√ Investasi Jangka Panjang : Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Investasi Jangka Panjang : Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Investasi Jangka Panjang.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Investasi Jangka Panjang? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Investasi Jangka Panjang : Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap
√ Investasi Jangka Panjang : Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan salah satu investasi yang mana daya yang dipakai akan dijalankan terus dan dapat dicairkan apabila telah tiba jangka waktu tertentu paling cepat 1(satu) tahun.

 


Tujuan Investasi Jangka Panjang

  • Mengarahkan dana khusus, contohnya dana untuk suatu kepentingan sosial atau kepentingan ekspansi suatu perusahaan
  • Pengendali atau pengontrol perusahan atau orang tertentu dengan kepemilikan usaha tersebut
  • Menjamin adanya bahan baku dan pasar untuk produk yang akan dihasilkan
  • Menurunkan persaingan antar perusahaan sejenis
  • Mendapatkan penghasilan pasif dalam setiap periode, seperti bunga, royalti, deviden atau uang sewa

 


Jenis – Jenis Investasi Jangka Panjang

 

1. Saham

Sebuah perusahaan dapat memperoleh dana dari para investor dengan cara menerbitkan atau mengeluarkan saham.

Berbeda dengan obligasi, saham adalah sebuah pernyataan dan bukan surat hutang dan tidak perlu ditebus penerbitnya.

 

2. Asuransi

Pengertian asuransi adalah suatu perjanjian antara tertanggung yaitu dan penanggung yaitu perusahaan asuransi. Asuransi sendiri berasal dari kata Insurance yang berarti pertanggungan.

Penanggung akan bersedia menanggung sejumlah kerugian yang mungkin terjadi pada massa mendatang setelah tertanggung menyepakati pembayaran uang yang disebut dengan premi.

Baca Juga :  √ Akuntansi Biaya : Pengertian, Tujuan, Fungsi & Siklusnya Lengkap

 

3. Program Pensiun

Perusahaan asuransi di Indonesia telah menjamur dengan memasarkan dan memperkenalkan produk unggulannya yang dipadukan dengan program investasi dana pensiun.

Sehingga, jika sudah tiba masa pensiun, investor akan memperoleh sejumlah dana yang berasal dari hasil pengembangan dari pihak perusahaan asuransi.

Namun, investasi program pensiun ini tidak banyak menghasilkan bunga dibandingkan dengan menabung pada sebuah bank tertentu yang sifat bunganya lebih besar.

Hasil dari investasi dengan program pensiun juga tidak menentu dibanding investasi lainnya. Besar keuntungan dan bunga yang akan diperoleh biasanya tergantung dari besar kecilnya keuntungan yang didapatkan perusahaan asuransi.

 

4. Properti

Salah satu bentuk investasi jangka panjang adalah investasi dalam bentuk properti mulai dari tanah, rumah, ruko, kebun dan sebagainya.

 

5. Emas

Emas merupakan logam mulia 99,99% yang berharga dan langka yang kehadirannya bisa diterima semua kalangan. Emas ini mudah dibentuk atau sering digunakan sebagai perhiasan.

Investasi emas merupakan investasi jangka panjang yang aman dan juga menguntungkan.

Dalam keadaan yang tidak menentu, emas memiliki nilai jual yang lebih stabil dan dianggap sebagai pengganti mata uang tanpa batasan aset yang penting dan aman kapan saja dapat diuangkan saat dibutuhkan.

Nilai tukar US Dollar yang sama dan searah dengan emas, sehingga banyak orang banyak melakukan investasi emas ini.

 

6. Obligasi

Pengertian obligasi adalah surat bukti sudah memberikan pinjaman kepada pihak yang menerbitkan obligasi dan harus dilunasi pada tanggal jatuh temponya.

Obligasi juga memiliki hak atas pembagian keuntungan. Apabila diterima oleh pemegang obligasi yang berbentuk badan, dengan rekarakterisasi sebagai dividen, bagian keuntungan yang diterima itu tidak dikenakan pajak.

Baca Juga :  √ Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Komponen, Karakteristik, Ciri & Ruang Lingkupnya Lengkap

 

7. Reksadana

Para investor bisa melakukan investasi tapi secara tidak langsung, yaitu menggunakan perantara perusahaan reksadana.

Dana yang terkumpul dari para investor dalam jumlah yang cukup besar akan meningkatkan posisi tawar-menawar dari perusahaan reksadana.

 


Contoh Investasi Jangka Panjang

  • Properti (apartemen, hotel, dsb.)
  • Saham (tanah, kontrakan, kos-kosan, dll.)
  • Emas batangan

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Investasi Jangka Panjang : Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :