√ Kalimat Langsung : Pengertian, Ciri dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

Kalimat Langsung : Pengertian, Ciri dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Kalimat Langsung.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Kalimat Langsung? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Kalimat Langsung : Pengertian, Ciri dan Contoh Terlengkap
√ Kalimat Langsung : Pengertian, Ciri dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Kalimat Langsung

Kalimat Langsung merupakan salah satu jenis kalimat yang diucapkan langsung atau dikutip langsung dari sebuah percakapan yang bentuk dan isinya sama persis tanpa diubah sedikitpun seperti yang disampaikan.

 


Ciri – Ciri Kalimat Langsung

  • Kata yang dikutip atau diucapkan diawali dan diakhiri oleh tanda pentik dua (“…”).
  • Intonasi bagian kutipan memiliki nada yang lebih tinggi dibandingkan bagian penunjangnya.
  • Huruf pertama setelah tanda pentik merupakan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca sesuai jenis kalimatnya “misalnya kalimat berita, maka diakhiri dengan tanda titik atau jika kalimat tanya, maka diakhiri dengan tanda tanya”.
  • Tanda petik penutup ditulis setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat.
  • Bagian pengiring atau penunjangnya langsung dipisah dengan tanda koma dari bagian kutipan atau ucapan.
  • Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan “saling berbalas” maka wajib menggunakan tanda baca titik dua di depan kalimat langsungnya.
  • Jika terdapat dua kalimat petikan huruf awal pada kalimat petikan pertama menggunakan huruf kapital, sedangkan huruf awal pada petikan kedua menggunakan kecil kecuali nama orang atau kata sapaan.
Baca Juga :  √ 28 Pengertian Psikologi Sosial Menurut Para Ahli Terlengkap

 


Contoh Kalimat Langsung

  • “Suatu hari nanti jika aku sudah berhasil dan memiliki karier yang bagus di negeri orang, aku akan membawa orang tuaku ikut tinggal bersamaku”, ceritanya padaku.
  • Dia berkata padaku, “Bukan hanya kau saja yang pernah gagal. Aku pun pernah gagal tapi setelah itu aku bangkit lagi dan berjuang lebih keras dari sebelumnya.”
  • Guru olahraga berkata, “Sebelum perlombaan perlombaan lari ini dimulai, kalian harus melakukan pemanasan dulu selama 10 menit.”
  • “Aku tidak sanggup menahan rasa sakit ini, rasanya aku ingin mati saja”, keluhnya.
  • “Dini, kamu dipanggil ke ruang BK”, kata ketua kelas padaku, “Orang tuamu akan dipanggil karena masalah perkelahian kamu dengan adik kelas kemarin.”
  • Aku memberi kabar pada ibu, “Bu, aku berhasil lulus dalam ujian sidang skripsi pagi ini.”
  • “Apa kau tak punya mata”, teriak nenek tua itu, “Sudah tau orang tua renta yang sedang menyeberang jalan, kau masih saja memacu laju motormu.”
  • “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kau persis seperti ibumu, sangat cantik”, puji Pamanku.
  • Aku berkata pada Ibu, “Aku tak ingin tinggal bersama Ayah. Tak bisakah aku tinggal bersama Ibu saja?”
  • Aku dan Rani pernah berjanji, “Tak peduli jika nanti kita tak lagi berada di kota ini, kau dan aku sama-sama sudah kembali ke kampung halaman masing-masing. Kita tidak akan dan tidak boleh saling melupakan satu sama lain, kita akan tetap jadi sahabat sejati.”
  • Manager kami berpesan, “Jangan jadikan pekerjaan itu sebagai beban, jadikan ia sebagai hobi agar kalian bisa lebih kreatif dan produktif serta bisa menikmati setiap proses yang memang harus terjadi.”
  • “Tolong izinkan aku ikut serta dalam acara tahunan kelompok kalian”, ia memohon padaku.
  • “Hasil ujianku sangat mengecewakan”, keluh Ani padaku.
  • Budi bertanya padaku, “Apa kau tau dimana keberadaan adikku?”
  • Aku berkata padanya, “Kau boleh bertanya langsung padaku jika ada yang tidak kau pahami.”
  • Ketua RT berkata pada kami, “Kalian harus selalu menjaga kebersihan lingkungan komplek ini dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.”
  • Kepala Sekolah berkata padaku, “Kau harus segera menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan guna mencairkan dana beasiswa.
  • Aku bertanya padanya, “Bagaimana cara membuat kue lapis legit yang enak?”
  • Paman bertanya padaku, “Bagaimana keseharian dan nilai sekolah anakku?”
  • Dia berkata padaku, “Aku berkesempatan berjabat tangan dengan penyanyi terkenal Krisdayanti saat aku menonton konser tunggal penyanyi idolaku itu.”
  • Rani berkata, “Dingin sekali udara malam ini.”
  • “Sirami bunga itu setiap pagi dan sore hari”, Ibu berkata padaku.
  • “Jangan kau ambil kayu penyangga itu, nanti dahannya patah”, kata Ibu.
  • Aku bertanya padanya, “Kapan kau akan mengembalikan uang yang kau pinjam kemarin?”
  • Ibu berpesan padaku, “Kalau nanti turun hujan jangan lupa angkat jemuran kita”.
  • Dokter Ardian berpesan, “Kau harus rutin dan teratur meminum obatmu, jika kau tak ingin kondisi kesehatanmu semakin memburuk”.
  • “Dimana aku bisa mendapatkan madu kualitas terbaik?”, tanyaku pada penjual itu.
  • “Apapun alasanmu Ibu tetap tidak akan mengizinkanmu tinggal jauh dari rumah”, kata Ibu.
  • Ibu guru bertanya pada kami, “Siapa diantara kalian yang tidak mengumpulkan tugas kelompok minggu lalu?”
  • Sepupuku berpesan, “Jika ingin menjadi seseorang yang sukses, kau harus sabar dan tak boleh mengenal kata menyerah.”
Baca Juga :  √ Debat : Pengertian, Tujuan, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis & Unsur Terlengkap

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai Kalimat Langsung : Pengertian, Ciri dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :