√ Bulan : Pengertian, Struktur, Fase, Ciri, Sifat dan Hubungannya dengan Bumi Terlengkap

Diposting pada

√ Bulan : Pengertian, Struktur, Fase, Ciri, Sifat dan Hubungannya dengan Bumi Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Bulan.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Bulan? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Bulan : Pengertian, Struktur, Fase, Ciri, Sifat dan Hubungannya dengan Bumi Terlengkap
√ Bulan : Pengertian, Struktur, Fase, Ciri, Sifat dan Hubungannya dengan Bumi Terlengkap

 

Pengertian Bulan

 

Dalam bahasa Inggris, nama untuk satelit alami Bumi adalah moon. Kata benda moon berasal dari kata moone yang juga berkembang dari kata mone.

Sebutan lain untuk bulan dalam bahasa Inggris adalah lunar, yang berasal dari bahasa Latin Luna. Sedangkan sebutan lain yang jarang digunakan adalah selenic yang berasal dari bahasa Yunani Kuno Selene.

Bulan merupakan benda angkasa berbentuk bulat yang beredar mengelilingi bumi dalam suatu lintasan yang disebut garis edar atau orbit tertentu.

Oleh karena bulan selalu bergerak mengelilingi bumi kemanapun bumi bergerak maka bulan merupakan satelit bumi (satelit artinya pengikut). Selain bumi, planet-planet lain yang memiliki satelit adalah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Diameter bulan lebih kurang 3.476 km atau sekitar 1/4 diameter bumi, jarak rata-ratanya ke bumi sekitar 384.000 km. Periode revolusi bulan terhadap bumi sekitar 27,3 hari, sedangkan periode rotasinya sama dengan revolusinya, yaitu 27,3 hari atau satu bulan sideris, yaitu peredaran bulan mengelilingi bumi dalam suatu lingkaran penuh (360°).

 

 

Ciri – Ciri Bulan

  • Jaraknya dari bumi tidak konstan (kekal), tetapi berubah-ubah diantaranya :
  1. Jarak rata-rata 384.000 km dari bumi.
  2. Jarak terjauh 405.500 km dari bumi.
  3. Jarak terdekat 363.000 km dari bumi.
  • Garis tengahnya adalah 4.480 km.
  • Massanya adalah 1/8 x bumi.
  • Volumenya adalah 1/50 dari bumi.
  • Rotasi bulan (mengelilingi sumbunya) ialah 27 1/3 hari (sideris) dan 29 1/2 (sinodis).
  • Revolusi bulan (mengelilingi bumi) yaitu 27 1/3 (sideris) dan 29 1/2 hari (sinodis).

 

 

Struktur Bulan

 

1. Kerak Bulan

Kerak bulan yaitu suatu lapisan bulan yang paling luar yang melindungi lapisan dibawahnya.

 

2. Mantel bulan

Matel bulan merupakan salah satu lapisan dibawah kerak bulan yang menyelimuti lapisan inti.

 

3. Inti

Inti bulan berbeda dengan benda langit lainnya. Inti bulan terbagi menjadi dua yaitu inti luar dan inti dalam. Inti dalam bulan kaya akan besi yang berada pada radius sekitar 240 km. Sedangkan inti luarnya berupa fluida (cair) yang tersusun dari besi cair, dengan radius sekitar 300 km.

 

 

Fase – Fase Bulan

 

1. Fase Bulan Baru (New Moon)

Pada fase ini sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima cahaya dari matahari, sehingga Bulan tidak dapat terlihat dari bumi. Fase ini terjadi di hari pertama, ketika Bulan berada di posisi 0 derajat.

 

2. Fase Sabit Muda (Waxing Crescent)

Pada fase ini, kurang dari setengah bagian dari Bulan yang menyala. Selama fase ini berlangsung bagian bulan yang terlihat dari bumi semakin lama akan semakin besar.

Fase ini terjadi pada hari keempat ketika Bulan berada di posisi 45 derajat. Jika dilihat dari Bumi, maka terlihat penampakan bulan yang melengkung seperti sabit.

 

3. Fase Kuartal III (Third Quarter)

Pada fase ini bulan tampak seperti setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan ketika Bulan berada di posisi 90 derajat.

 

4. Fase 4 (Waxing Gibous)

Fase ini dimulai dengan setengah bagian yang tampak akan lebih besar. Jika diperhatikan dari bumi akan terlihat seperti cakram yang biasa disebut dengan bulan cembung. Fase ini terjadi pada hari kesebelas, ketika bulan berada pada posisi 135 derajat.

 

5. Fase bulan purnama (Full Moon)

Pada fase ini, Bulan berada pada sisi berlawanan dengan Bumi, sehingga cahaya Matahari sepenuhnya terkirim ke Bulan.

Fase ini terjadi di hari ke empat belas, ketika Bulan berada pada posisi 180 derajat. Fase ini bulan terlihat seperti lingkaran penuh atau sering dikenal dengan istilah bulan purnama.

 

6. Fase 6 (Wanning Gibous)

Pada fase ini bagian bulan yang dari bumi akan semakin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, ketika Bulan berada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

 

7. Fase Kuartal I (First Quarter)

Pada fase ini kembali terihat setengah bagian dari Bulan terlihat. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, ketika bulan berada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama seperti Bulan pada fase Kuartil III.

 

8. Fase Sabit Tua (Waning Crescent)

Pada fase ini Sebagian kecil dari bulan terlihat. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima, ketika Bulan berada pada posisi 315 derajat. Penampakan pada fase bulan terlihat sama seperti pada posisi 45 derajat. Bulan tampak seperti sabit.

 

 

Sifat dan Karakteristik Bulan

 

1. Permukaan Bulan

kita dapat melihat bulan dari bumi dengan cukup jelas tanpa teleskop dan binokular. Dapat dilihat bahwa Bulan memiliki permukaan yang kecerahannya tidak sama, tedapat bagian yang terang dan bagian yang gelap.

Secara kasat mata, Bulan seperti memiliki permukaan yang halus. Namun hal itu terbantahkan karena Galileo mendapati bahwa permukaan Bulan tidaklah rata, tetapi berbukit-bukit dan memiliki banyak kawah.

Dan karakteristik permukaan Bulan itu juga berhubungan dengan kecerahannya. Daerah yang tampak terang memiliki permukaan yang berbukit-bukit (dataran tinggi) dan penuh kawah, sedangkan daerah yang tampak lebih gelap adalah permukaan yang memiliki sedikit kawah. Dataran tinggi dibulan disebut mare.

 

2. Medan Gravitasi Bulan

Sebelumnya telah dilakukan pengukuran medan gravitasi bulan dengan menggunakan pelacakan pergeseran Doppler pada sinyal radio yang dipancarkan oleh pesawat ruang angkasa yang mengorbit Bulan.

Gravitasi bulan berbentuk konmas, anomali gravitasi positif yang terkait dengan beberapa basin tubrukan besar, sebagian disebabkan oleh aliran lava basaltik mare padat yang memenuhi basin tersebut.

Sering terjadi perdebatab mengenai gravitasi Bulan karena lava yang mengalir dengan sendirinya tidak bisa menjelaskan bentuk gravitasi Bulan, dan beberapa konmas yang ada sama sekali tidak terkait dengan vulkanisme mare.

 

3. Medan Magnet Bulan

Medan magnet yang dimiliki oleh bulan jauh lebih kecil dibandingkan dengan medan magnet bumi. Medan magnet eksternal bulan sekitar 1–100 nanotesla.

Bulan tidak memiliki medan magnet dipolar global, medan magnetnya dihasilkan oleh geodinamo inti logam cair, dan hanya memiliki magnetisasi kerak.

 

4. Atmosfer Bulan

Jika bumi memiliki atmosfer maka bukan sangat berbeda dengan bumi karena tidak memiliki atmosfer. Hal ini disebabkan karena bagian dalam Bulan terlalu dingin untuk hadirnya aktivitas vulkanik.

Aktivitas vulkanik termasuk salah satu penghasil gas dan pembentuk atmosfer di masa awal pembentukannya. Penyebab lain adalah karena massa Bulan terlalu kecil sehingga gaya gravitasi yang dihasilkan tidak cukup untuk menahan gas-gas yang terbentuk.

Kecepatan lepas di Bulan hanyalah 2,4 km/detik, bandingkan dengan kecepatan lepas di Bumi yang sebesar 11,2 km/detik.

Dengan kecepatan lepas sekecil itu, gas yang ada di Bulan dapat bergerak lepas dari pengaruh gravitasi Bulan, sehingga tidak ada udara di permukaannya.

 

5. Musim Bulan

Bulan memiliki kemiringan sumbu eliptika yang kecil hanya sekitar 1,5424°. Hal ini menyebabkan variasi iluminasi surya pada Bulan memiliki musim yang jauh lebih sedikit, dan detail topografi memiliki peran penting dalam efek perubahan musim.

Di bulan terdapat empat wilayah pegunungan di pinggiran kawah Peary di kutub utara Bulan, yang diduga tetap disinari oleh Matahari di sepanjang hari Bulan, menciptakan puncak cahaya abadi.

Sedangkan dikutub selatannya tidak terdapat wilayah seperti itu. Selain hal tersebut, di bulan juga terdapat wilayah yang tidak menerima cahaya secara permanen di bagian bawah kawah kutub, dan kawah-kawah gelap ini suhunya sangat dingin.

Suhu musim panas terendah di kawah kutub selatan mencapai 35 K dan ketika musim dingin suhunya hampir 26 K di kawah Hermite di kutub utara.

 

 

Hubungan Bumi dengan Bulan

  • Tanpa bulan, bumi berputar 10 jam sehari. Bumi berputar 23,5 derajat karena adanya bulan. Jika tidak ada bulan, maka bumi berputar dalam bentuk tegak lurus.
  • Seandainya tidak ada bulan, negara inggris hanya punya dua macam musim, yaitu musim semi dan musim gugur. Di daerah kutub utara dan selatan, matahari tidak bisa terlihat di langit.
  • Air laut di bumi mengalami pasang dan surut karena bulan.
  • Tanpa bulan, tidak akan muncul makhluk hidup di daratan bumi. Pasang surut air menyebabkan makhluk air belajar hidup di darat.
  • Bulan makin menjauh 3,8 cm setiap tahun gara-gara bumi berputar lebih lambat 16 detik tiap sejuta tahun.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Bulan : Pengertian, Struktur, Fase, Ciri, Sifat dan Hubungannya dengan Bumi Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Fungsi Batang : Pengertian, Struktur, Jenis & Sifatnya Lengkap
Baca Juga :  √ Debat : Pengertian, Tujuan, Ciri, Fungsi, Jenis dan Unsur Terlengkap
Baca Juga :  √ Flyer : Pengertian, Ciri, Fungsi, Ukuran, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap
Baca Juga :  √ Kelenjar Pituitari (Hipofisis) : Pengertian, Fungsi dan Bagian Strukturnya Terlengkap