√ Bullying : Pengertian, Ciri, Penyebab, Dampak, Bentuk, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Bullying : Pengertian, Ciri, Penyebab, Dampak, Bentuk, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Bullying.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Bullying? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Bullying : Pengertian, Ciri, Penyebab, Dampak, Bentuk, Jenis dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Bullying

Bullying atau Penindasan merupakan salah satu penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaaan untuk menylahgunakan atau mengintimidasi orang lain.

Hal tersebut meliputi pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan bisa diarahkan berulang pada korban tertentu atas dasar agama, kemampuan, gender, ras dan lain sebagainya.

Secara etimologi kata “bully” berarti penggertak, orang yang mengganggu yang lemah. Bullying dalam bahasa Indonesia disebut “menyakat” yang artinya mengganggu, mengusik, dan merintangi orang lain.

 


Pengertian Bullying Menurut Para Ahli

 

1. Sejiwa

Bullying yaitu salah satu situasi di mana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekuasaan fisik maupun mental yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok, dan dalam situasi ini korban tidak mampu membela atau mempertahankan dirinya.

 

2. Wicaksana

Bullying yakni suatu kekerasan fisik dan psikologis jangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok, terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan dirinya dalam situasi di mana ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang itu atau membuat dia tertekan.

 

3. Rigby

Bullying ialah berbagai hasrat untuk menyakiti yang diperlihatkan ke dalam aksi secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan secara senang bertujuan untuk membuat korban menderita.

 

4. Black dan Jackson

Bullying merupakan semua erilaku agresif tipe proaktif yang di-dalamnya terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti, atau menyingkirkan, adanya ketidakseimbangan kekuatan baik secara fisik, usia, kemampuan kognitif, keterampilan, maupun status sosial, serta dilakukan secara berulang-ulang oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain.

 

5. Olweus

Bullying yaitu sebuah tindakan atau perilaku agresif yang disengaja, yang dilakukan oleh sekelompok orang atau seseorang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah atau sebagai sebuah penyalahgunaan kekuasaan/kekuatan secara sistematik.

Baca Juga :  √ Antibodi : Pengertian, Fungsi, Sifat, Jenis dan Struktur Terlengkap

 

6. Stopbullying.gov

Bullying yakni sebuah perilaku agresif yang tidak diinginkan di antara anak-anak usia sekolah.

Bullying melibatkan ketidakseimbangan kekuatan yang nyata atau yang dirasakan (oleh korban maupun pelaku).

Perilaku bullying berpotensi diulangi seiring berjalannya waktu dan berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang baik untuk korban maupun pelaku.

 

7. Bullying.co.uk

Bullying sebagai perilaku berulang yang dimaksudkan untuk melukai seseorang baik secara emosional maupun fisik, bullying sering ditujukan pada orang tertentu karena ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, penampilan, hingga kondisi fisik seseorang.

 

8. Wikipedia

Bullying merupakan salah satu penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.

 


Ciri Pelaku Bullying

  • Hidup berkelompok dan menguasai kehidupan sosial siswa di sekolah.
  • Menempatkan diri ditempat tertentu di sekolah/sekitarnya.
  • Merupakan tokoh populer di sekolah.
  • Gerak-geriknya seringkali dapat ditandai, yaitu sering berjalan di depan, sengaja menabrak, berkata kasar, menyepelekan/melecehkan.

 


Ciri Korban Bullying

  • Secara Akademis ialah korban terlihat lebih tidak cerdas dari orang yang tidak menjadi korban atau sebaliknya.
  • Secara Sosial yakni korban terlihat lebih memiliki hubungan yang erat dengan orang tua mereka.
  • Secara Mental atau Perasaan adalah seorang korban melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang bodoh dan tidak berharga. Kepercayaan diri mereka rendah dan tingkat kecemasan sosial mereka tinggi.
  • Secara Fisik yaitu salah satu korban yang merupakan orang yang lemah, korban laki-laki lebih sering mendapat siksaan secara langsung, misalnya bullying fisik. Dibandingkan korban laki-laki, korban perempuan lebih sering mendapat siksaan secara tidak langsung misalnya melalui kata-kata atau bullying verbal.
  • Secara antar Perorangan merupakan walaupun korban sangat menginginkan penerimaan secara sosial, mereka jarang sekali untuk memulai kegiatan-kegiatan yang menjurus ke arah sosial. Anak korban bullying kurang diperhatikan oleh pembina, karena korban tidak bersikap aktif dalam sebuah aktivitas.

 


Faktor Penyebab Bullying

  • Pembully ingin dianggap dan dikenal berkuasa, karena mereka sebenarnya orang yang lemah.
  • Pembully biasanya tidak memiliki perhatian orang-orang di sekitarnya dan akhirnya mencari pehatian dengan menghina orang lain, dsb.
  • Para pembuly biasanya sudah pernah dibully dan mungkin menjadi korban kekerasan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  • Para pembuly biasanya berkelahi.
  • Para pembuly biasanya ingin terlihat kuat dan keren sebagai hasilnya, sering meniru tindakan kekerasan (film atau game).
Baca Juga :  √ AFNEI : Pengertian, Sejarah, Tugas dan Tujuan Terlengkap

 


Dampak Negatif Bullying

  • Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur dan masalah tersebut kemungkinan akan terbawa hingga korban dewasa.
  • Keluhan kesehatan fisik, seperti sakit perut, sakit kepala dan ketegangan otot.
  • Rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah.
  • Penurunan semangat belajar dan prestasi akademis.
  • Dalam kasus yang cukup langka, korban bullying mungkin akan menunjukkan sifat kekerasan.

 


Dampak Positif Bullying

  • Lebih kuat dan tegar menghadapi masalah.
  • Termotivasi untuk menunjukkan potensinya agar tidak direndahkan lagi.
  • Termotivasi untuk berintrospeksi diri sendiri.

 


Jenis – Jenis Bullying

 

1. Bullying Fisik

Bullying fisik atau physical bullying merupakan salah satu tindakan penindasan yang berkaitan dengan fisik. Tindakan ini dapat memberikan efek jangka pendek dan panjang.

Contoh :

  • Memukul
  • Menendang
  • Mendorong
  • Mencubit
  • Menyandung
  • Merusak properti

 

2. Bullying Verbal

Verbal bullying ialah sebuah tindakan bullying yang dilakukan melalui verbal.

Umumnya bullying jenis ini tidak berbahaya pada awalnya, tapi jika terus berlanjut dapat memengaruhi korban.

Contoh :

  • Memanggil nama
  • Menghina
  • Mengejek
  • Ucapan homophobia atau rasis
  • Pelecehan verbal

 

3. Bullying Sosial

Bullying sosial atau social bullying yaitu suatu jenis bullying yang sering kali terselubung. Tindakan ini bisa dilakukan pelaku tanpa harus terlihat oleh korban.

Contoh :

  • Menyebarkan gosip atau rumor yang tidak benar
  • Melempar lelucon jahat yang melakukan
  • Mengajak orang lain untuk mengucilkan seseorang
  • Memberikan ekspresi atau gestur tubuh yang mengancam atau menghina
  • Meniru dengan tujuan untuk menghina atau meremehkan

 

4. Cyber Bullying

Cyber bullying adalah segala sesuatu dari jenis penindasan yang terjadi di dunia maya.

Contoh :

  • Mengiring email atau pesan tertulis, gambar,dan video yang menyakitkan
  • Mengucilkan seseorang secara online
  • Menyebarkan gossip dan rumor buruk di dunia maya
  • Meniru orang lain atau menggunakan akun orang lain tanpa izin.

 


Cara Mengatasi Bullying

  • Ceritakan pada orang dewasa yang dapat dipercaya. Ceritakan pada orang tua maupun guru yang memiliki otoritas untuk menindaklanjuti perilaku bullying.
  • Abaikan penindas dan jauhi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, penindas akan merasa senang apabila mendapatkan reaksi seperti yang dia inginkan.
  • Tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Tunjukkan pada lingkungan sekitar bahwa Anda bukan orang yang lemah dan mudah untuk ditindas.
  • Bicara pada pelaku bullying. Tunjukkan bahwa apa yang dilakukan pelaku bukan hal yang baik dan bahkan berbahaya.
  • Bantu teman yang menjadi korban bullying. Jika menyaksikan perilaku bullying, jangan diam saja dan cobalah untuk memberi dukungan pada korban.
Baca Juga :  √ Wayang Orang : Pengertian, Ciri, Unsur, Tujuan dan Fungsi Terlengkap

 


Bentuk – Bentuk Bullying

 

1. Penindasan Fisik

Bentuk penindasan atau bullying ini dapat dilakukan secara kontak yang mengakibatkan sakit fisik, luka, cedera atau menderita fisik lainnya. Contoh bentuk bullying secara fisik adalah memukul, menendang dan lain sebagainya.

 

2. Penindasan Psikologis

Bentuk penindasan ini mengakibatkan suatu trauma psikologis, perasaan takut, depresi, kecemasan, stress dan juga gusar bagi yang menerima bullying.

 


Peran dan Skenario Bullying

  • Bully yaitu seorang pelaku langsung bullying. Siswa yang biasanya dikategorikan sebagai pemimpin, dia berinisiatif dan aktif terlibat dalam perilaku bullying.
  • Assisting the Bully yakni seseorang yang menemani temannya melakukan bullying. Dia juga terlibat aktif dalam perilaku bullying, namun ia cenderung bergantung mengikuti perintah bully.
  • Reinforcing the Bully adalah mereka yang mendukung temannya melakukan bullying. Ada ketika kejadian bullying terjadi, ikut menyaksikan, menertawakan korban, memprovokasi bully, mengajak siswa lain untuk menonton dan sebagainya.
  • Defender ialah orang-orang yang berusaha membela dan membantu korban, tetapi seringkali mereka menjadi korban juga.
  • Outsider merupakan orang-orang yang tahu bahwa hal itu terjadi, namun tidak melakukan apapun, seolah-olah tidak peduli pada korban karena takut menjadi korban bully selanjutnya.
  • Victim ialah orang yang juga seringkali menjadi sasaran bully. Mereka biasanya memiliki fisik yang lemah, dan memiliki suatu kekurangan sehingga sering menjadi korban bully.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Bullying : Pengertian, Ciri, Penyebab, Dampak, Bentuk, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :