√ Peradaban : Pengertian, Ciri, Perbedaan dan Contoh Terlengkap

√ Peradaban : Pengertian, Ciri, Perbedaan dan Contoh Terlengkap

√ Peradaban : Pengertian, Ciri, Perbedaan dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Peradaban.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Peradaban? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Peradaban : Pengertian, Ciri, Perbedaan dan Contoh Terlengkap
√ Peradaban : Pengertian, Ciri, Perbedaan dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Peradaban

Istilah dari “peradaban” dalam bahasa inggris disebut dengan “civilization” atau dalam bahasa asing lainnya peradaban sering disebut dengan bescahaving ( dalam bahasa belanda) serta die zivilsation (dalam bahasa jerman).

Peradaban merupakan salah satu kumpulan suatu identitas terluas dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup kepada seluruh aspek kehidupan manusia baik itu fisik (misalnya bangunan, jalan), ataupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya ataupun iptek).

Yang teridentifikasi dengan melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti halnya bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, ataupun melalui identifikasi diri yang subjektif.

 


Ciri – Ciri Peradaban

  • Terdapat suatu pembaruan dalam masyarakat akibat berbagai dilematika kehidupan, misalnya pembahrauan dalam hukum, sosial, dan politik
  • Terdapat sebuah perbedaan antara satu fase kehidupan sebelumnya dengan kehidupan yang terjadi di saat ini
  • Terdapat berbagai keanekaragaman pekerjaan masyarakat yang bukan hanya tersentral dalam pertanian, akan tetapi dalam segi media sosial, internet, sampai pada segi hukum yang berkembang.

 


Perbedaan Peradaban dan Kebudayaan

  • Peradaban (hadharah, civilization) berakar pada ide tentang kota. Kemajuan material (ilmu dan teknologi), aspek kehalusan, penataan sosial dan aspek kemajuan
  • Kebudayaan (culture, tsaqafah) berakar pada ide mengenai nilai, tujuan, pemikiran yang ditransmisikan melalui ilmu, seni dan agama suatu
  • Kebudayaan dan peradaban merupakan aspek-aspek kehidupan sosial manusia. Sebuah deskripsi mengenai kontras-kontras antara kebudayaan dan peradaban dijelaskan secara menarik oleh Alija Izebegovic dalam Membangun Jalan Karena peradaban dan kebudayaan adalah dua aspek dalam kehidupan manusia, ada interelasi antara keduanya. Sebagaimana interelasi antara aspek spiritual, mental dan material dalam diri manusia.
  • Ide utama yang terkandung dalam peradaban adalah kemajuan, perkembangan (progress dan development). Tetapi sebuah masyarakat memiliki nilai-nilai, pemikiran- pemikiran dasar yang tetap, yang menjadi identitas kulturalnya. Nilai-nilai yang tidak hilang begitu saja ketika sebuah peradaban mundur atau Yang terjadi adalah nilai-nilai itu menjadi tidak efektif secara sosial.
  • Sebuah peradaban mengalami siklus dalam ruang dan waktu. Ia mengalami pasang dan surut. Sedang kebudayaan lepas dari kontradiksi ruang dan waktu. Ia memiliki ukuran tersendiri (ukuran benar salah, tepat tidak atau berguna tidak) di dunai
  • Membangun peradaban tidak bisa dengan sekedar menumpuk-numpuk produk peradaban lain. Sebuah peradaban diukur dari pencapaiannya. Untuk membangun peradaban perlu adanya jaringan sosial (dalam terminologi Bennabi) atau inovasi sosial (dalam terminologi Drucker) yang menciptakan pranata (institusi) sosial yang memungkinkannya menerima dan mengembangkan produk-produk peradaban lain dalam konteks kebudayaan.
Baca Juga :  √ Termodinamika : Pengertian, Prinsip, Sistem, Hukum dan Rumus Terlengkap

 


Contoh Peradaban

 

1. Peradaban Romawi Kuno

Romawi Kuno merupakan sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma didirikan di Semenanjung Italia sekitar abad ke-8 (753) SM.

Keberadaanya yang berlangsung selama 12 abad, kebudayaan Romawi berubah dari monarki menjadi republik oligarki hingga ke kekaisaran yang luas.

Romawi Kuno datang untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi.

Akan tetapi, beberapa faktor menyebabkan kemerosotannya. Di sebelah barat kekaisaran, yang meliputi wilayah Hispania, Gaul, dan Italia, terpecah menjadi kerajaan yang merdeka pada abad ke-5.

Sedangkan kekaisaran timur, diatur dari Konstantinopel, disebut sebagai Kekaisaran Romawi Timur, setelah tahun 476, tanggal tradisional “kejatuhan Romawi” dan kelanjutannya Zaman Pertengahan.

Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai “klasik antik” bersama dengan Yunani kuno, yaitu sebuah peradaban yang menginspirasikan banyak budaya Romawi Kuno.

Romawi Kuno memberikan banyak sumbangan pada pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus berpengaruh besar dalam dunia sekarang ini.

Peninggalan kebudayaan Romawi yang hingga kini masih digunakan adalah arsitektur lengkung dan kubah serta campuran semennya yang tahan lama.

Selain itu, ada pula bahasa latin yang menjadi akar dari banyak bahasa di seluruh dunia, angka romawi, dan permainan tic-tac-toe.

 

2. Peradaban Mesir Kuno

Mesir Kuno ialah peradaban kuno di bagian timur laut Afrika, yang berpusat di sepanjang hilir sungai Nil. Mulainya peradaban ini yaitu karena adanya unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM, yang selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium.

Sejarahnya peradaban Mesir mengalir melalui periode kerajaan-kerajaan yang stabil, tiap-tiap kerajaan diantarai oleh periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah.

Baca Juga :  √ Kalsium : Pengertian, Manfaat, Sumber, Efek Samping dan Cara Kerja Terlengkap

Puncak kejayaan Mesir Kuno terjadi pada masa Kerajaan Baru. Selanjutnya, peradaban tersebut mulai mengalami kemunduran. Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir.

Kekuasaan firaun dianggap berakhir sekitar 31 Sebelum Masehi, saat Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus sebagai bagian dari provinsi Romawi.

Meskipun ini bukan pendudukan asing pertama bagi Mesir, tapi periode kekuasaan Romawi mengakibatkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di lembah sungai Nil, yang menjadi tanda berakhirnya perkembangan peradaban merdeka Mesir.

Keberhasilan peradaban Mesir kuno sebagian berasal dari kemampuannya untuk beradaptasi dengan kondisi lembah Sungai Nil untuk pertanian.

Banjir yang dapat diprediksi dan irigasi yang dikendalikan dari lembah subur menghasilkan kelebihan panen, yang mendukung populasi yang lebih padat, dan pembangunan sosial dan budaya.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Peradaban : Pengertian, Ciri, Perbedaan dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Send this to a friend