengkap

Baca Juga :  √ Paru-Paru : Pengertian, Bagian, Fungsi & Jenis Penyakitnya Terlengkap