√ Investasi Jangka Pendek : Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Jenis, Sarana dan Bentuk Terlengkap

Diposting pada

√ Investasi Jangka Pendek : Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Jenis, Sarana dan Bentuk Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Investasi Jangka Pendek.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Investasi Jangka Pendek? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Investasi Jangka Pendek : Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Jenis, Sarana dan Bentuk Terlengkap
√ Investasi Jangka Pendek : Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Jenis, Sarana dan Bentuk Terlengkap

 


Pengertian Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merupakan salah satu investasi yang bisa segera dicairkan atau didanai dari kelebihan dana yang bersifat sementara yang dimiliki oleh perusahaan yang dimaksudkan untuk dimiliki selama dua belas bulan atau kurang.

 


Tujuan Investasi Jangka Pendek

  • Dapat memanfaatkan kelebihan cash flow sementara waktu.
  • Mendapatkan tambahan dana.

 


Karakteristik Investasi Jangka Pendek

  • Dapat segera diperjualbelikan atau dicairkan.
  • Investasi ini ditujukan dalam rangka manajemen kas, artinya investasi dapat dijual jika timbul kebutuhan kas.
  • Berisiko rendah (pembelian surat-surat berharga yang berisiko tinggi bagi pemerintah karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar surat berharga tidak termasuk dalam investasi jangka pendek).

 


Keuntungan Investasi Jangka Pendek

  • Pengembalian imbal return lebih cepat, dengan perputaran uang yang cepat maka return pokok investasi dan bunga lebih cepat diperoleh. Selanjutnya, bisa menginvestasikan kembali ke investasi lain atau melalui trading di pasar uang dan lainnya.
  • Dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek. Umumnya bagi mayoritas profesional muda memiliki pendapatan bulanan belum terlalu tinggi untuk berinvestasi di setiap bulannya.

 


Kerugian Investasi Jangka Pendek

  • Rentan terhadap inflasi akibat valuasi yang tidak dapat bersaing dengan tingkat inflasi tahunan dan efek compounding dalam investasi jangka pendek tidak signifikan.
Baca Juga :  √ Kapasitor : Pengertian, Jenis, Fungsi, Simbol, Rumus & Contoh Soalnya Lengkap

 


Jenis – Jenis Investasi Jangka Pendek

  • Tabungan Bank yaitu sebuah jenis investasi ini sangat mudah untuk dicairkan, namun hasil yang diperoleh lebih rendah dan kecil. Terdapat banyak akun tabungan bank yang tidak mengikuti inflasi sehingga tidak dapat menyimpan uang dalam jangka waktu yang panjang atau lama.
  • Sertifikat Deposito ialah salah satu jenis investasi ini sering digunakan oleh sebagian orang. Apabila seseorang menginvestasikan uang berupa sertifikat deposito, maka seseorang tersebut menyetujui untuk tidak mengambil sertifikat dalam batas waktu tertentu dengan keuntungan yang lebih besar. Batas waktu investasi sertifikat deposito biasanya rentang waktu 3 bulan hingga 5 tahun.
  • Reksadana Pasar Uang yakni suatu jenis reksadana pasar uang memiliki kemudahan pencairan, namun keuntungan yang didapatkan lebih besar dari jenis investasi tabungan bank. Namun, jenis investasi reksadana pasar uang ini tanpa asuransi sehingga resiko yang ditanggung lebih besar.
  • Surat Hutang Jangka Pendek dan Obligasi adalah segala jenis Investasi Jangka Pendek ini memiliki syarat yang bersifat fleksibel dengan jangka waktu satu bulan hingga satu tahun. Surat hutang jangka pendek dibuat untuk tabungan jangka pendek dengan keuntungan yang rendah. Sementara, jenis investasi obligasi akan memperoleh fleksibilitas lebih, namun keamanan tidak terjamin
  • Forex atau Valas merupakan berbagai investasi jenis ini umumnya dicari oleh sebagian orang yang mengharapkan keuntungan lebih cepat. Syaratnya harus menguasai ilmu forex dengan baik, maka keuntungan yang didapat mencapai berkali lipat dari modal investasi dalam waktu yang sangat cepat. Namun, jika tidak menguasai ilmu dasar forex akan berisiko lebih tinggi dan dapat kehilangan uang mencapai 100 persen.
  • Saham ialah sebuah pasar saham diklaim sebagai investasi jangka panjang. Namun, jika dianalisis pasar saham termasuk ke dalam kategori Investasi Jangka Pendek, sebab pasar saham dapat dicairkan kapanpun tanpa harus menunggu batas waktu tertentu. Jika sudah memperoleh keuntungan yang cukup, maka keuntungan dapat diambil. Namun, kekurangan investasi jenis ini memiliki risiko yang sebanding dengan keuntungan yang didapat.
Baca Juga :  √ Efisiensi : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contoh Terlengkap

 


Sarana Investasi Jangka Pendek

  • Jasa Giro merupakan sebuah produk perbankan yang menawarkan bunga terendah yakni kisaran antara 3-4%. Umumnya digunakan perusahaan untuk mempermudah transaksi pembayaran.
  • Tabungan adalah salah satu layanan perbankan yang menawarkan bunga diatas jasa giro, dan bisa diambil setiap saat.
  • Deposito yaitu yang memiliki bunga yang lebih tinggi dari tabungan, tetapi harus disimpan dalam jangka waktu tertentu. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo biasanya akan dikenakan denda atau pinalti.
  • Reksadana Pasar Uang yakni suatu reksadana yang berinvestasi pada pasar uang seperti Deposito, SBI dan juga obligasi jangka pendek. Seringkali tingkat pengembalian reksadana pasar uang lebih besar dari jasa giro tetapi lebih rendah dari Deposito, akan tetapi bisa dicairkan setiap saat.

 


Bentuk Investasi Jangka Pendek

 

1. Efek Bersifat Hutang

Efek bersifat hutang atau disebut sebagai surat hutang, obligasi atau surat berharga komersial tergantung pada tenggang waktu jatuh tempo pembayarannya ataupun ciri lain.

Pemegang efek bersifat hutang ini secara khusus berhak atas pembayaran pokok hutang beserta bunga dan hak-hak lainnya sesuai dengan perjanjian dalam persyaratan penerbitan surat hutang seperti hak untuk mendapatkan informasi tertentu.

Biasanya efek bersifat hutang ini telah diterbitkan dengan jangka waktu jatuh tempo yang tetap dan hanya bisa diuangkan pada saat tanggal jatuh tempo efek.

Efek tersebut bisa disertai dengan jaminan maupun tanpa jaminan. Jika tanpa disertai jaminan maka bisa diperjanjikan dalam penerbitan efek bahwa pemegang efek memiliki peringkat yang lebih tinggi dibandingkan pemberi hutang tanpa jaminan lainnya dalam hal terjadinya kepailitan.

 

2. Efek Bersifat Ekuitas

Efek bersifat ekuitas ialah suatu saham suatu perusahaan (bisa berupa saham biasa namun termasuk saham preferen). Pemegang efek bersifat ekuitas ini merupakan pemegang saham.

Baca Juga :  √ Investasi Jangka Panjang : Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap

Tidak seperti pada surat hutang yang memberi syarat adanya pembayaran bunga secara teratur kepada pemegang efek. Pada efek bersifat ekuitas ini, pemegang efek tidak berhak atas pembayaran apapun.

Jika terjadi kepailitan maka nilai sahamnya hanya berupa sisa harta perseroan setelah dikurangi dengan pembayaran hutang (jika ada) terhadap seluruh kreditur perseroan. Pemegang saham berhak atas keuntungan perusahaan dan kenaikan harga saham dimana pemegang.

 


Sifat Investasi Jangka Pendek

  • Dapat dengan mudah diperjualbelikan maupun mudah dicairkan.
  • Investasi memiliki tujuan yang ditujukan dalam manajemen kas yang berarti dapat dijual jika adanya kebutuhan kas.
  • Memiliki sifat rendah risiko, sebab pembelian surat-surat berharga yang berisiko lebih besar untuk pemerintah dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar surat berharga tidak berlaku dalam investasi jangka pendek.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Investasi Jangka Pendek : Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Jenis, Sarana dan Bentuk Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :