√ 15 Sistematika Karya Tulis Ilmiah Terlengkap

Diposting pada

√ 15 Sistematika Karya Tulis Ilmiah Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Karya Tulis Ilmiah.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Karya Tulis Ilmiah? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ 15 Sistematika Karya Tulis Ilmiah Terlengkap
√ 15 Sistematika Karya Tulis Ilmiah Terlengkap

 

Sistematika Karya Tulis Ilmiah

 

1. Latar Belakang Masalah

Dalam hal ini mengandung alasan mengapa peneliti harus mengambil penelitian ini untuk diteliti olehnya. Suatu gejala atau peristiwa tertentu yang terlihat bisa dijadikan suatu latar belakang permasalahan.

 

2. Identifikasi Masalah

Dengan dasar latar belakang masalah yang muncul itu, maka bisa diidentifikasi berbagai macam masalah lain yang timbul. Hal ini sangat penting untuk memilih dan menentukan masalah yang akan ditulis.

 

3. Pembatasan Masalah

Kualitas suatu karya ilmiah tidak berada pada banyaknya masalah yang diambil, tetapi lebih kepada sebarapa dalam karya tersebut mengupas permasalahan yang ada. Untuk itu, maslaah haruslah dibatasi supaya penulis bisa merumuskan masalahnya dengan jelas.

 

4. Perumusan Masalah

Merupakan pertanyaa yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti. Perumusan masalah biasanya menggunakan kalimat Tanya.

 

5. Tujuan Penelitian

Haruslah karya ilmiah mengungkapkan tujuan penelitiannya secara lengkap, operasional, dan konsisten dengan perumusan masalah yang sudah dikemukakan sebelumnya. Tujuan penelitian memperoleh jawaban atas masalah yang telah dirumuskan.

 

6. Manfaat Penelitiaan

Bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan penelitian lebih lanjut. Manfaat praktis menyangkut kegunaan praktis penelitian tersebut.

 

7. Landasan Teoritis

Merupakan pengkajian ilmiah terhadap pengetahuan yang telah ada. Kajian tersebut berbentuk hukum, konsep, dan prinsip-prinsip yang relevan dengan permasalahan. Teori yang dikutip haruslah bersumber dan dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam landasan teori, juga harus pula dikaji mengenai penelitian yang rleevan atau berhubungan dengan pernelitian saat ini.

Penelitiaan yang relevan tersebut diperlukan untuk melihat bahwa penelitian yang sebelumnya memiliki unsur-unsur yang dapat mendukung penelitian saat ini.

 

8. Kerangka Pemikiran

Merupakan arahan penalaran saat penulis menyusun penelitiannya. Kerangka pemikiran ini berguna untuk mewadahi teori-teori yang dikutip menjadi rangkaian yang utuh yang mengarah pada hasil sementara.

Menyusun kerangka pemikiran berarti menyusun argumen yang raisonal didasarkan atas teori-teori yang telah diungkapkan. Jawaban sementara atas masalah disebut dengan hipotesis.

Hipotesis yakni sebuah jawaban sementara atas permasalahan yeng sedang diteliti. Hipotesis disusun berdasarkan teori yang sudah dikaji dengan kerangka pemikiran tertentu. hipotesis dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan.

 

9. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat peneilitan harus disampaikan secara jelas. Waktu penelitian harus disampaikan dari pengajuan judul sampai dengan penulisan laporan penelitian.

 

10. Metodologi Penelitian

Merupakan cara untuk mencapai tujuan penelitian. Metode penelitian ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian.

 

11. Populasi dan Sampel

Populasi ialah besarnya cakupan responden penelitian yang ingin diteliti. Sedangkan sampel penelitian ialah segelintir responden yang dianggap sudah mewakili populasi penelitian, sehingga penelitian menjadi tidak memakan waktu dan biaya yang terlalu banyak.

 

12. Uji Persyaratan Analisis

Sebelum data dilakukan analisis, maka ada perlunya data tersebut diuji terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan uji asumsi dan uji statistik.

 

13. Pembahasan Hasil Analisis Data

Dibahas dengan menggunakan bahasa ilmiah sesuai dengan bidang studi yang diminati berdasarkan konsep-konsep yang telah diutarakan.

 

14. Simpulan Penelitian

Merupakan perangkuman atas semua yang telah ditulis dalam suatu karya tulis ilmiah. Rangkuman bersifat sistetis dan sistematisuntuk menarik simpulan yang bersifat umum dari variabel-variabel yang diteliti.

 

15. Saran Penelitian

Dibuat berdasarkan kesimpulan penelitian yang telah ditulis sebelumnya. Saran berisi pemecahan masalah yang diteliti atau tindak lanjut penelitian sehingga lebih operatif.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 15 Sistematika Karya Tulis Ilmiah Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Demokrasi Liberal : Pengertian, Ciri, Latar Belakang, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap
Baca Juga :  √ Sumber Energi : Pengertian, Macam, Manfaat & Contohnya Lengkap
Baca Juga :  √ Sosialisasi Politik : Pengertian, Jenis, Fungsi, Sarana dan Materi Terlengkap
Baca Juga :  √ Komponen Biotik : Pengertian Dan Contohnya Secara Lengkap