√ Tsunami : Pengertian, Dampak, Penyebab, Tanda, Ciri dan Jenis Terlengkap

Diposting pada

√ Tsunami : Pengertian, Dampak, Penyebab, Tanda, Ciri dan Jenis Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Tsunami.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Tsunami? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Tsunami : Pengertian, Dampak, Penyebab, Tanda, Ciri dan Jenis Terlengkap
√ Tsunami : Pengertian, Dampak, Penyebab, Tanda, Ciri dan Jenis Terlengkap

 

Pengertian Tsunami

 

Tsunami bersumber dari bahasa Jepang, yakni ‘tsu dan ‘nami’ yang memiliki artian secara literal ialah gelombang besar pada sebuah dermaga.

Secara kata, definisi tsunami secara umum bisa diartikan menjadi pergeseran air yang ditimbulkan oleh terbentuknya transformasi pada permukaan laut secara horizontal dan terjadi secara mendadak.

Ombak tsunami ialah jenis ombak yang bisa bergerak ke seluruh arah dengan antara hingga beribu-ribu kilometer, tidak asing apabila akibat yang dirasakan oleh bencana tersebut dapat menghantam seluruh kota.

Tidak sekadar jaraknya saja yang luas, tetapi ombak tsunami juga memiliki kecepatan antara 500 sampai 1000 km/jam, bahkan hal tersebut menyetarai kecepatan sebuah pesawat.

 

 

Ciri – Ciri Tsunami

 

  • Keadaan air di sekeliling pantai mendadak surut
  • Terbentuknya suara deru dari kejauhan yang cukup kencang
  • Sikap hewan yang absurd mislanya burung yang mengarah tengah lautan, hewan ternak yang tertampak terjadi stress
  • Terjadinya gempa bumi sebelum tsunami dengan asal dari dasar laut
  • Terjadinya gelombang yang tidak normal
  • Kondisi awan yang lebih berawan ketimbang umumnya
  • Listrik yang hidup biarpun tidak terdapat sirkulasi listrik karena terjadi gelombang elektromagnetik

 

 

Tanda – Tanda Terjadinya Tsunami

 

  • Terjadinya gempa atau getaran yang berpusat dari bawah laut
  • Air laut tiba-tiba surut
  • Tanda- tanda alam yang tidak biasa, seperti perilaku hewan yang aneh. Contohnya segerombolan kelelawar keluar disiang hari dengan jumlah yang tidak wajar, burung-burung beterbangan yang baisanya tidak pernah seperti itu dan lain sebagainya.
  • Terdengar suara gemuruh yang keras dari dalam laut.

 

 

Dampak Negatif Tsunami

 

  • Memakan banyak korban manusia dan hewan
  • Merusak infrastruktur bangunan, tumbuhan, dan apa saja yang dilalui oleh gelombangnya
  • Mengeluarkan banyak dana pemerintah untuk pembangunan pasca tsunami
  • Dapat menambah tingkat kemiskinan
  • Memakan harta benda

 

 

Dampak Positif Tsunami

 

  • Rasa gotong royong semakin meningkat
  • Sebagai bahan pembelajaran jika terjadi tsunami lagi
  • Dapat melakukan identifikasi seberapa kuat konstruksi bangunan yang terkena dampak
  • Lapangan pekerjaan meningkat pasca tsunami

 

 

Proses Terjadinya Tsunami

 

Tsunami bisa terjadi disebabkan gangguan yang dapat menyebabkan perpindahan air dalam jumlah yang besar, seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor atau meteorit yang jatuh menimpa permukaan bumi. Namun, 90 % tsunami disebabkan oleh gempa yang berpusat di bawah laut.

Gerakan vertikal di kerak bumi bisa menyebabkan kenaikan dasar laut atau menjatuhkan secara mendadak, yang mampu mengakibatkan gangguan keseimbangan air di dalamnya.

Kondisi ini mengakibatkan aliran energi air laut, yang ketika tiba di pantai menjadi gelombang tsunami yang dihasilkan besar.

Kecepatan gelombang tsunami bergantung pada kedalaman laut tempat sumber gempa terjadi, dimana kecepatannya mampu mencapai ratusan kilometer per jam. Ketika tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi berkurang.

Di tengah, tinggi gelombang tsunami laut hanya mencapai beberapa sentimeter sampai beberapa meter. Akan tetapi, saat mencapai pantai, tinggi gelombang mampu mencapai puluhan meter karena ditambah jumlah air di sebelumnya.

Ketika tsunami mencapai pantai, gelombang akan menjalar menjauhi dari garis pantai dengan jangkauan beberapa ratus meter bahkan dapat mencapai beberapa kilometer.

 

 

Jenis – Jenis Tsunami

 

1. Tsunami Lokal

Tsunami jenis pertama ini dapat menyebabkan kerusakan dengan jarang yang cukup dekat. Penyebab dari tsunami lokal ini adalah adanya gempa yang terjadi pada kedalaman 100 km. Kedatangan tsunami lokal ini kurang lebih 1 jam dari datangnya gempa, bahkan bisa kurang dari 10 menit.

 

2. Tsunami Regional

Berbeda dengan tsunami lokal, tsunami regional ini memberikan dampak kerusakan dengan lingkup regional atau lebih luas bisa mencapai 100 – 1000 km. Gelombang tsunami akan datang ke darat dalam waktu 1 – 3 jam sehingga bisa dibayangkan dampak akan cukup parah.

 

3. Tsunami Jarak Jauh

Tsunami jarak jauh ini merupakan jenis tsunami Aceh 2004, biasa juga disebut dengan tele-tsunami. Bencana alam yang dahsyat ini ternyata dapat mencapai jarak lebih dari 1000 km dari daratan. Kedatangan gelombang tsunami pada jenis ini mempunyai durasi yang cukup lama namun dampaknya juga sangat besar.

 

 

Penyebab Terjadinya Tsunami

 

1. Gempa di Bawah Laut

Gempa bumi yang terjadi di bawah laut merupakan penyebab paling sering terjadinya tsunami. Gerakan vertikal pada kerak bumi (gempa) dapat menyebabkan dasar laut naik atau turun secara mendadak, yang menyebabkan gangguan keseimbangan air yang ada di atasnya.

Kondisi ini mengakibatkan terjadinya aliran energi laut, yang ketika tiba di pantai menjadi tsunami. Walaupun demikian, tidak semua gempa yang terjadi di bawah laut mampu menyebabkan tsunami.

Gempa bumi bawah laut yang menyebabkan terjadinya tsunami adalah gempa bumi yang memenuhi kriteria yakni seperti berikut :

  • Pusat gempa kurang dari 30 kilometer dibawah permukaan laut
  • Gempa bumi yang berkekuatan minimal 6,5 SR
  • Gempa bumi yang diakibatkan pola sesar naik atau turun

 

2. Meletusnya Gunung Berapi

Gunung berapi banyak terdapat di seluruh penjuru dunia. Letusan dari gunung berapi mampu menyebabkan terjadinya gempa vulkanik (gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi).

Meskipun sangat jarang terjadi, tsunami yang disebabkan letusan gunung berapi berdampak sangat dahsyat. Ditambah lagi jika posisi gunung berapinya ada di bawah laut.

 

3. Longsor di Bawah Laut

Longsor bawah laut umumnya terjadi akibat hantaman antara lempeng benua dan lempeng samudera yang disebabkan gempa dan perubahan air laut. Keadaan ini membentuk paling laut secara tiba-tiba mempengaruhi pergerakan volume air yang mendadak.

Pada skala tertentu bisa menyebabkan tsunami. Ciri-ciri tsunami yang disebabkan oleh longsor bawah laut adalah gempa yang berskala kecil tapi mampu mengakibatkan tsunami yang dahsyat.

 

4. Hantaman Meteor

Tsunami juga bisa terjadi akibat jatuhnya meteor ke lautan. Selain itu, meteor yang jatuh ke permukaan laut juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan lempeng di bawah laut yang menimbulkan terjadinya gempa. Hal ini jarang terjadi, akan tapi berakibat tejadinya tsunami yang sangat besar.

 

5. Ulah Manusia

Beberapa ulah manusia juga memungkinkan untuk merusak bumi. Misalnya, untuk menguji senjata untuk perang seperti bom nuklir. Jika pengujian tersebut dilakukan di lautan, hal ini berpotensi menimbulkan gempa di bawah laut yang berpotensi menimbulkan tsunami.

 

 

Cara Penanggulangan Tsunami

 

  • Berlarilah mengarah ke kawasan tertinggi sesudah mengendus terdapatnya suara deru yang sangat keras di lautan di pantai.
  • Iringi petunjuk dari pemerintah setempat, jangan pulang ke kawasan yang rendah sebelum pemerintah memberitahukan kondisi aman pada bencana tsunami.
  • Apabila sedang berlangsungnya tsunami, saling tolong menolong walaupun tidak mengetahui tolonglah korban yang terjadi luka berat maupun luka ringan.
  • Bermukimlah di posko penanggulangan bencana dan tidak gelisah secara berlebihan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Tsunami : Pengertian, Dampak, Penyebab, Tanda, Ciri dan Jenis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ OJK (Otoritas Jasa Keuangan) : Pengertian, Wewenang, Asas, Tugas, Tujuan dan Misi Terlengkap

Baca Juga :  √ Filtrasi : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Prinsip, Faktor, Metode, Jenis dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Propaganda : Pengertian, Tujuan, Contoh, Metode, Sifat dan Jenis Terlengkap

Baca Juga :  √ Terbentuknya Kepulauan Indonesia : Sejarah, Proses, Faktor & Manfaatnya Lengkap