√ Aktualisasi Diri : Pengertian, Contoh, Aspek, Karakteristik, Faktor yang Mempengaruhi dan Indikator Terlengkap

Diposting pada

√ Aktualisasi Diri : Pengertian, Contoh, Aspek, Karakteristik, Faktor yang Mempengaruhi dan Indikator Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Aktualisasi Diri.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Aktualisasi Diri? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Aktualisasi Diri : Pengertian, Contoh, Aspek, Karakteristik, Faktor yang Mempengaruhi dan Indikator Terlengkap
√ Aktualisasi Diri : Pengertian, Contoh, Aspek, Karakteristik, Faktor yang Mempengaruhi dan Indikator Terlengkap

 


Pengertian Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri (self actualization) merupakan salah satu kebutuhan seseorang untuk mengembangkan, menggunakan dan memanfaatkan potensi, bakat dan kapasitas yang dimiliki untuk menghasilkan dan mewujudkan dirinya sebagai apa.

Kebutuhan meta kognisi yaitu sebuah kebutuhan estetik. Individu beraktualisasi adalah yang memiliki nilai being values yang berupa kemandirian, kejujuran, kebaikan, keindahan, keutuhan, perasaan hidup, keunikan, kesempurnaan, kelengkapan, keadilan, kesederhanaan, totalitas, membutuhkan sedikit usaha, dan memiliki rasa humor.

 


Indikator Kebutuhan Aktualisasi Diri

  • Kebutuhan Pertumbuhan (Growth Need) ialah sebuah kebutuhan pertumbuhan adalah kebutuhan untuk mengetahui dan memahami sesuatu, untuk tumbuh dan berkembang dengan dihargai orang lain.
  • Kebutuhan Pencapaian Potensi seseorang (Achieving One’s Potential) merupakan berbagai kebutuhan seseorang untuk bisa mengembangkan potensi, kemampuan, dan bakat yg ada dalam dirinya secara maksimal.
  • Kebutuhan Pemenuhan diri (Self-Fulfillment) yakni salah satu kebutuhan untuk dapat memenuhi keberadaan diri dengan memaksimalkan penggunaan kemampuan dan potensi yg ada dalam dirinya.
  • Kebutuhan Dorongan yaitu suatu dorongan dalam diri individu untuk bisa mempertahankan keberadaan dirinya sesuai dengan potensi yg dimilikinya.

 


Faktor Yang Mempengaruhi Aktualisasi Diri

 

1. Faktor Internal

  • Ketidaktahuan akan potensi diri.
  • Perasaan ragu dan takut mengungkapkan potensi diri, sehingga potensinya tidak dapat terus berkembang.
  • Potensi diri, yaitu modal yang perlu diketahui, digali dan dimaksimalkan. Sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi yang ada dalam diri kita kemudian mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji.

 

2. Faktor Eksternal

  • Budaya masyarakat yang tidak mendukung upaya aktualisasi potensi diri seseorang karena perbedaan karakter yaitu pada kenyataannya lingkungan masyarakat tidak sepenuhnya menunjang upaya aktualisasi diri warganya.
  • Faktor lingkungan ialah suatu lingkungan masyarakat berpengaruh terhadap upaya mewujudkan aktualisasi diri. Aktualisasi diri bisa dilakukan jika lingkungan mengizinkannya. Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis.
  • Pola asuh yang dapat menjadi pengaruh keluarga dalam pembentukan aktualisasi diri anak sangat berarti. Banyak faktor dalam keluarga yang ikut berpengaruh dalam proses perkembangan anak. Salah satu faktor dalam keluarga yang berperan penting dalam pengaktualisasian diri yaitu praktik pengasuhan anak.
Baca Juga :  √ Past Future Continuous Tense : Pengertian, Fungsi dan Rumus Terlengkap

 


Karakteristik Aktualisasi Diri

 

1. Mampu Melihat Realitas Secara Lebih Efisien

Sikap ini akan membuat seseorang untuk mampu mengenali kebohongan, kecurangan, kepalsuan, yang dilakukan orang lain, juga mampu menganalisis secara kritis, logis dan mendalam terhadap segala fenomena alam dan kehidupan.

 

2. Penerimaan Terhadap Diri Sendiri dan Orang Lain Apa Adanya

Orang yang sudah mengaktualisasikan dirinya akan melihat orang lain seperti melihat dirinya sendiri yang penuh dengan kekurangan dan kelebihan.

Sifat tersebut akan menghasilkan sikap toleransi yang tinggi terhadap orang lain juga kesabaran yang tinggi dalam menerima diri sendiri dan orang lain.

 

3. Spontanitas, Kesederhanaan dan Kewajaran

Orang yang mengaktualisasikan dirinya dengan benar ditandai dengan segala tindakan, perilaku dan gagasannya dilakukan secara spontan, wajar, dan tidak dibuat-buat.

 

4. Terpusat pada Persoalan

Orang yang mengaktualisasikan diri seluruh pikiran, perilaku, dan gagasannya bukan didasarkan untuk kebaikan dirinya saja, tapi juga didasarkan apa kebaikan dan kepentingan yang dibutuhkan umat manusia.

 

5. Membutuhkan Kesendirian

Pada umumnya orang yang sudah mencapai aktualisasi diri cenderung memisahkan diri.

Sikap tersebut didasarkan atas persisnya mengenai sesuatu yang ia anggap benar, tetapi tidak bersifat egois dan tidak bergantung pada pikiran orang lain.

 

6. Otonomi, Kemandirian terhadap Kebudayaan dan Lingkungan

Orang yang sudah mencapai aktualisasi diri tidak menggantungkan diri pada lingkungannya ia bisa melakukan apa saja dan di mana saja tanpa dipengaruhi oleh lingkungan baik situasi dan kondisi yang mengelilinginya.

 

7. Kesegaran dan Apresiasi yang Berkelanjutan

Merupakan suatu manifestasi dari rasa syukur atas segala potensi yang dimiliki pada orang yang mampu mengaktualisasikan dirinya.

Ia akan diselimuti perasaan senang, kagum, dan tidak bosan terhadap segala apa yang ia miliki.

Baca Juga :  √ Rubrik : Pengertian, Syarat, Manfaat, Tujuan dan Jenis Terlengkap

 

8. Kesadaran Sosial

Orang yang mampu mengaktualisasikan diri, jiwanya diliputi perasaan empati, iba, kasih sayang, dan ingin membantu orang lain.

Perasaan tersebut ada meski orang lain berperilaku jahat terhadap dirinya. Dorongan ini akan memunculkan kesadaran sosial dimana ia memiliki rasa untuk bermasyarakat dan menolong orang lain.

 

9. Hubungan Interpersonal

Orang yang mampu mengaktualisasikan diri memiliki kecenderungan untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

Hubungan interpersonal tersebut tidak didasari perasaan cinta, kasih sayang, dan kesabaran meski orang tersebut mungkin tidak cocok dengan perilaku masyarakat di sekelilingnya.

 

10. Demokratis

Orang yang mampu mengaktualisasikan diri mempunyai sifat demokratis. Sifat tersebut dimanifestasikan dengan perilaku yang tidak membedakan orang lain berdasarkan golongan, etis, agama, suku, ras, status sosial-ekonomi, partai dan lain sebagainya.

 

11. Rasa Humor yang Bermakna dan Etis

Rasa humor orang yang mengaktualisasikan diri berbeda dengan humor yang menghina kebanyakan orang.

Ia tidak akan tertawa terhadap humor yang menghina, merendahkan, bahkan menjelekkan orang lain.

 

12. Kreativitas

Orang yang mengaktualisasikan diri memiliki sikap kreativitas tanpa tendensi atau pengaruh dari manapun dan siapapun.

Kreativitas ini diwujudkan dalam kemampuannya melakukan inovasi yang spontan, asli, tidak dibatasi oleh lingkungan maupun orang lain.

 

13. Independensi

Orang yang mengaktualisasi diri mampu mempertahankan pendirian dan keputusan yang ia ambil. Tidak goyah atau terpengaruh berbagai guncangan atau kepentingan.

 

14. Pengalaman Puncak

Orang yang mengaktualisasikan diri akan memiliki perasaan yang menyatu dengan alam.

 


Aspek – Aspek Aktualisasi Diri

 

1. Kreativitas (Creativity)

Yaitu salah satu sikap yang diharapkan ada pada orang yang beraktualisasi diri. Sifat kreatif nyaris memiliki arti sama dengan kesehatan, aktualisasi diri dan sifat manusiawi yang penuh.

Sifat-sifat yang dikaitkan dengan kreativitas ini adalah fleksibilitas, spontanitas, keberanian, berani membuat kesalahan, keterbukaan dan kerendahan hati.

 

2. Moralitas (Morality)

Merupakan sebuah kemampuan manusia melihat hidup lebih jernih, melihat hidup apa adanya bukan menurutkan keinginan. Kemampuan melihat secara lebih efisien, menilai secara lebih tepat manusiawi secara penuh yang ternyata merembes pula ke banyak bidang kehidupan lainnya.

Baca Juga :  √ 9 Pengertian Aktualisasi Diri Menurut Para Ahli Terlengkap

 

3. Penerimaan Diri (Self Acceptance)

Banyak kualitas pribadi yang dapat dirasakan di permukaan yang tampak bervariasi dan tidak berhubungan kemudian dapat dipahami sebagai manifestasi atau turunan dari sikap yang lebih mendasar yaitu relatif kurangnya rasa bersalah, melumpuhkan rasa malu dan kecemasan dalam kategori berat.

 

4. Spontanitas (Spontaneity)

Aktualisasi diri manusia dapat digambarkan sebagai relatif spontan pada perilaku dan jauh lebih spontan daripada di kehidupan batin, pikiran, impuls, dan lain lain, perilaku ini ditandai dengan kesederhanaan, kealamian dengan kurangnya kesemuan ini tidak selalu berarti perilaku konsisten yang tidak konvensional.

 

5. Pemecahan masalah (Problem Solving)

Yakni individu akan lebih menghargai keberadaan orang lain dalam lingkungannya.

Dengan beberapa pengecualian dapat dikatakan bahwa objek biasanya bersangkutan dengan isu-isu dasar dan pertanyaan dari jenis yang telah dipelajari secara filosofis atau etika.

 


Contoh Aktualisasi Diri

  • Mengikuti olimpiade science nasional untuk meningkatkan potensi kemampuan dalam diri.
  • Pemberian pekerjaan yang lebih menantang dari manager kepada bawahannya.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Aktualisasi Diri : Pengertian, Contoh, Aspek, Karakteristik, Faktor yang Mempengaruhi dan Indikator Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :