√ Pengertian Aksiologi Menurut Para Ahli serta Aspeknya Terlengkap

Diposting pada

√ Pengertian Aksiologi Menurut Para Ahli serta Aspeknya Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Aksiologi.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Aksiologi? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Pengertian Aksiologi Menurut Para Ahli serta Aspeknya Terlengkap
√ Pengertian Aksiologi Menurut Para Ahli serta Aspeknya Terlengkap

 


Pengertian Aksiologi

Kata Aksiologi berasal dari bahasa Yunani yakni “Axios” yang memiliki arti “Nilai” dan “Logos” yaitu “Ilmu atau Teori”.

Aksiologi merupakan salah satu ilmu mengenai nilai atau teori yang dimiliki manusia untuk dapat melakukan berbagai pertimbangan mengenai apa yang dinilai.

 


Pengertian Aksiologi Menurut Para Ahli

 

1. Kattsoff

Aksiologi sebagai ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.

 

2. Bramel

Aksiologi yaitu

  • Moral conduct merupakan tindakan moral, bidang ini melahirkan disiplin khusus, yaitu etika.
  • Esthetic expression yakni suatu ekspresi keindahan. Bidang ini menimbulkan atau melahirkan suatu keindahan.
  • Sosio-political life ialah sebuah kehidupan social politik, yang akan melahirkan atau memunculkan filsafst sosio-politik.

 

3. Wibisono

Aksiologi yakni berbagai nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika serta moral sebagai dasar normative penelitian dan juga penggalian, dan juga penerapan ilmu.

 

4. Jujun S. Suriasumantri

Aksiologi ialah sebagai salah satu teori nilai yang berhubungan dengan kegunaan dari pengetahuan yang di peroleh.

 


Aspek Aksiologi

 

1. Etika

Etika yakni salah satu cabang ilmu fisafat yang membahas moralitas nilai baik serta juga buruk, etika tersebut bisa di definisikan ialah sebagai nilai – nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan manusia atau juga masyarakat yang mengatur tingkah lakunya.

Baca Juga :  √ Kerajaan Demak : Sejarah, Lokasi, Sistem Pemerintahan, Raja, Kehidupan, Kejayaan, Keruntuhan & Peninggalannya Lengkap

Etika ini berasal dari dua (2) kata yakni ethos yang memiliki arti sifat, watak, kebiasaan, dan ethikos memiliki arti susila, keadaban atau juga kelakuan dan juga perbuatan yang baik.

Dalam istilah lain dinamakan dengan sebutan moral yang berasal dari bahasa latin mores, jamak dari mos yang memiliki arti adat, kebiasaan.

Dalam bahasa arab disebut dengan sebutan akhlaq yang memiliki arti budi pekerti dan dalam bahasa Indonesia disebut dengan sebutan tata susila.

Etika dibagi 2 bagian, yakni :

  • Etika Deskriptif ialah sebuah cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Seperti misalnya: adat kebiasaan, anggapan mengenai baik atau buruk, tindakan yang di perbolehkan atau juga tidak. Etika deskriptif ini mempelajari moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan atau juga sub-kultur tertentu.
  • Etika Normatif yakni mendasarkan pendiriannya atas norma. Ia dapat mempersoalkan norma yang diterima seseorang atau juga masyarakat itu dengan secara lebih kritis. Ia juga dapat mempersoalkan apakah norma itu benar atau juga tidak.

 

Etika Deskriptif dibagi 2 bagian, ialah :

  • Sejarah Moral yaitu yang meneliti cita-cita, norma-norma yang pernah di berlakukan didalam kehidupan manusia pada kurun waktu serta juga suatu tempat tertentu atau dalam suatu lingkungan besar yang mencakup beberapa bangsa.
  • Fenomenologi Moral ialah yang berupaya untuk menemukan arti serta makna moralitas dari berbagai fenomena moral yang ada.

 

Etika Normatif dibagi 2 bagian, yakni :

  • Konsekuensialis yaitu suatu moralitas suatu tindakan itu ditentukan oleh konsekuensinya.
  • Nonkonsekuensialis ialah salah satu moralitas suatu tindakan ditentukan oleh sebab-sebab yang menjadi dorongan dari tindakan tersebut, atau ditentukan oleh sifat-sifat hakikinya atau juga oleh keberadaanya yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan serta juga prinsip-prinsip tertentu.
Baca Juga :  √ Demokrasi Terpimpin : Pengertian, Ciri, Tujuan dan Dampak Terlengkap

 

Etika Normatif dibagi 2 teori, ialah :

  • Teori nilai
  • Teori keharusan

 

2. Estetika

Estetika ialah salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan seni serta keindahan. Istilah estetika ini berasal dari kata Yunani yang artinya aesthesis yaitu penyerapan indrawi, pemahaman intelektual, atau juga bisa berati pengamatan spiritual.

Istilah kata art berasal dari kata latin ars, yang memiliki arti seni, keterampilan, ilmu, atau juga kecakapan.

Estetika ini dikaitkan dengan aksiologi ialah sebagai cabang filsafat serta juga juga diasosiasikan dengan filsafat seni.

Estetika merupakan cabang filsafat yang memberikan perhatian pada sifat keindahan, seni, rasa, atau selera, kreasi serta apresiasi mengenai suatu keindahan.

Estetika dibagi 2 bagian, ialah :

  • Estetika Deskriptif yang menguraikan serta melukiskan fenomena-fenomena pengalaman keindahan.
  • Estetika Normative ini dapat mempersoalkan serta juga menyelidiki hakikat, dasar, dan juga ukuran pengalaman keindahan.

Adapula yang membagi estetika kedalam filsafat seni (philosophy of art) serta juga filsafat keindahan (philosophy of beauty).

Filsafat seni ini menitikberatkan status ontologis dari karya-karya seni serta juga memepertanyakan pengetahuan apakah yang dihasilkan oleh seni dan juga apakah yang dapat diberikan oleh seni untuk menghubungkan manusia dengan realitas.

Filsafat keindahan membahas mengenai apakan keindahan itu ada apakah nilai indah itu objektif atau juga subjektif.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Pengertian Aksiologi Menurut Para Ahli serta Aspeknya Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :