√ Majas Repetisi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Majas Repetisi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Majas Repetisi.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Majas Repetisi? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Majas Repetisi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap
√ Majas Repetisi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap

Pengertian Majas Repetisi

Kata Repetisi berasal dari bahasa latin, repetitio yaitu re yang berarti kembali, lagi dan petere yang berarti mengarahkan, sehingga arti kata repetisi yaitu pengulangan kembali.

Majas repetisi merupakan salah satu gaya bahasa yang mengungkapkan pengulangan kata, frasa ataupun klausa yang sama untuk mempertegas makna dari kalimat atau wacana yang dibuat.


Fungsi Majas Repetisi

  • Untuk mempertegaskan suatu makna yang diperoleh dari sebuah Karya Sastra.
  • Sebagai penekanan atau penegasan agar lebih menarik perhatian.

Tujuan Majas Repetisi

  • Untuk menunjukkan kuantitas dan penegasan gagasan atau mungkin pula sekedar menambah nilai estetika.
  • Untuk menegaskan kembali makna pada maksud dan tujuan dari kalimat.

Jenis – Jenis Majas Repetisi

1. Majas Repetisi Epizeuksis

Bentuk dari Majas jenis ini yaitu memiliki sifat langsung, yaitu suatu kata atau kalimat yang penting dalam sebuah Karya Sastra, diulang-ulang menjadi beberapa kali.

Contoh :

Aku harus bekerja, bekerja dan sekali lagi bekerja untuk dapat mencapai sebuah kesuksesan di masa depan nanti.

2. Majas Repetisi Tautoles

Bentuk dari Majas jenis ini yakni memiliki sifat langsung, yaitu salah satu kata atau kalimat dalam sebuah Karya Sastra, diulang-ulang berupa sebuah konstruksi.

Contoh :

Aku mencintai Kamu, Kamu mencintai Aku, sehingga Kamu dan Aku menjadi satu.

3. Majas Repetisi Epanolepsis

Baca Juga :  √ Majas Hiperbola : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Contoh Terlengkap

Bentuk dari Majas jenis ini ialah memiliki sifat langsung, yaitu sebuah kata atau kalimat dalam sebuah Karya Sastra, terjadi suatu pengulangan yang berwujud dalam baris kata terakhir.

Contoh :

Kita gunakan akal dan perasaan
Kami menginginkan perdamaian karena Tuhan
Ku berikan setulusnya, lalu apa yang akan kau berikan

4. Majas Repetisi Mesodilopsis

Bentuk dari Majas jenis ini yaitu memiliki sifat tidak langsung, yaitu beberapa kata atau kalimat dalam sebuah Karya Sastra, terjadi suatu pengulangan yang berwujud ditengah-tengah atau beberapa kata atau kalimat berurutan.

Contoh :

Para pegawai jangan mencuri kertas
Para Pembantu jangan mencuri ayam goreng
Para Pemebesar jangan mencuri uang rakyat

5. Majas Repetisi Anadiplasis

Bentuk dari Majas jenis ini memiliki bersifat tidak langsung, yaitu Pada suatu kata atau kalimat dalam sebuah Karya Sastra, Frase (Kata) terakhir dari Klausa (Kalimat) menjadi Frase pertama dari Klausa yang terdapat pada berikutnya.

Contoh :

Dalam lautan terdapat kerang
Dalam kerang terdapat mutiara
Dalam mutiara tidak terdapat apa-apa


Contoh Majas Repetisi

  1. Ia selalu saja menanyakan dirimu, dirimu dan dirimu. Mungkin dia merindukan kamu selama ini.
  2. Ayu terus saja berteriak, berteriak dan berteriak karena ia sedang senang.
  3. Menurut ku kamu tidak sopan sekali memakai rok mini saat berbelanja di pasar, memaki rok mini saat menemui pak Ustad, dan memakai rok mini saat berkunjung ke rumah tetangga.
  4. Pagi ini aroma buah, aroma udara pagi dan aroma bunga sungguh menyejukkan hati.
  5. Kamu, kamu, dan kamu, yang selalu ku selipkan dalam do’a ku.
  6. Polisi sedang menghimbau warganya untuk berhati hati saat bepergian jauh, berhati hati saat bepergian sendirian, dan berhati hati saat bepergian dimalam hari.
  7. Kamu sangat berpotensi untuk menjadi penerus keluarga, penerus bangsa, dan penerus negara kita.
  8. Sampai jumpa teman saya, sampai jumpa teman terbaik saya.
  9. Saya cinta kamu, saya cinta kamu, saya rindu kamu.
  10. Yang saya muliakan adalah politisi, yang saya muliakan adalah orang tua, yang saya muliakan dari tamu undangan yang hadir.
  11. Hilang itu kerinduan, hilang itu berat, hilang itu kesabaran.
  12. Kesedihan adalah cobaan, kesedihan adalah ketabahan, kesedihan adalah kebijaksanaan.
  13. Rajin, rajin dan rajin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
  14. Pemanasan global harus dicegah, dicegah, dan dicegah.
  15. Jadilah optimis, optimis, dan tetap optimis dalam memulai perubahan perilaku yang baik.
  16. Hidup kita hanya salah, hidup kita hanya opini dan dipercayakan, hidup kita adalah hambatan yang datang untuk menghadapi kita.
  17. Untuk orang gemuk sebaiknya direkomendasikan untuk mengurangi ukuran makanan, tetapi Anda malah makan, makan, dan makan sendiri.
  18. Wajahmu cantik dan sangat, sangat, sangat manis.
  19. Yudi tidak dapat mengolok-olok orang tua saya karena mereka membesarkan saya, mereka mengirim saya ke sekolah, mereka menemukan saya pekerjaan, dan mereka merawat saya, mereka merawat saya.
  20. Di dalam diri yang bersih ada jiwa yang beriman, di dalam diri orang yang beriman ada jiwa yang tulus.
  21. Semua orang tidak akan menyukai sifat arogan, sifat arogan dan sifat yang selalu berbohong.
  22. Dalam keluhannya ia selalu memanggil nama ibunya, ibu dan ibu.
  23. Nando berjanji akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang demi kebahagiaan orang tua dan adik-adiknya.
  24. Tak peduli seberapa banyak kebaikan yang aku lakukan pada mereka, menurut mereka aku selalu salah, salah, dan terus saja bersalah.
  25. Dalam kompetisi futsal antar sekolahan ini, perwakilan sekolah kita harus meraih kemenangan dengan usaha, usaha, dan terus berusaha.
  26. Dalam heningnya malam, ia terus mengigau memanggil ibu, ibu, dan terus saja memanggil ibu.
  27. Ibu sudah memperingatkan agar kau tak lagi membolos sekolah, tapi kau selalu saja membolos, membolos, dan membolos lagi.
  28. Nita belum cukup latihan untuk mengikuti pertandingan tingkat nasional itu, ia masih harus berlatih, berlatih, dan berlatih lagi dengan keras.
  29. Orangtua Fanny sudah melarangnya untuk bergaul dengan pria jalanan itu, tapi Nina masih saja menemuinya, menemuinya, dan menemuinya lagi.
  30. Dalam orasinya ia meneriakkan dengan lantang, hidup kaum buruh, hidup kaum buruh, hidup kaum buruh.
  31. Ibu selalu berdoa, berdoa, dan terus saja berdoa untuk kebaikan ayah, nenek, dan kami berempat.
  32. Desa saya tercinta, di mana saya dilahirkan, di situlah saya tumbuh dan berkembang, di situlah saya bergaul dengan orang tua, teman, serta orang-orang di sekitar saya.
  33. Ketika kami mengunjungi kerabat di Jogja, kami disambut dengan ramah, ramah, dan sangat ramah.
  34. Aroma makanan membuat saya ingin mencicipinya, mencicipinya sedikit, mencicipinya dengan nikmat.
  35. Aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu, sangat mencintaimu hingga kau mati.
  36. Pengusaha yang sukses selalu bekerja keras, terus bekerja keras dan selalu bekerja keras sebelum keinginannya tercapai.
  37. Angin sepoi-sepoi gunung ini begitu dingin, sangat dingin, dan begitu dingin sehingga pergelangan kakiku tidak terasa.
Baca Juga :  √ Majas Eufimisme : Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Contoh Terlengkap

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Majas Repetisi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

Baca Juga Artikel :