√ Percaya Diri : Pengertian, Manfaat, Ciri, Karakteristik dan Faktor Terlengkap

Diposting pada

√ Percaya Diri : Pengertian, Manfaat, Ciri, Karakteristik dan Faktor Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Percaya Diri.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Percaya Diri? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Percaya Diri : Pengertian, Manfaat, Ciri, Karakteristik dan Faktor Terlengkap
√ Percaya Diri : Pengertian, Manfaat, Ciri, Karakteristik dan Faktor Terlengkap

 


Pengertian Percaya Diri

Percaya diri atau self confidence merupakan salah satu kepercayaan dan keyakinan akan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional dan realistis untuk menyelesaikan serta menanggulangi suatu masalah dengan situasi terbaik sehingga dapat memberikan sesuatu dan diterima oleh orang lain maupun lingkungannya.

 


Manfaat Percaya Diri

  • Emosi – Jika seseorang memiliki rasa percaya diri yang tinggi, ia akan lebih mudah mengendalikan dirinya di dalam suatu keadaan yang menekan, ia dapat menguasai dirinya untuk bertindak tenang dan dapat menentukan saat yang tepat untuk melakukan suatu tindakan.
  • Konsentrasi – Dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, seorang individu akan lebih mudah memusatkan perhatiannya pada hal tertentu tanpa merasa terlalu khawatir akan hal-hal lainnya yang mungkin akan merintangi rencana tindakannya.
  • Sasaran – Individu dengan rasa percaya diri yang tinggi cenderung untuk mengarahkan tindakannya pada sasaran yang cukup menantang, karenanya juga ia akan mendorong dirinya sendiri untuk berupaya lebih baik. Sedangkan mereka yang kurang memiliki rasa percaya diri yang baik cenderung untuk mengarahkan sasaran perilakunya pada target yang lebih mudah, kurang menantang, sehingga ia juga tidak memacu dirinya sendiri untuk lebih berkembang.
  • Usaha – Individu dengan rasa percaya diri yang tinggi tidak mudah patah semangat atau frustrasi dalam berupaya meraih cita-citanya. Ia cenderung tetap berusaha sekuat tenaga sampai usahanya membuahkan hasil. Sebaliknya mereka yang memiliki rasa percaya diri yang rendah akan mudah patah semangat dan menghentikan usahanya di tengah jalan ketika menemui suatu kesulitan tertentu.
  • Strategi – Individu dengan rasa percaya diri yang tinggi cenderung terus berusaha untuk mengembangkan berbagai strategi untuk memperoleh hasil usahanya. Ia akan mencoba berbagai strategi dan berani mengambil risiko atas strategi yang diterapkannya. Sebaliknya mereka yang memiliki rasa percaya diri yang rendah cenderung tidak mau mencoba strategi baru, dan cenderung bertindak statis.
  • Momentum – Dengan rasa percaya diri yang tinggi, seorang individu akan menjadi lebih tenang, ulet, tidak mudah patah semangat, terus berusaha mengembangkan strategi dan membuka berbagai peluang bagi dirinya sendiri. Akibatnya, hal ini akan memberikan kesempatan pada dirinya untuk memperoleh momentum atau saat yang tepat untuk bertindak. Tanpa rasa percaya diri yang tinggi, usaha individu menjadi terbatas, peluang yang dikembangkannya juga menjadi terbatas, sehingga momentum untuk bertindak menjadi terbatas pula.
Baca Juga :  √ Teks Cerita Sejarah : Pengertian, Ciri, Kaidah Kebahasaan, Struktur, Jenis dan Perbedaan Terlengkap

 


Ciri – Ciri Percaya Diri

  • Keyakinan Akan Kemampuan Diri yaitu suatu sikap positif seseorang tentang dirinya bahwa mengerti sungguh sungguh akan apa yang dilakukannya.
  • Optimis yakni sebuah sikap positif seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri, harapan dan kemampuan.
  • Objektif ialah seseorang yang percaya diri memandang permasalahan atau segala sesuatu sesuai dengan kebenaran semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya sendiri.
  • Bertanggungjawab merupakan berbagai kesediaan seseorang untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya.
  • Rasional atau Realistis adalah beberapa analisa terhadap suatu masalah, suatu hal, sesuatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.

 


Sikap Percaya Diri

  • Percaya akan kompetensi atau kemampuan diri, sehingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain.
  • Tidak terdorong untuk dapat menunjukkan sikap menyesuaikan diri demi diterima oleh orang lain atau kelompok.
  • Berani menerima dan juga menghadapi penolakan orang lain, serta berani menjadi diri sendiri.
  • Memiliki sebuah pengendalian diri yang baik.
  • Memiliki suatu internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung pada usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak mengharapkan bantuan orang lain).
  • Memiliki salah satu cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar diri sendiri.
  • Memiliki berbagai harapan yang realistis terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu terwujud dia tetap mampu melihat sisi positif dari diri sendiri.

 


Karakteristik Percaya Diri

 

1. Percaya Diri Lahir

Percaya diri lahir ini akan membuat setiap individu harus bisa memberikan kesan pada dunia luar bahwa dirinya yakin akan secara pribadi (percaya diri lahir).

Percaya diri lahir dapat dilihat dalam kemampuan seperti berikut ini :

  • Komunikasi – Keterampilan komunikasi menjadi dasar yang baik bagi pembentukan sikap percaya diri. Menghargai pembicaraan orang lain, berani berbicara di depan umum, tahu kapan harus berganti topik pembicaraan, dan mahir dalam berdiskusi adalah bagian dari ketrampilan komunikasi yang bisa di lakukan jika individu memiliki rasa percaya diri.
  • Ketegasan – Sikap tegas dalam melakukan suatu tindakan diperlukan, agar individu terbiasa untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan serta membela hak, dan menghindari terbentuknya perilaku agresif dan positif dalam diri.
  • Penampilan Diri – Seorang individu yang percaya diri selalu memperhatikan penampilan dirinya, baik gaya pakaian, aksesori dan gaya hidupnya tanpa terbatas pada keinginan untuk selalu ingin menyenangkan orang lain.
  • Pengendalian Perasaan – Pengendalian perasaan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengelola perasaan dengan baik akan membentuk suatu kekuatan besar yang pastinya menguntungkan individu tersebut.
Baca Juga :  √ Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Komponen, Karakteristik, Ciri & Ruang Lingkupnya Lengkap

 

2. Percaya Diri Batin

Percaya diri batin ialah suatu karakteristik percaya diri yang memberi seseorang perasaan dan anggapan bahwa pribadinya dalam keadaan baik.

Percaya diri batin bisa dilihat dalam kemampuan sebagai berikut :

  • Cinta Diri – Orang yang dapat cinta diri mencintai dan menghargai diri sendiri dan orang lain. Mereka akan berusaha memenuhi kebutuhan secara wajar dan selalu menjaga kesehatan diri. Mereka juga ahli dalam bidang tertentu sehingga kelebihan yang dimiliki bisa dibanggakan, hal ini menyebabkan individu tersebut menjadi percaya diri.
  • Pemahaman Diri – Orang yang akan percaya diri batin sangat sadar diri, mereka selalu introspeksi diri agar setiap tindakan yang dilakukan tidak merugikan orang lain.
  • Tujuan yang Positif – Orang yang juga percaya diri selalu tahu tujuan hidupnya. Hal ini disebabkan karena mereka memiliki alasan dan pemikiran yang jelas dari tindakan yang mereka lakukan serta hasil apa yang bisa mereka dapatkan.
  • Pemikiran yang Positif – Orang yang bisa percaya diri biasanya adalah teman yang menyenangkan. Salah satu penyebabnya yaitu karena mereka terbiasa melihat kehidupan dari sisi yang cerah dan mereka mengharap serta mencari pengalaman dan hasil yang bagus.

 


Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepercayaan Diri

 

1. Faktor Percaya Diri Berdasarkan Lingkungan

  • Orang Tua merupakan suatu kontak sosial yang paling awal yang dialami oleh seseorang dan yang paling kuat, maka tak jarang orang tua dan anak bagaiman dua orang yang sama-sama memiliki rasa dan telepati tinggi. Informasi yang diberikan orang tua kepada anaknya lebih dipercaya dari pada informasi yang diberikan oleh orang lain dan berlangsung hingga dewasa.
  • Kawan Sebaya ialah salah satu faktor kedua yang sangat berpengaruh pada kepercayaan diri seseroang. Seringkali individu tersebut memiliki rasa percaya diri yang tinggi sayangnya karena lingkungan dan teman sebayanya menekan rasa percaya diri individu tersebut dan menyebabkan rasa percaya dirinya hilang. Sikap yang sering diterima seperti pembulian dan jenis lainnya.
  • Masyarakat sangat mementingkan fakta-fakta yang ada pada seorang anak, siapa bapaknya, ras dan lain-lain sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap konsep diri yang dimiliki oleh seorang individu. Sikap lingkungan yang membuat seseorang takut untuk mencoba, takut untuk berbuat salah, semua harus seperti yang sudah ditentukan.

 

2. Faktor Internal & Eksternal Percaya Diri

  • Pemikiran Individu

Setiap individu mengalami berbagai masalah kejadian, seperti bertemu orang baru dan lain sebagainya. Reaksi individu terhadap seseorang ataupun sebuah peristiwa amat berpengaruh cara berfikirnya.

Individu yang rasa percaya dirinya lemah cenderung memandang segala sesuatu dari sisi negatif, tetapi individu yang selalu dibekali dengan pandangan yang positif baik terhadap orang lain maupun dirinya akan mempunyai harga diri dan kepercayan diri yang tinggi.

Baca Juga :  √ Hati : Pengertian, Bagian, Fungsi & Jenis Penyakitnya Terlengkap

 

  • Pola Asuh Saat Kecil

Pola asuh dan interaksi di usia dini merupakan suatu faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri. Sikap orang tua akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu.

Orang tua yang menunjukkan perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kedekatan emosional yang tulus dengan anak akan membangkitkan rasa percaya diri pada anak tersebut.

Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orang tuanya meskipun melakukan kesalahan.

 

3. Faktor Kepercayaan Diri Menurut Hurlocks

  • Pola Asuh – Sebuah Pola asuh yang demokratis dimana anak diberikan kebebasan dan tanggung jawab untuk mengemukakan pendapatnya dan melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya
  • Kematangan Usia – Remaja yang matang lebih awal, yang diperlakukan seperti orang yang hampir dewasa, mengembangkan konsep diri yang menyenangkan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik
  • Jenis Kelamin – Terkait dengan peran yang akan dibawakan. Laki-laki cenderung merasa lebih percaya diri karena sejak awal masa kanak-kanak sudah disadarkan bahwa peran pria memberi martabat yang lebih terhormat daripada peran wanita, sebaliknya perempuan dianggap lemah dan banyak peraturan yang harus dipatuhi
  • Penampilan Fisik – Sangat mempengaruhi pada rasa percaya diri, daya tarik fisik yang dimiliki sangat mempengaruhi dalam pembuatan penilaian tentang ciri kepribadian seorang remaja,
  • Hubungan Keluarga – Remaja yang mempunyai hubungan yang erat dengan seorang anggota keluarga akan mengidentifikasi diri dengan orang ini dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. Apabila dalam keluarga diciptakan hubungan yang erat satu sama lain, harmonis, saling menghargai satu sama lain dan memberikan contoh yang baik akan memberikan pandangan yang positif pada remaja dalam membentuk identitas diri.
  • Teman Sebaya – Teman sebaya mempengaruhi pola kepribadian remaja dalam dua cara yaitu konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan tentang konsep teman-teman tentang dirinya, dan ia berada dalam tekanan untuk mengembangkan ciri-ciri kepribadian yang diakui oleh kelompok.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Percaya Diri : Pengertian, Manfaat, Ciri, Karakteristik dan Faktor Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :