√ Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Penyebab Perubahan dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Penyebab Perubahan dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Tradisi.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Tradisi? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Penyebab Perubahan dan Contoh Terlengkap
√ Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Penyebab Perubahan dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Tradisi

Tradisi berasal dari kata “Traditium” yang pada dasarnya berarti semua sesuatu yang di warisi dari masa lalu.

Tradisi merupakan salah satu hasil cipta serta karya manusia objek material, keyakinan, imajinasi, insiden, atau lembaga yang di wariskan dari sesuatu generasi ke generasi selanjutnya.

 


Tujuan Tradisi

  • Supaya hidup manusia kaya akan budaya dan nilai bersejarah serta agar kehidupan menjadi harmonis.
  • Agar semua orang saling menghargai, menghormati dan menjalankan tradisi dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada.

 


Fungsi Tradisi

 

1. Penyedia Fragmen Warisan Historis

Sebagai penyedia fragmen warisan historis yang kita pandang bermanfaat. Tradisi yang seperti suatu gagasan dan material yang bisa dipergunakan orang dalam tindakan saat ini dan untuk membangun masa depan dengan dasar pengalaman masa lalu.

Misalnya ialah peran yang harus diteladani seperti tradisi kepahlawanan, kepemimpinan karismatis dan lain sebagainya.

 

2. Memberikan Legitimasi Pandangan Hidup

Untuk sebagai pemberi legitimasi pada pandangan hidup, keyakinan, pranata dan aturan yang telah ada.

Semuanya ini membutuhkan pembenaran agar bisa mengikat anggotanya. Seperti wewenang seorang raja yang disahkan oleh tradisi deri seluruh dinasti terdahulu.

Baca Juga :  √ Hemoglobin (Hb) : Pengertian, Fungsi, Penyebab dan Struktur Terlengkap

 

3. Menyediakan Simbol Identitas Kolektif

Menyediakan suatu simbol identitas kolektif yang meyakinkan, memperkuat loyalitas primodial kepada bangsa, komunitas dan kelompok. Seperti tradisi nasional dengan lagu, bendera, emblem, mitologi dan ritual umum.

 

4. Sebagai Tempat Pelarian

Untuk dapat membantu sebagai tempat pelarian dari keluhan, ketidakpuasan dan kekecewaan kehidupan modern.

Tradisi yang mengesankan masa lalu yang lebih bahagian menyediakan sumber pengganti kebangaan jika masyarakat berada dalam kritis.

Tradisi kedaulatan dan kemerdekaan di masa lalu bisa membantuk suatu bangsa untuk bertaan hidup ketika berada dalam penjajahan.

Tradisi kehilangan kemerdekaan, cepat atau lambat akan merusak sistem tirani atau kediktatoran yang tidak berkurang di masa kini.

 


Penyebab Perubahan Tradisi

  • Banyaknya tradisi dan bentrokan antara tradisi satu dengan tradisi lainnya. Benturan tersebut bisa terjadi antara tradisi masyarakat atau antara kultur yang berbeda atau didalam masyarakat tertentu.
  • Perubahan suatu tradisi dari segi kuantitatifnya terlihat dalam jumlah penganut atau pendukungnya. Rakyat bisa ditarik untuk mengikuti tradisi tertentu yang selanjutnya mempengaruhi semua rakyat satu negara atau bahkan bisa mencapai skala global.
  • Perubahan sebuah tradisi dari segi kualitatifnya adalah perubahan kadar tradisi, gagasan, simbol dan nilai tertentu ditambahkan dan yang lainnya dibuang.

 


Contoh Tradisi

 

1. Dugderan

Tradisi ini terdapat di Semarang dan berupa seperti pasar malam. Para pedagang menjual berbagai macam barang, mulai dari mainan anak sampai pakaian.

Selain itu ada pula bentuk hiburan seperti komedi putar. Dugderan sendiri dipercaya adalah gabungan dari kata “Dug” (suara bedug) dan “der” (suara meriam).

Bedug dan meriam jaman dulu digunakan untuk menandai datangnya bulan suci ramadhan. Dugderan biasanya dimulai seminggu sebelum puasa dan berakhir tepat satu hari sebelum puasa dimulai.

Baca Juga :  √ Kelenjar Endokrin : Pengertian, Fungsi dan Jenis Terlengkap

 

2. Balimau

Pada masyarakat Sumatera Barat menyambut bulan suci ramadhan dengan tradisi balimau. Balimau dalam bahasa Minangkabau mempunyai arti mandi disertai keramas.

Tradisi ini adalah lambang pembersihan diri sebelum mulai berpuasa. Balimau juga dilaksanakan dengan cara beramai-ramai.

Dapat dilakukan di sungai, danau ataupun kolam. Siapapun dapat mengikuti, dari yang mudah sampai yang tua, laki-laki ataupun perempuan.

 

3. Meugang

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Aceh. Mereka menyembelih seekor kerbau dan dagingnya dimakan menjelang masa puasa. Warga Aceh dapat membeli kerbau ini dengan cara patungan.

Di masyarakat Aceh kegiatan Meugang ini tidak hanya diadakan sebelum hari raya Idul Fitri saja, tetapi juga ketika hari raya Idul Adha.

 

4. Makan Kue Apem

Makan kue apem merupakan penanda datangnya bulan puasa yang biasa dilakukan oleh masyarakat Surabaya. Nama kue apem dipercaya berasal dari kata “afwan” dari bahasa Arab yang berarti Maaf.

Jadi secara simbolis makan kue apem dapat diartikan sebagai memohon maaf kepada keluarga, sanak saudara, dan teman.

Setelah memakan kue apem orang-orang berkumpul dan bersalam-salaman saling meminta maaf dan dilanjutkan dengan acara tahlilan.

 

5. Sambatan

Yakni salah satu kegiatan gotong royong dalam membuat rumah yang dilakuan oleh warga setempat tanpa diberi upah,melainkan hanya diberi makan saja.

 

6. Bacakan

Syukuran apabila mendapatkan rezeki lebih atau jika telah membei barang baru(motor,mobil,dll). Biasanya memasak nasi kemudian diletakkan diatas nampan yang telah dialasi daun pisang.

Kemudian mengundang para tetangga untuk datang kerumah dan makan nasi tersebut secara bersama.

 

7. Panjang Jimat

Yaitu suatu acara penyucian benda-benda keramat yang ada di Kraton Cirebon(keris,dll) kemudian diadakan acara arak-arakan mengelilingi daerah yang berada disekeliling Kraton. Biasanya diadakan pada bulan Maulud.

Baca Juga :  √ Uterus (Rahim) : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Terlengkap

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Penyebab Perubahan dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :