√ Aurora : Pengertian, Proses, Faktor Penyebab dan Jenis Terlengkap

Diposting pada

√ Aurora : Pengertian, Proses, Faktor Penyebab dan Jenis Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Aurora.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Aurora? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Aurora : Pengertian, Proses, Faktor Penyebab dan Jenis Terlengkap
√ Aurora : Pengertian, Proses, Faktor Penyebab dan Jenis Terlengkap

 

Pengertian Aurora

 

Aurora merupakan salah satu fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).

 

 

Penyebab Terjadinya Aurora

 

1. Sun Spot (Bintik Matahari)

Bintik matahari merupakan area gelap atau hitam dan area dingin di permukaan matahari yang dinamai fotosfer dan termasuk salah satu fenoma unik matahari.

Fotosfer sendiri termasuk dari beberapa bagian matahari. Sun Spot ini dapat berukuran sangat besar, sekitar 50.000 kilometer. dan Sun Spot terjadi disebabkan adanya interaksi pada medan magnet matahari yang tidak sempurna.

 

2. Kutub Medan Magnet

Daerah kutub yakni suatu pusat dari medan magnet bumi. Saat partikel yang masuk dan terjebak di Sabuk Van Allen, partikel-partikel tersebut akan terbawa oleh angin menuju kutub medan magnet bumi (ini alasannya fenomena aurora hanya terjadi di kutub).

 

3. Partikel Proton dan Elektron

Proton dan elektron ialah sebuah unsur-unsur pembentuk atom, Proton posisinya berada di inti atom, sedangkan elektron berada di luar lapisan atom.

Proton serta elektor akan di bawa oleh angin surya. Pada lapisan tersebut posisi cahaya aurora terjadi. itulah alasannya kenapa aurora terjadi di tempat yang tinggi.

 

4. Mengganggu Jaringan Telekomunikasi

  • Sebuah gelombang seperti gelombang radio itu akan dipancarkan ketitik tertentu di udara.
  • Gelombang yang dipancarkan itu merupakan salah satu dari bagian spektrum elektromagnetik.
  • Gelombang dengan panjang tertinggi itu akan menyentuh lapisan udara (di atmosfer).
  • Setelah barulah dipantulkan kembali.
  • Pada terjadinya aurora yang merupakan suatu bentuk terbenturnya antara proton dan juga atmosfer bumi maka titik-titik atmosfer yang terdapat di bumi akan terganggu.
  • Gangguan tersebut juga akan melubangi lapisan atmosfer, sehingga gelombang elektromagnetif yang pada awalnya dipantulkan justru akan dilanjutkan keluar angkasa.
  • Sebagai akibatnya sinyal terserbut tidak akan kembali ke bumi serta tidak ada sinyal yang diterima oleh radio, televisi dan juga alat elektronik lainnya yang memiliki basisfrekuensi.

 

5. Dapat Mengganggu GPS

Fenomena aurora selain mengganggu frekuensi juga bisa menggangu pada sistem GPS. Salah satunya adalah sistem GPS yang dimiliki oleh WAAS salah satu perusahaan di Amerika Serikat. Gangguan yang terjadi itu terjadi selama kurang lebih 30 jam.

 

 

Proses Terjadi Aurora

Aurora sebagai cahaya yang terbentuk dari udara yang disebabkan oleh atom-atom dan molekul yang bertumbukan dengan partikel yang mempunyai muatan, utamanya elektron dan proton yang bersumber dari dalam Matahari.

Partikel-partikel yang dilemparkan oleh matahari dengan kecepatan lebih dari 500 mil/detik akan terhisap oleh medan magnet bumi yang berada di sekitar kutub Utara dan Kutub Selatan.

Warna-warna yang terjadi pada aurora dikarenakan terdapat benturan partikel dan molekul maupun atom yang berbeda. Seperti pada aurora warna hijau yang terbuat antara benturan partikel elektron dan molekul nitrogen.

Aurora warna cerah merah terjadi karena benturan antara partikel elektron serta atom oksigen. Bagian yang paling utama dari mekanisme aurora yaitu angin matahari atau angin surya.

 

 

Jenis – Jenis Aurora

 

1. Aurora Borealis

Aurora Borealis ialah salah satu jenis aurora yang terjadi di daerah sebelah utara, aurora ini dinamai berdasarkan nama Dewi Fajar Roma, Aurora, dan juga nama Yunani untuk angin utara, Boreas.

Ini dikarenakan di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari mau terbit dari arah itu.

Aurora borealis selalu terjadi di antara bulan September dan juga Oktober dan Maret dan April. Aurora Berealis bisa dilihat di daerah antartika dimana negara Utara Kanada, Alaska, Rusia, serta Skandinavia.

 

2. Aurora Australis

Aurora Australis yaitu suatu jenis fenomena aurora di sebelah Selatan yang memiliki sifat-sifat yang hampir serupa dengan aurora borealis. Seperti namanya, aurora ini sering terjadi di belahan bumi bagian selatan.

Maka tidak heran namanya seperti negara didekat kutub selatan, yaitu Australia. Akan tetapi, kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di daerah yang beriklim tropis. Aurora jenis ini pernah ada di gunung tertinggi di Indonesia.

 

 

Fakta Khas Mengenai Aurora

  • Aurora tidak saja berlangsung di planet Bumi saja, namu terdapat juga berlangsungnya di Planet di Tata Surya lainnya, seperti planet Jupiter dan sebagainya.
  • Aurora bisa bergerak dari sebelah utara ke kawasan sisi lebih selatan.
  • Aurora bertemperatur dingin, sehingga penampilan di langit yang benar-benar sama dengan api, aurora bagaikan api dingin.
  • Aurora akan bertambah baik jika dilihat memakai kamera canggih.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Aurora : Pengertian, Proses, Faktor Penyebab dan Jenis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Daftar Pustaka : Pengertian, Fungsi, Unsur, Syarat & Contohnya Lengkap

Baca Juga :  √ Moral : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Jenis dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ 34 Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli Terlengkap

Baca Juga :  √ Notulen : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Cara Membuat dan Contoh Terlengkap