√ Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Kalimat Majemuk Bertingkat.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Kalimat Majemuk Bertingkat? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap
√ Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat merupakan salah satu kalimat yang terbentuk dari penggabungan dua kalimat atau lebih namun kedudukan setiap kalimat ini berbeda.

Didalam kalimat mejemuk bertingkat terdapat induk kalimat dan terdapat anak kalimat yang timbul akibat pola yang dihasilkan oleh induk kalimat.

 


Ciri – Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat

  • Antara klausa kalimat tidak memiliki posisi atau kedudukan yang setara.
  • Ada kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri apabila antar klausa yang satu dengan yang lainnya dipisah.
  • Kalimat majemuk bertingkat biasanya menggunakan kata hubung, seperti jika, sebab, sehingga, ketika, bahwa, bagaikan, dan walaupun.

 


Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

  • Ketika tengah memanggang ayam bersama teman-temannya, Lulu pingsan tidak sadarkan diri.
  • Jika kamu rajin bersedekah maka rejekimu akan bertambah
  • Jika kamu rajin belajar, maka dengan mudah kamu akan mampu mengerjakan ujian kenaikan kelas.
  • Andaikan siska datang lebih cepat kemarin, pasti sinta bisa berjumpa dengannya.
  • Seandanya rani tidak terlambat, pasti ini semua tidak akan terjadi.
  • Ayahku tinggal bersama kakekku, agar orang tuaku bisa mengurus kakekku.
  • Dinda tinggal di desa, agar mampu membantu orang tuanya.
  • Meskipun Yuli baru saja mengalami kecelakaan, namun sinta tidak merasakan sakit.
  • Lilis tidak pernah menangis, walaupun hatinya sedang terluka hebat.
  • Lebih baik belajar daripada menghabiskan waktu untuk hal tak penting.
  • Membantu orang tua lebih baik dari pada melamun.
  • Solihin sedang pergi kepasar saat fajar datang kerumahnya.
  • Rinjani membolos karen tidak ada yang mengantar surat ijinnya.
  • Nando ingin pulang sebab rindu dengan orang tuanya.
  • Yoka harus tetap bekerja walaupun sebenarnya ia sangat lelah dan terlihat sakit.
  • Orang tua itu tetap berjalan walaupun kakinya sedang cidera parah.
  • Paman disana sedang mendorong mobil meskipun beliau sebenarnya masih kelelahan.
Baca Juga :  √ Bisnis : Pengertian, Fungsi, Tujuan & Manfaatnya Lengkap

 


Jenis – Jenis Kalimat Majemuk Bertingkat

 

1. Hubungan Waktu

Klausa Hubungan Waktu ialah sebuah kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya memiliki hubungan waktu dengan induk kalimat.

Kalimat ini ditandai dengan penggunaan konjungsi seperti ketika, sejak, sebelum, sesudah, tatkala, dan lain sebagainya.

Contoh :

  • Saya sedang mandi, ketika ayah ku pulang kerja.
  • Kehidupannya menjadi berubah derastis, sejak ia bekerja sebagai Wakil Direktur dikantornya.
  • Kak Ayu berkata kepada Ibu akan pulang sebelum maghrib.

 

2. Hubungan Syarat

Klausa Hubungan Syarat yaitu suatu kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya memiliki keterkaitan syarat dengan induk kalimat.

Umumnya menggunakan konjungsi seperti jika, apabila, misalkan, seandainya, asalkan dan lainnya.

Contoh :

  • Ayah berkata akan segera pulang apabila hujan sudah reda.
  • Kita akan berangkat sesegera mungkun, jika semua peserta sudah berkumpul.
  • Aku tidak akan pernah mau mengikuti semua saranmu, seandainya aku tahu dari awal bahwa kamu adalah seorang penipu.

 

3. Hubungan Tujuan

Klausa Hubungan Tujuan yakni sejenis kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya menyatakan sebuah tujuan dari pola induk kalimat. Umumnya kalimat ini dihubungkan denga kata agar, supaya, biar dan lainnya.

Contoh :

  • Yosi sengaja tidur sejak tadi sore agar dia bisa bangun pagi.
  • Warga Desar Batang Wangi bergotong royong membersihkan selokan supaya ketika musim hujan tiba, desa mereka tidak terendam banjir.
  • Gita sudah mengerjakan PR sejak tadi malam agar besok dia tidak kelupaan.

 

4. Hubungan Konsesif

Hubungan Konsesif adalah salah satu kalimat majemuk ini mempunyai anak kalimat yang menyatakan hubungan pertentangan dengan induk kalimatnya.

Umumnya kalimat ini menggunakan kata hubung seperti walaupun, meskipun, biarpun, sungguhpun dan lainnya.

Baca Juga :  √ Kementerian Negara : Pengertian, Tugas, Fungsi, Struktur, Wewenang dan Kewajiban Terlengkap

Contoh :

  • Wanita itu makhluk yang mudah tersenyum, meskipun didalam hatinya sedang bersedih.
  • Bibi pulang dengan basah kuyup, walaupun sudah menggunakan jas hujan.
  • Tidak ada yang percaya dengan apa yang ia katakan, sungguhpun ia tidak berbohong.

 

5. Hubungan Pengandaian

Hubungan pengandaian merupakan beberapa kalimat majemuk ini mempunyai anak kalimat yang menyatakan hubungan pengandaian dengan induk kalimatnya.

Pada umumnya ditandai dengan konjungsi, seperti seolah-olah, seakan-akan dan lainnya.

Contoh :

  • Hatinya terasa sangat perih seakan-akan disiram dengan air garam.
  • Pak Guru membacakan amanat upacara dengan tegas seolah-olah ia adalah seorang proklamator.
  • Anak bayi itu tersenyum seolah-olah ia mengerti apa yang dikatakan oleh kakaknya.

 

6. Hubungan Cara

Hubungan cara sebagai suatu jenis kalimat majemuk yang anak kalimatnya menyatakan hubungan cara dengan induk kalimatnya. Umumnya ditandai dengan kata seperti dengan.

Contoh :

  • Perampok itu dapat masuk rumah mewah tersebut dengan mendongkel pintu yang ada dibelakang rumah.
  • Lia mengepel lantai rumahnya dengan menggunakan lap pel yang baru dibeli oleh ibunya.
  • Dengan begini semua pekerjaan yang ia kerjakan dapat terselesaikan dengan baik.

 

7. Hubungan Penjelas

Hubungan Penjelas ialah berbagai kalimat majemuk yang memiliki anak kalimat yang menjelaskan makna dari induk kalimatnya. Umumnya kalimat ini menggunakan kata, seperti bahwa dan juga bahkan.

Contoh :

  • Kemarau tahun ini terbilang sangat lama, bahkan lebih lama dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
  • Pak Rian mengatakan kepada ku bahwa ibu ku masuk rumah sakit.
  • Mentari berkata kepada wali kelasku bahwa dia tidak masuk kesekolah hari ini dan dua hari kedepan.

 

8. Hubungan Pertentangan

Hubungan Pertentangan yakni sesuatu hal dari kalimat majemuk yang anak kalimatnya memiliki makna bertentangan dengan induk kalimatnya.

Baca Juga :  √ Sinopsis : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Cara Membuatnya Terlengkap

Pada umumnya kalimat ini menggunakan kata, seperti padahal, faktanya, kenyataannya dan lainnya.

Contoh :

  • Wakil Presiden itu hidup sangat sederhana padahal dia memiliki harta yang banyak.
  • Asap rokok dapat merusak kesehatan, faktanya masih banyak orang yang merokok.
  • Nenek berkata bahwa kami harus hemat uang jajan, kenyataannya ibu selalu berbelanja barang mewah setiap minggu.

 

9. Hubungan Akibat

Kalimat majemuk ini mempunyai anak kalimat yang didalamnya menyatakan sebuah hubungan sebab akibat dengan induk kalimatnya.

Umumnya kalimat ini menggunakan kata seperti, akibatnya, sehingga, sampai-sampai, maka, dan oleh karena itu.

Contoh :

  • Lampu merah diperempatan jalan Protokol itu mati sehingga arus lalu lintas menjadi kacau balau.
  • Ulfa ialah seorang anak tungal dari kedua orang tuanya, oleh karena itu dia sangat dimanja dengan ayah dan ibunya.
  • Tatang suka begadang akibatnya dia sering terlambat berangkat ke kantor.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :