√ Sistem Pemerintahan Semipresidensial : Pengertian, Ciri, Contoh Negara yang Menganut, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

Diposting pada

√ Sistem Pemerintahan Semipresidensial : Pengertian, Ciri, Contoh Negara yang Menganut, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Sistem Pemerintahan Semipresidensial.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Sistem Pemerintahan Semipresidensial? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Sistem Pemerintahan Semipresidensial : Pengertian, Ciri, Contoh Negara yang Menganut, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap
√ Sistem Pemerintahan Semipresidensial : Pengertian, Ciri, Contoh Negara yang Menganut, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

 


Pengertian Sistem Pemerintahan Semipresidensial

Pada sistem pemerintahan presidensial pula ada wakil presiden, apabila nantinya presiden berhenti di tengah masa jabatan maka wakil presidenlah yang akan menggantikan posisinya.

Presiden akan mempunyai menteri-menteri untuk membantunya dalam melaksanakan sistem pemerintahan sebuah negara.

Sistem Pemerintahan Parlementer ialah suatu sistem pemerintahan dimana anggota parlemen memegang peran penting dalam suatu negara.

Parlemen merupakan badan legislatif yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu.

Dalam sistem pemerintahan semipresidensial, presiden dipilih oleh rakyat sehingga presiden memiliki kekuasaan yang kuat, dalam menjalankan kekuasaannya presiden bersama dengan perdana menteri.

Sistem Pemerintahan Semipresidensial merupakan salah satu sistem pemerintahan yang menggabungkan kedua jenis sistem pemerintahan presidensial dengan sistem pemerintahan parlementer.

Sistem ini juga sering disebut dengan Sistem Pemerintahan Campuran atau sistem pemerintahan Dual eksekutif (Eksekutif Ganda).

Dalam sistem ini, presiden dipilih oleh rakyat dan melaksanaan tugas bersama-sama dengan perdana menteri.

 


Ciri – Ciri Pemerintahan Semipresidensial

 

1. Dilihat dari Presidensial

  • Kekuasaan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat.
  • Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.
  • Kekuasaan eksekutif tidak dapat dijatuhkan oleh legislatif.
Baca Juga :  √ Wawasan Nusantara : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Asas, Hakikat, Unsur dan Latar Belakangnya Terlengkap

 

2. Dilihat dari Parlementer

  • Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden.
  • Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
  • Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.

 


Kelebihan Sistem Pemerintahan Semipresidensial

  • Menggabungkan 2 (dua) jenis sistem pemerintahan dengan mengambil kelebihan dari masing-masing sistem pemerintahan tersebut.
  • Pemerintahan berjalan lebih stabil karena pusat kekuasaan tersebar dan tidak mudah terjadi perubahan secara tiba-tiba.
  • Presiden dan menteri tidak bisa dijatuhkan selama masa jabatannya sehingga dapat fokus dalam menjalankan program kerjanya.

 


Kekurangan Sistem Pemerintahan Semipresidensial

  • Suara rakyat terhadap pemegang kekuasaan terpilih kurang berpengaruh.
  • Sulit untuk mengetahui penyelewengan kekuasaan yang dilakukan.
  • Pemerintahan bisa dipengaruhi oleh partai politik jika pemegang kekuasaan diusung oleh partai tertentu.

 


Negara – Negara yang Menganut Sistem Pemerintahan Semipresidensial

  • Palestina
  • Perancis
  • Georgia
  • Romania
  • Russia
  • Tunisia
  • Ukraina

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Sistem Pemerintahan Semipresidensial : Pengertian, Ciri, Contoh Negara yang Menganut, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :