√ Majas Metafora : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Majas Metafora : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Majas Metafora.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Majas Metafora? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Majas Metafora : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap
√ Majas Metafora : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

Pengertian Majas Metafora

Majas Metafora (metaphor) merupakan salah satu jenis gaya bahasa dalam karya sastra yang bermakna kiasan untuk menggambarkan suatu objek dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama dengan objek lainnya.

Gaya bahasa Metafora banyak digunakan dalam berbagai karya sastra dimana tujuannya untuk mengungkapkan suatu makna dengan penekanan pada kesan yang akan ditimbulkan.

Selain itu, penggunaan Metafora juga ditujukan untuk mengatasi keterbatasan pilihan kata dan juga bentuk ekspresi seorang penulis.


Ciri – Ciri Majas Metafora

  • Menggunakan kata-kata atau juga frasa yang mempunyai makna kiasan untuk menyamakan atau juga membandingkan suatu objek dengan objek lainnya.
  • Membandingkan suatu objek atau juga keadaan dengan menggunakan perbandingan langsung tanpa adanya kata pembanding seperti misalnya kata bagaikan, laksana, atau bak.
  • Tidak menggunakan kata penghubung atau juga konjungsi pada kalimatnya.

Jenis – Jenis Majas Metafora

1. Metafora in Praesentia

Majas Metafora in Praesentia yaitu jenis majas metafora dimana objek yang hendak dibandingkan disampaikan bersamaan dengan pembandingnya sehingga maknanya bersifat eksplisit.

Contoh :

  • Ayu merupakan kembang desa yang menyita banyak perhatian pria di desa Mekarjaya.

Pada kalimat tersebut, kata “kembang desa” bermakna bahwa Ayu adalah gadis yang sangat cantik.

Baca Juga :  √ Tanjung : Pengertian, Ciri, Manfaat dan Contoh Terlengkap

2. Metafora in Absentia

Majas Metafora in Absentia yaitu jenis majas metafora yang mengungkapkan sesuatu secara implisit sehingga terkadang disalahartikan oleh pembacanya karena bisa terjadi penyimpangan makna.

Contoh :

  • Banyak pemuda di desa Jayaraya yang ingin mempersunting mawar desa itu.

Pada kalimat tersebut, kata ”mawar desa” dapat memiliki banyak makna, misalnya gadis, cantik, wanita yang belum menikah.


Contoh Majas Metafora

  1. Yanti malam ditemani oleh bintang – bintang menghiasi langit malam.
  2. Engkau adalah belahan jantung hatiku yang takkan tergantikan oleh siapapun.
  3. Raja malam mulai mengitai mangsanya.
  4. Raja hutan sedang menandai wilayah kekuasaannya.
  5. Hati – hati dengan tikus berdasi yang berada disekitar Anda.
  6. Belajarlah yang rajin agar menjadi bunga bangsa yang membanggakan.
  7. Pelaku kejahatan selalu mencari kambing hitam untuk terhindar dari jerat hukum.
  8. Tangisan awan tak pernah berhenti di langit Jakarta.
  9. Raja siang terik dari sisi Timur.
  10. Saat kekasih kamu terpergok bersama orang lain, Dia pasti mati kutu.
  11. Wanita adalah tulang rusuk lelaki.
  12. Boyband Korea bernama BTS sedang naik daun.
  13. Tipe orang yang tidak disukai adalah orang yang bermuka dua.
  14. Ketika tanggal tua, makanan wajib anak kos adalah mi instan.
  15. Nur menjadi buah bibir karena kecantikannya.
  16. Dalam menyelesaikan masalah tidak boleh menjadi orang yang ringan tangan.
  17. Hati – hati terhadap tangan panjang yang ada disekitar Anda.
  18. Bulan pertama menjadi anak bawang di kantor sangat berat.
  19. Seorang Ibu berat hati berpisah dengan anaknya.
  20. Pasti ada teman kamu yang suka cari muka di depan guru.
  21. Pak Dodi terkesan cuci tangan terhadap kasus penipuan ini.
  22. Orang yang bermulut harimau pasti tidak disukai teman – temannya.
  23. Seorang pengusaha bermain mata demi memenangkan proyeknya.
  24. Ahmad adalah tangan kanan kyai di padepokannya.
  25. Pahlawan Indonesia gugur di medan perang.
  26. Wanita bermurah hati sangat mengagumkan.
  27. Elvita angkat bicara dalam persidangan kakaknya.
  28. Akal bulus seseorang bisa menyesatkan orang di sekitarnya.
  29. Persidangan dalam film itu menunjukkan bahwa hakim bersikap berat sebelah.
  30. Aliran – aliran yang menyesatkan telah mencuci otak anggotanya.
  31. Pendeta mempunyai buku putih yang tidak boleh dibuka oleh siapapun.
  32. Julukan kepala udang diberikan kepada Ujang.
Baca Juga :  √ 71 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli : Tujuan, Fungsi & Jenisnya Terlengkap

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Majas Metafora : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

Baca Juga Artikel :