√ Masa Orde Baru : Pengertian, Sejarah, Kebijakan, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

Diposting pada

√ Masa Orde Baru : Pengertian, Sejarah, Kebijakan, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Masa Orde Baru.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Masa Orde Baru? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Masa Orde Baru : Pengertian, Sejarah, Kebijakan, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap
√ Masa Orde Baru : Pengertian, Sejarah, Kebijakan, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

 

Pengertian Masa Orde Baru

 

Orde berasal dari bahasa Latin yaitu kata “ordo” yang berarti deretan, susunan, kelas, aturan, atau ketertiban.

Orde Baru ini yaitu sebuah sebutan untuk masa pemerintahan presiden Soeharto di Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Masa orde baru (ORBA) dimulai sejak tahun 1966 menggantikan orde lama yang merujuk pada era pemerintahan presiden Soekarno.

Orde baru merupakan salah satu penataan kembali kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia berlandaskan dasar negara, yaitu Pancasila dan UUD 1945.

 

 

Sejarah Orde Baru

Orde baru dapat terjadi karena di latar belakangi oleh peristiwa terjadinya kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap kebijakan yang di buat oleh pemerintah pada waktu itu.

Bahkan pada tanggal 30 September 1965 beberapa Jenderal TNI di culik, di siksa, dan di bunuh oleh para pemberontak PKI dan sempat mengakibatkan kekacauan di Indonesia.

Peristiwa pembunuhan Jenderal TNI tersebut menyebabkan munculnya kebencian masyarakat terhadap Partai Komunis Indonesia.

Berikutnya TNI dan masyarakat melakukan penangkapan dan pembantaian terhadap anggota – anggota PKI yang berada di seluruh Indonesia. Pada saat itu juga terjadi kerusuhan di berbagai lokasi sehingga keamanan negara Indonesia sangat rentan.

Hal tersebut tentunya berpengaruh pada kekuasaan presiden Soekarno yang semakin melemah dan membuat masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap presiden Soekarno.

Selain terjadi kerusuhan, masyarakat juga kerap melakukan demo di berbagai tempat. Pada saat itu para demonstran meminta beberapa tuntutan kepada pemerintah.

Tuntutan masyarakat tersebut diantaranya yakni :

  • Membubarkan PKI dan organisasi organisasi – organisasinya (Lekra, BTI, Pemuda Rakyat, Gerwani, dan lain sebagainya).
  • Bersihkan kabinet Dwikora daru unsur – unsur PKI.
  • Turunkan harga sembako.

Untuk menindaklanjuti tuntutan rakyat tersebut, presiden Soekarno kemudia melakukan reshuffle Kabinet Dwikora. Namun, upaya tersebut dianggap mengecewakan karena masih terdapat unsur komunis di dalam kabinet baru.

Pada masa genting tersebut akhirnya presiden Soekarno memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden. Tepat pada tanggal 11 Maret 1966 Soekarno menandatangani SUPERSEMAR, dimana isinya Soekarno menyerahkan mandatnya kepada Soeharto sebagai presiden Republik Indonesia.

Pada 22 Februari 1967 akhirnya Soeharta diangkat menjadi presiden RI ke-2 secara resmi, yaitu melalui Ketetapan MPRS No. XV / MPRS / 1966 dan sidang istimewa MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) pada tanggal 7 – 12 Maret 1967.

 

 

Kebijakan Orde Baru

 

1. Kebijakan Ekonomi

Pada tahun 1969, pemerintah ORBA mencanangkan program Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) untuk meningkatkan ekonomi nasional. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil menjadi negara dengan swasembada besar.

Menciptakan dan mewujudkan program trilogy pembangunan dimana tujuannya adalah agar ekonomi masyarakat merata di seluruh Indonesia.

 

2. Kebijakan Politik

  • Pembubaran Partai Komunis Indonesia beserta organisasi-organisasi pendukungnya, baik di tengah-tengah masyarakat maupun di dalam kabinet pemerintahan.
  • Penyederhanaan partai politik yang awalnya ada 10 partai menjadi hanya 3 partai politik saja, yaitu Golkar, PDI, dan PPP.
  • Militer memiliki peran dalam pemerintahan atau yang disebut dengan dwifungsi ABRI.
  • Pemerintah mewajibkan pendidikan Penataan P4 (Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila) di seluruh lapisan masyarakat.
  • Masuknya Irian Barat dan Timor Timur ke wilayah kesatuan Republik Indonesia.
  • Indonesia menggagas berdirian ASEAN dan beberapa kebijakan politik luar negeri, seperti: Pengakuan terhadap negara Singapura, Memperbaiki hubungan dengan negara Malaysia, Masuk Indonesia kembali menjadi anggota PBB.

 

3. Kebijakan Sosial

  • Pencanangan program Keluarga Berencana (KB)
  • Program transmigrasi
  • Gerakan wajib belajar
  • Gerakan orang tua asuh

 

 

Kelebihan Orde Baru

  • Berhasil menjalankan program Keluarga Berencana (KB) yang sebelumnya tidak pernah ada.
  • Meningkatnya jumlah masyarakat yang dapat membaca dan menulis.
  • Angka pengangguran semakin kecil.
  • Pada tahun 1996 Gros Domestic mengalami peningkatan produk perkapita Indonesia yang semula hanya $70 menjadi $100.
  • Kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan sudah terpenuhi dengan baik.
  • Meningkatnya keamanan negara Indonesia.
  • Munculnya program Wajib Belajar dan gerakan orang tua asuh.
  • Merencanakan dan melaksanakan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA)
  • Melakukan kerja sama dengan negara lain di bidang ekonomi dan menerima peminjaman dana dari luar negeri.

 

 

Kekurangan Orde Baru

  • Terjadinya korupsi secara besar – besaran di semua lapisan masyarakat.
  • Pembangunan hanya di lakukan di pusat kota, sehingga terjadi kesenjangan yang cukup besar antara masyarakat kota dengan masyarakat desa.
  • Kekuasaan yang terus berlanjut tanpa ada tanda – tanda akan mundur.
  • Masyarakat di berbagai daerah misalnya saja Papua dan Aceh merasa tidak puas karena tidak tersentuh pembangunan sama sekali.
  • Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) juga semakin marak karena pemerintahan pada saat itu menganggap bahwa kekerasan dapat menyelesaikan masalah.
  • Kebebasan pers dan berpendapat juga sangat di batasi, dimana banyak perusahaan koran dan majalah di tutup secara paksa karena tidak sepaham dengan pemerintahan pada waktu itu.
  • Terjadi kesenjangan sosial yang sangat tinggi di tengah – tengah masyarakat, dimana orang kaya akan mendapatkan hak lebih di bandingkan dengan orang yang tidak mampu.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Masa Orde Baru : Pengertian, Sejarah, Kebijakan, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Demokrasi Terpimpin : Pengertian, Ciri, Tujuan dan Dampak Terlengkap
Baca Juga :  √ Black Hole (Lubang Hitam) : Pengertian, Sejarah, Teori, Sifat dan Jenis Terlengkap
Baca Juga :  √ Kulit : Pengertian, Struktur, Bagian & Fungsinya Lengkap
Baca Juga :  √ Nomina : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap