√ Lemak : Pengertian, Fungsi, Sifat dan Jenis Terlengkap

Diposting pada

√ Lemak : Pengertian, Fungsi, Sifat dan Jenis Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Lemak.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Lemak? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Lemak : Pengertian, Fungsi, Sifat dan Jenis Terlengkap
√ Lemak : Pengertian, Fungsi, Sifat dan Jenis Terlengkap

 

Pengertian Lemak

 

Lemak merupakan suatu senyawa kimia tidak larut air yang disusun oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Lemak bersifat hidrofobik (tidak larut dalam air), untuk melarutkan lemak dibutuhkan pelarut khusus seperti eter, klorofom dan benzen.

Lemak ini juga biasan disebut dengan Lipid. Bobot energi yang dihasilkan lemak 2 ¼ kali lebih besar dibandingkan karbohidrat dan protein.

1 gram lemak dapat menghasilkan 9 kalori. Selama proses pencernaan lemak akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol agar bisa diserap oleh organ pencernaan lalu dibawa ke organ yang membutuhkannya.

 

 

Fungsi Lemak

 

  • Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Jika lemak yang dikonsumsi berlebihan, maka lemak tersebut akan disimpan di berbagai tempat seperti di lapisan bawah kulit untuk dijadikan cadangan energi.
  • Pelindung organ penting saat terjadi goncangan karena memiliki struktur seperti bantalan.
  • Melindungi tubuh dari perubahan suhu lingkungan. Lemak bisa melindungi tubuh dari suhu yang rendah.
  • Salah satu bahan dasar yang dibutuhkan untuk produksi hormon vitamin, membran sel dan membran organel sel.
  • Pelarut vitamin A, D, E, dan K.
  • Sebagai bahan penyusun empedu dan asam kholat.
  • Mengoptimalkan fungsi pencernaan, lemak bisa memperlambat sistem pencernaan saat proses pencernaan berlangsung sehingga rasa lapar tidak muncul terlalu cepat.

 

 

Sumber Lemak

 

  • Dari tanaman disimpulkan lemak (disebut lemak nabati). Beberapa bahan yang mengandung lemak nabati adalah kelapa, kemiri, zaitun, kacang, margarin, kedelai, dan lain sebagainya.
  • Lemak makhluk titik awal (disinggung lemak makhluk). Beberapa bahan yang mengandung lemak makhluk adalah daging, cheddar, susu, ikan baru, telur, dan sebagainya.

 

 

Struktur Lemak

 

Komponen penyusun lemak menggabungkan karbon (C), Hidrogenn (H), oksigen (O) dan sekali dalam fosfor sementara (P) dan nitrogen (N).

Partikel lemak terdiri dari empat bagian, khususnya satu atom gliserol dan tiga partikel lemak tak jenuh lemak.Asam terdiri dari rantai hidrokarbon (CH) dan karboksil mengumpulkan (-COOH).

Molekul gliserol memiliki tiga hidroksil banyak (OH) dan masing-masing interface dengan hidroksil yang pertemuan sekelompok karboksil dari lemak tak jenuh.

 

 

Klasifikasi Lemak

 

1. Lemak Sederhana

Lemak Sederhana terbuat dari trigliserida, yang terdiri dari gliserol dan tiga lemak tak jenuh bercampur lemak. Contoh langsung ialah (lilin) ​​malam atau plastisin (lemak sederhana yang kuat pada suhu kamar), dan minyak (cairan berminyak dasar pada suhu kamar).

 

2. Lemak Campuran

Campuran lemak ialah campuran lemak dengan paduan campuran berminyak tidak lemak. Contoh lipoprotein (campuran lipid dan protein), fosfolipid (campuran lipid dan fosfat), dan fosfatidilkolin (yang merupakan campuran dari lipid, fosfat dan kolin).

 

3. Lemak Awal

Lemak awal ialah senyawa datang tentang karena prosedur hidrolisis korosif lemak, misalnya kolesterol dan asam lemak.

 

 

Sifat – Sifat Lemak

 

1. Sifat Fisis (Fisika) Lemak

  • Umumnya lemak hewan berbentuk padatan pada suhu kamar dan lemak tumbuhan berbentuk cairan pada suhu
  • Lemak yang titik leburnya lebih tinggi mengandung asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang mengandung titik lebur rendah mengandung asam lemak tak jenuh. Titik lebur lemak tergantung kepada panjang pendeknya rantai karbon yang dimiliki. Conothnya lemak sapi mencair pada suhu 49 derajat celcius dan kembali memadat pada 36 derajat celcius.
  • Lemak netral tidak larut dalam air, namun larut dengan baik pada kloroform dan benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, namun lemak tidak terlalu larut dalam alkohol dingin.

 

2. Sifat Kimia Lemak

 

  • Reaksi Saponifikasi (Penyabunan)

Lemak dapat dihidrolisis dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan alkali. Nah proses hidrolisis lemak dengan menggunakan alkali disebut reaksi saponifikasi (penyabunan). Salah satu hasil dari hidrolisis lemak dengan alkali adalah garam asam lemak, atau yang biasa kita sebut sabun.

 

  • Reaksi Halogenasi (Iodium)

Asam lemak tak jenuh, baik bebas maupun terikat sebagai ester dalam lemak mengadisi halogen pada ikatan rangkapnya. Karena derajat penyerapan lemak sebanding dengan banyaknya ikatan rangkap pada asam lemaknya, maka jumlah halogen dapat digunakan untuk menentukan derajat ketidakjenuhan.

Penentuan derajat ketidakjenuhan ini diukur dengan bilangan Iodium, yaitu bilangan yang menyatakan banyaknya gram iodium yang dapat bereaksi dengan 100 gram lemak. Oleh karena ini semakin banyak ikatan rangkap, maka semakin besar pula bilangan iodiumnya.

 

  • Reaksi Hidrogenasi

Proses konversi minyak menjadi lemak dikenal dengan sebutan Hidrogenasi (Proses Pengerasan), yaitu dengan cara mengalirkan gas hidrogen bertekanan (1,75kg/cm2) ke dalam minyak panas (200 derajat Celcius) yang mengandung katalis nikel terdispersi.

 

 

Jenis – Jenis Lemak

 

1. Jenis Lemak Berdasarkan Sumber Lemaknya

 

  • Lemak Hewani merupakan suatu lemak yang bersumber dari hewan.
  • Lemak Nabati merupakan salah satu lemak yang bersumber dari tumbuhan.

 

2. Jenis Lemak Berdasarkan Struktur Kimianya

 

  • Lemak Sederhana yaitu lemak yang disusun oleh trigliserida, yaitu tiga asam lemak dan satu gliserol. Contoh lemak ini adalah lilin dan minyak.
  • Lemak Campuran ialah lemak yang terdiri dari asam lemak dan gugus tambahan lain selain lemak. Contohnya adalah lipoprotein (mengandung protein) dan fosfolipid (mengandung fosfat).
  • Lemak Derivat yakni senyawa lemak yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Contohnya kolesterol dan asam lemak. Berdasarkan ikatan kimianya dibagi lagi menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.

 

3. Jenis Lemak Berdasarkan Ikatan Kimianya

 

  • Lemak Jenuh yaitu struktur lemak dengan hidrokarbon ikatan tunggal yang berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat melekat dan dan menggumpal sehingga dapat mengganggu sistem peredaran darah. Lemak jenuh kebanyakan berasal dari hewan, seperti daging, susu murni, dll.
  • Lemak Tak Jenuh merupakan salah satu struktur lemak dengan hidrokarbon dengan satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) yang dapat menguntungkan tubuh. Lemak tak jenuh kebanyakan berasal dari tumbuhan, contohnya lemak dari buah alpukat dan kacang-kacangan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Lemak : Pengertian, Fungsi, Sifat dan Jenis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Sistem Satuan Internasional : Pengertian, Macam, Konversi & Tabelnya Lengkap

Baca Juga :  √ Afiksasi : Pengertian, Jenis - Jenis dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Sistem Pemerintahan Semipresidensial : Pengertian, Ciri, Contoh Negara yang Menganut, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

Baca Juga :  √ Konferensi Inter Indonesia : Pengertian, Latar Belakang, Tujuan & Hasilnya Terlengkap