√ Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Fungsi, Struktur, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap

Diposting pada

√ Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Fungsi, Struktur, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Kelenjar Paratiroid.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Kelenjar Paratiroid? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Fungsi, Struktur, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap
√ Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Fungsi, Struktur, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap

 

Pengertian Kelenjar Paratiroid

 

Kelenjar paratiroid merupakan salah satu kelenjar endokrin di leher yang memproduksi atau mensekresi hormon paratiroid.

Biasanya manusia memiliki empat kelenjar paratiroid, yang letaknya terdapat di bagian belakang dari kelenjar tiroid atau kelenjar yang dekat dengan kelenjar tiroid sehingga disebut dengan “paratiroid”, atau di kasus yang langka, di dalam kelenjar tiroid itu sendiri atau di dada.

Hormon paratiroid yang dihasilkan oleh kelenjar ini berfungsi untuk mengontrol kadar kalsium di darah dan tulang. Kelenjar ini akan terus berproduksi secara konstan hingga seseorang mencapai usia 30 tahun.

 

 

Fungsi Kelenjar Paratiroid

 

  • Pengatur dan pengendali kecepatan metabolismu tulang
  • Pengatur kadar serum kalsium tubuh dengan mempengaruhi tulang, ginjal dan usus untuk resopsi kalsium.
  • Meningkatkan kecepatan remodeling kerangka dan kecepatan resorpsi tulang
  • Meningkatkan jumlah osteoblas dan osteoklas pada permukaan tulang
  • Peningkatan awal dalam memasukkan kalsium ke sel-sel jaringan tertentu
  • Pengubah keseimbangan asam-basa tubuh
  • Meningkakan kadar kalsium plasma
  • Mengurangi kadar fosfar plasma
  • Meningkatkan absorpsi kalsium dari usus sebagai proses pencernaan makanan.

 

 

Struktur Kelenjar Paratiroid

 

Sebuah kelenjar paratiroid biasanya mempunyai panjang sekitar 6 mm, lebar sekitar 3 mm serta tebal sekitar 2 mm. Jika seseorang mempunyai ukuran kelenjar yang jauh lebih besar daripada ukuran normal, maka bisa jadi orang tersebut menderita penyakit hiperparatiroid atau tumor. Seringkali kelenjar paratiroid ini warnanya cokelat kehitaman.

Di tubuh manusia, ada empat kelenjar paratiroid dengan dua kelenjar paratiroid pada masing-masing sisi atas dan bawah. Tetapi jumlah tersebut bervariasi dapat lebih maupun dapat berkurang.

Kelenjar paratiroid di orang dewasa mempunyai sel pemimpin (chield cell) yang berisikan apparatus golgi, yakni tempat diproduksinya hormon paratiroid. Di kelenjar tiroid juga ada sel oksifil yang berisikan granula oksifil dan sejumlah besar mitokondria dalam sitoplasma.

Sebelum memasukan masa pubertas hanya ditemui sebagian dikit sel oksifil, tetapi sesudah itu jumlah sel ini menjadi banyak seiring bertambahnya usia.

Fungsi sel oksifil masih belum banyak diketahui, bisa jadi sel itu adalah modifikasi atau sisa dari chief sel yang tidak lagi menghasilkan hormon.

Silkulasi darah pada kelenjar paratiroid seringkali dilakukan oleh cabang arteri tiroidea inferior di masing-masing sisi. 1/3 kelenjar paratiroid pada manusia mempunyai dua atau lebih arteri paratiroid.

Pembuluh limfe paratiroid banyak dan mempunyai keterkaitan dengan pembuluh limfe kelenjar tiroid dan kelenjar thymus. Persarafan di kelenjar paratiroid adalah saraf yang sifatnya simpatis yakni langsung dari gangila servikalis superior atau metida.

 

 

Penyebab Gejala Kelainan Kelenjar Paratiroid

 

  • Riwayat genetik (keluarga)
  • Bayi lahir pada kondisi ibu yang mengalami diabetes
  • Penyakit autoimun )antibodi yang melawan jaringan paratiroid karena dianggap benda asing)
  • Level magnesium rendah
  • Pengobatan radioterapi kanker
  • Kekurangan hormon adrenal.

 

 

Gejala Kelenjar Paratiroid

 

  • Hipoparatiroidisme memiliki gejala klinis seperti penipisan bulu/rambut pada alis mata, katarak, kelelahan, memiliki masalah ingatan, kulit yang kering dan kuku mudah rapuh, depresi atau perubahan suasana hati, nyeri menstruasi, pusing, otot kedut atau kejang di area mulut, tenggorokan, tangan dan lengan, otot nyeri atau kram yang menyerang otot wajah, perut, kaki dan tungkai.
  • Hiperparatioidisme memiliki gejala klinis seperti cepat lelah, otot menjadi lemah, konstipasi, resorbsi kalsium dari tulang meningkat, hiperkalsemia, dan resorbsi kalsium meningkat.

 

 

Kelainan Kelenjar Paratiroid

 

1. Hipoparatiroid

Kondisi dimana kalsium tidak bisa diambil oleh hormon paratiroid sehingga hormon tidak dapat bekerja pada tingkat jaringan.

Hipoparatiroid bisa dikatakan sebagai kondisi dimana hormon paratiroid berkurang sehingga tubuh mengalami gejala kekejangan otot. Hal ini didukung dengan jumlah kalsium pada tubuh berada dalam jumlah yang sedikit.

 

2. Hiperparatiroidisme

Jika jumlah hormon paratiroid ada dalam tubuh dengan jumlah yang banyak. Fungsi kalsium yang seharusnya meningkatkan kekuatan tulang, justru menyebabkan tulang mudah rapuh. Hal ini karena kadar kalsium dalam darah meningkat sehingga menyebabkan kalsium mengendap dalam ginjal.

Hiperparatiroidisme semakin parah apabila munculnya batu ginjal. Keadaan hiperparatiroidisme ini memiliki jumlah hormon paratiroid yang banyak.

 

 

Penyakit Kelenjar Paratiroid

 

1. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang menyebabkan kekurangan vitamin d. Kekurangan vitamin d bisa menyebabkan tubuh mengalami hipoparatiroid. Akibat dari osteoporosis adalah massa tulang cenderung rendah.

 

2. Tumor Jaringan Paratiroid

Kelainan tumor jaringan paratiroid bisa terjadi apabila penderita mengalami hiperparatiroidisme. Keadaan dimana sekresi hormon paratiroid berlebihan.

 

3. Batu Ginjal

Jumlah kalsium dalm darah meningkat sehingga produksi urine banyak menghasilkan kalsium.

 

4. Tetani

Sekresi hormon paratiroid sedikit karena jumlah darah yang mengandung sedikit kalsium. Efek samping dari tetani adalah adanya sensasi nyeri pada ekstremitas dan kedut otot.

 

5. Osteitis Fibrosa Sistika

Penyakit tulang yang memiliki ciri khas pada bagian yang keropos. Keadaan ini akibat dari kalsium yang keluar kembali dari tulang dan dimasukkan kembali ke dalam serum darah. Osteitis fibrosa sistika bisa menyebabkan kista pada tulang.

 

 

Pencegahan dan Penanganan Kelenjar Paratiroid

 

  • Operasi kelenjar paratiroid
  • Tes darah untuk mengukur kadar hormon dan tingkat kalsium
  • Mengkonsumsi vitamin d sesuai aturan
  • Olahraga yang teratur

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Fungsi, Struktur, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Budi Utomo : Pengertian, Sejarah, Tujuan, Perkembangan dan Penyebab Berakhirnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Fungsi Daun : Pengertian, Struktur, Jenis & Contohnya Lengkap

Baca Juga :  √ Perubahan Sosial : Pengertian, Teori, Bentuk, Ciri, Dampak, Faktor & Contohnya lengkap

Baca Juga :  √ Alveolus : Pengertian, Fungsi, Penyakit, Ciri dan Struktur Terlengkap