√ Stigma : Pengertian, Jenis, Tahapan, Penyebab, Proses Terjadinya dan Bentuk Terlengkap

Diposting pada

√ Stigma : Pengertian, Jenis, Tahapan, Penyebab, Proses Terjadinya dan Bentuk Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Stigma .

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Stigma? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Stigma : Pengertian, Jenis, Tahapan, Penyebab, Proses Terjadinya dan Bentuk Terlengkap
√ Stigma : Pengertian, Jenis, Tahapan, Penyebab, Proses Terjadinya dan Bentuk Terlengkap

 


Pengertian Stigma

Stigma merupakan salah satu pikiran, pandangan dan kepercayaan negatif yang diperoleh seseorang dari masyarakat atau lingkungannya berupa labeling, stereotip, separation dan mengalami diskriminasi sehingga mempengaruhi diri individu secara keseluruhan.

 


Pengertian Stigma Menurut Para Ahli

 

1. Scheid & Brown

Stigma yaitu salah satu fenomena yang terjadi ketika seseorang diberikan labeling, stereotip, separation, dan mengalami diskriminasi.

 

2. Goffman

Stigma yakni segala bentuk atribut fisik dan sosial yang mengurangi identitas social seseorang, mendiskualifikasikan orang itu dari penerimaan seseorang.

 

3. Mansyur

Stigma merupakan salah satu ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya.

 

4. Research

Stigma ialah berbagai bentuk usaha untuk label tertentu sebagai sekelompok orang yang kurang patut dihormati daripada yang lain.

 


Penyebab Terjadinya Stigma

 

1. Ketakutan

Ketakutan yakni salah satu penyebab umum terjadinya stigma. Kemunculan takut ini merupakan konsekuensi yang didapatkan apabila tertular, bahkan penderita itu cenderung takut terhadap konsekuensi sosial dari pengungkapan kondisi sebenarnya.

Baca Juga :  √ Korosi : Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, Cara Pencegahan & Contohnya Lengkap

 

2. Tidak Menarik

Beberapa kondisi tersebut dapat menyebabkan orang dianggap tidak menarik, terutama didalam budaya yang mana keindahan lahiriah sangat dihargai.

Dalam hal ini, gangguan pada anggota tubuh akan ditolak masyarakat disebabkan karena terlihat berbeda.

 

3. Kegelisahan

Kecacatan hal ini membuat penderita tidak nyaman, mereka mungkin tidak tahu bagaimana berperilaku di hadapan orang. Dengan kondisi yang dialaminya sehingga lebih cenderung menghindar.

 

4. Asosiasi

Stigma oleh asosiasi ini dikenal sebagai stigma simbolik, hal tersebut terjadi pada saat kondisi kesehatan dikaitkan dengan kondisi yang tidak menyenangkan.

Seperti pekerja seks komersial, pengguna narkoba, orientasi seksual tertentu, kemiskinan atau kehilangan pekerjaan. Nilai serta keyakinan dapat memainkan peran yang kuat didalam menciptakan atau mempertahankan stigma.

 

5. Kebijakan atau Undang-undang

Dengan Kebijakan atau Undang-undang Hal ini biasa terlihat pada saat penderita dirawat di tempat yang terpisah.

Serta memerlukan waktu yang khusus dari rumah sakit, seperti klinik sakit jiwa, klinik penyakit seksual menular atau klinik rehabilitasi ketergantungan obat.

 

6. Kurangnya Kerahasiaan

Pengungkapan yang tidak diinginkan dari kondisi seseorang dapat disebabkan cara penanganan hasil tes yang sengaja dilakukan tenaga kesehatan.

Hal ini mungkin benar-benar tidak diinginkan seperti pengiriman dari pengingat surat atau kunjungan pekerja kesehatan di kendaraan ditandai dengan pro logo gram.

 


Tahapan Pemberian Stigma di Masyarakat

 

1. Proses Interpretasi

Pelanggaran norma yang terjadi didalam masyarakat tidak semuanya mendapatkan stigma dari masyarakat, namun hanya pelanggaran norma yang diinterpretasikan oleh masyarakat ialah sebagai suatu penyimpangan perilaku yang dapat menimbulkan stigma.

 

2. Proses Pendefinisian

Setelah pada tahap pertama itu sudah dilakukan yang didalam itu terjadinya interpretasi terhadap perilaku yang menyimpang, selanjutnya ialah proses pendefinisian orang yang dianggap berperilaku menyimpang oleh masyarakat.

Baca Juga :  √ Emosi : Pengertian, Jenis, Penyebab, Fungsi dan Ciri Terlengkap

 

3. Perilaku Diskriminasi

Setelah proses pertama dan kedua itu dilakukan, maka masyarakat akan memberikan perlakuan yang sifatnya itu membedakan atau diskriminatif.

 


Bentuk – Bentuk Stigma

 

1. Labeling

Labeling ialah sebuah pembedaan dan memberikan label atau penamaan berdasarkan perbedaan-perbedaan yang dimiliki anggota masyarakat tersebut.

Sebagian besar perbedaan individu tidak dianggap relevan secara sosial, namun beberapa perbedaan yang diberikan dapat menonjol secara sosial.

 

2. Stereotip

Stereotip yaitu suatu kerangka berpikir atau aspek kognitif yang terdiri dari pengetahuan dan keyakinan tentang kelompok sosial dan traits tertentu.

Stereotip merupakan keyakinan mengenai karakteristik yang merupakan keyakinan tentang atribut personal yang dimiliki oleh orang-orang dalam suatu kelompok atau kategori sosial tertentu.

 

3. Separation

Separation yakni sebagai pemisahan “kita” (sebagai pihak yang tidak memiliki stigma atau pemberi stigma) dengan “mereka” (kelompok yang mendapatkan stigma).

Hubungan label dengan atribut negatif akan menjadi suatu pembenaran ketika individu yang dilabel percaya bahwa dirinya memang berbeda sehingga hal tersebut dapat dikatakan bahwa proses pemberian stereotip berhasil.

 

4. Diskriminasi

Diskriminasi merupakan salah satu perilaku yang merendahkan orang lain karena keanggotaannya dalam suatu kelompok.

Diskriminasi ialah sebuah komponen behavioral yang merupakan perilaku negatif terhadap individu karena individu tersebut adalah anggota dari kelompok tertentu.

 


Jenis – Jenis Stigma

  • Penyembunyian yang meliputi keluasaan karakteristik stigmatisasi sebisa mungkin dapat dilihat, seperti cacat wajah vs homoseksualitas.
  • Rangkaian penandaan berhubungan dengan apakah tanda tersebut sangat mencolok mata atau makin melemah dari waktu ke waktu, seperti multiple sclerosis vs kebutaan.
  • Kekacauan yang mengacu pada tingkat stigmatisasi dalam mengganggu interaksi interpersonal, seperti gagap dalam berbicara.
  • Estetika yang berhubungan dengan reaksi subjektif yang bisa memunculkan stigma karena suatu hal yang kurang menarik.
  • Asal usul tanda stigmatisas, seperti cacat bawaan, kecelakaan atau kesengajaan.
  • Risiko yang mencakup perasaan berbahaya dari stigmatisasi dari orang lain, seperti memiliki penyakit yang mematikan atau membahayakan vs kelebihan berat badan.
Baca Juga :  √ 15 Pengertian Drama Menurut Para Ahli Terlengkap

 


Proses Terjadinya Stigma

  • Individu membedakan serta memberikan label atas perbedaan yang dimiliki individu tersebut.
  • Munculnya keyakinan dari budaya yang dipunyai individu terhadap karakteristik individu atau juga kelompok lain serta menimbulkan stereotip.
  • Menempatkan individu atau juga kelompok yang sudah diberikan label pada individu atau juga kelompok dalam kategori yang berbeda sehingga terjadi separation.
  • Individu yang sudah diberikan label mengalami diskriminasi.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Stigma : Pengertian, Jenis, Tahapan, Penyebab, Proses Terjadinya dan Bentuk Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :