√ Hormon Progesteron : Pengertian, Fungsi, Kekurangan dan Cara Kerja Terlengkap

Diposting pada

√ Hormon Progesteron : Pengertian, Fungsi, Kekurangan dan Cara Kerja Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Hormon Progesteron.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Hormon Progesteron? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Hormon Progesteron : Pengertian, Fungsi, Kekurangan dan Cara Kerja Terlengkap
√ Hormon Progesteron : Pengertian, Fungsi, Kekurangan dan Cara Kerja Terlengkap

 


Pengertian Hormon Progesteron

Hormon Progesteron merupakan salah satu hormon yang memiliki peran penting dalam siklus menstruasi dan dalam menjaga kehamilan pada tahap – tahap awal (trimester pertama). Bersama dengan hormon Estrogen, hormon ini juga dikenal sebagai hormon seks wanita.

Progesteron paling banyak dihasilkan oleh korpus luteum di ovarium selama paruh kedua siklus menstruasi, juga bisa dihasilkan oleh plasenta pada saat seorang wanita hamil, dan dihasilkan sedikit oleh kelenjar adrenal.

 


Fungsi Hormon Progesteron

  • Mengatur siklus menstruasi yaitu Sekresi Progesteron bersama dengan Estrogen secara bergantian akan memberikan mekanisme feedback atau umpan balik atau negatif terhadap Follicle Stimulating Hormone dan Luteizing Hormone
  • Mempersiapkan implantasi yakni Apabila terjadi pembuahan sel ovum oleh sel seperma, progesteron akan mempertebal dinding endometrium sehingga siap untuk proses implantasi
  • Mengentalkan secret vagina ialah Sekret yang kental dapat memberikan proteksi tambahan terhadap kemungkinan adanya
  • Menghambat kontraksi uterus merupakan Pada masa awal kehamilan progesteron dalam jumlah yang cukup dapat menghambat kontraksi uterus agar janin tidak lahir prematur atau mengalami.
  • Menurunkan Gairah Seksual adalah Pada masa awal kehamilan progesteron juga menurunkan gairah seksual, fungsi progesteron ini dibutuhkan karena keadaan janin yang masih muda dan rentan terhadap benturan.
  • Persiapan ASI yaitu Progesteron juga mempersiapkan payudara untuk menyusui setelah melahirkan.
Baca Juga :  √ Loyalitas : Pengertian, Karakteristik, Faktor dan Indikasi Terlengkap

 


Kekurangan Hormon Progesteron

  • Gangguan siklus menstruasi
  • Nyeri berlebihan selama siklus menstruasi
  • Tidak terjadinya ovulasi, tidak haid, dan tidak subur
  • Perdarahan uterus abnormal
  • Spotting atau ngeflek dan sakit perut selama kehamilan
  • Meningkatnya resiko keguguran
  • Meningkatnya stres dan rasa tidak nyaman selama kehamilan
  • Gangguan tidur
  • Menurunnya daya ingat

 


Manfaat Progesteron Buatan

  • Merupakan sebagai salah satu metode kontrasepsi.
  • Sebagai bahan pendukung dalam pembuahan pada prosedur bayi tabung.
  • Progesteron juga dapat diberikan kepada pasien yang telah beberapa kali mengalami keguguran karena kekurangan progesteron.
  • Berperan membantu meluruhkan lapisan endometrial yang dapat menebal pada wanita dan yang mengakibatkan menstruasinya terlambat.
  • Dikonsumsi selama masa-masa tertentu pada siklus menstruasi untuk dapat menangani epilepsi katamenial, yaitu kondisi ketika neurologis kronis akibat kejang yang terus berulang dan dapat diperparah oleh siklus menstruasi.
  • Berpotensi juga dalam menangani multiple sclerosis.
  • Berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan elastisitas kulit.
  • Pada wanita transeksual, progesteron dapat digunakan sebagai komponen terapi dengan penggantian hormon.
  • Sebagai gel, progesteron dapat dioleskan pada vagina untuk dapat menangani ketiadaan proses menstruasi pada wanita yang belum memasuki masa menopause.
  • Mengoleskan progesteron pada vagina diduga dapat juga meringankan nyeri yang terdapat pada payudara akibat penyakit yang tidak bersifat kanker.
  • Pada wanita hamil, beberapa penelitian dapat menemukan bahwanya pengolesan gel progesteron pada vagina wanita dapat mengurangi risiko bayi terlahir prematur.
  • Dapat disuntikkan untuk dapat menangani infertilitas.

 


Cara Kerja Hormon Progesteron

 

1. Siklus Kesuburan

Siklus kesuburan wanita rata-rata 28 hari yang dibagi menjadi tiga fase. Menstruasi dan ovulasi merupakan fase pertama dari siklus tersebut.

Sedangkan fase terakhir yang disebut fase luteal, progresteron akan sangat memainkan peranan penting. Sesudah ovulasi, folikel akan berubah menjadi kuning dan melepaskan sel telur kemudian disebut sebagai corpus luteum.

Baca Juga :  √ Nilai Sosial : Pengertian, Jenis, Ciri, Faktor dan Fungsi Terlengkap

Corpus luteum akan mengeluarkan hormon yang berupa progresteron. Progresteron sangat memberikan manfaat penting bagi kesuburan wanita.

 

2. Efek Progresteron

Kadar progresteron akan meningkat pada 10 hingga 14 hari setelah ovulasi, maka rahim pasti akan terlapisi cukup lapisan darah untuk pemberian makan sel telur yang dibuahi.

Ovulasi akan terhalang oleh progresteron dan berikutnya selama fase luteal. Jumlah progresteron akan meningkat dan suhu tubuh basal wanita akan meningkat sekitar 0,4 derajat.

Lendir serviks akan mengental dan menyumbat saluran serviks pada waktu bersamaan. Keseluruhan hal tersebut bertujuan untuk mempersiapkan tubuh menyambut kemungkinan terjadinya kehamilan.

 

3. Masalah Kesuburan dan Progesteron

Fase luteal akan memendek saat seorang wanita mimiliki progresteron yang rendah. Kondisi seperti ini akan membuat seorang wanita susah untuk hamil.

Sel telur akan susah tertanam karena kurangnya progresteron. Rendahnya progresteron juga akan mengakibatkan premenstrual syndrome (PMS) juga rasa tidak nyaman selama fase luteal.

Progresteron yang rendah pada wanita hamil akan berpotensi mengalami keguguran karena tubuh tidak cukup siap mempertahankan kehamilan.

 

4. Solusi

Untuk meningkatan kadar progresteron dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi 200-800 miligram vitamin B6 setiap hari.

Agar memungkinkan telur dibuahi dan terimplantasi pada rahim dengan baik. Kadar progresteron yang meningkat akan mengurangi keluhan akibat PMS.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Hormon Progesteron : Pengertian, Fungsi, Kekurangan dan Cara Kerja Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :