√ Kata Tugas : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Kata Tugas : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Kata Tugas.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Kata Tugas? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Kata Tugas : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap
√ Kata Tugas : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Kata Tugas

Kata Tugas merupakan semua jenis kata dalam bahasa indonesia yang hanya memiliki makna gramatikal (maknanya berubah sesuai konteksnya) dan tidak memiliki makna leksikal (Makna tetap).

 


Pengertian Kata Tugas Menurut Para Ahli

 

1. Lamuddin Finoza

Kata tugas yaitu sekumpulan kata dan partikel yang tidak mempunyai artik leksikal, yakni arti kata secar lepas tanpa kaitannya dengan kata lain.

 

2. Amrie Bin Abdul Rahman

Kata tugas ialah salah satu jenis perkataan yang hadir dalam ayat, klausa, atau frase untuk mendukung sesuatu tugas tertentu.

 


Ciri – Ciri Kata Tugas

  • Memiliki suatu makna gramatika tetapi tidak mempunyai arti leksikal
  • Seringkali bentuknya tidak berubah
  • Arti atau maknanya akan lebih jelas apabila didampingi kata lain dalam kalimat

 


Jenis – Jenis Kata Tugas

 

1. Kata Depan (Preposisi)

Sebutan lain untuk kata depan adalah preposisi. Dalam Bahasa latin preposisi berasal dari kata yaitu “prae” dan “ponere”. Prae berarti sebelum. Sedangkan ponere berarti menempatkan atau tempat.

Baca Juga :  √ Konjungsi : Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis & Contohnya Lengkap

Berarti kata depan merupakan kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat yang diikuti oleh nominal atau pronominal. Kata depan adalah kata yang menghubungkan kata benda dengan bagian kalimat.

Kata depan umumnya digunakan untuk mengantar sebuah objek penyerta kalimat dan tidak boleh mengantarkan subjek kalimat.

Umumnya kata depan yang dikenal adalah di, ke dan dari. Kata depan di, ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali dalam gabungan kata yang sudah dianggap satu kata seperti kepada dan dari pada.

Beberapa kata depan lainnya adalah dalam, antara, atas, kepada, akan, terhadap, oleh, dengan, sampai, untuk, dsb.

Contoh :

  • Tinggallah bersama saya disini
  • Di mana kakakmu?
  • Ayah sedang dalam perjalanan ke luar kota

 

2. Kata Penghubung (Konjungsi)

Kata penghubung (konjungsi) atau yang juga sering disebut dengan kata sambung adalah kata yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dengan kata lainnya (dalam sebuah kalimat), atau satu kalimat dengan kalimat lainnya (dalam sebuah paragraf).

Terdapat banyak jenis kata penghubung dan penggunaanya harus disesuaikan dengan struktur dan maksud yang ingin disampaikan.

 

Jenis – Jenis Kata Penghubung

  • Kata Penghubung Koordinatif

Kata Penghubung Koordinatif ialah salah satu kata penghubung yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, atau kalimat dengan kalimat, dimana kata atau kalimat yang dihubungkannya memiliki kedudukan setara/sederajat.

Contoh :

  1. Ibu sedang masak dan ayah sedang tidur.
  2. Ia membeli buku, pulpen, pensil, serta penggaris.
  3. Saya biasanya pergi dengan sepeda atau angkutan umum.

 

  • Kata Penghubung Subordinatif

Kata Penghubung subordinatif yaitu sebuah kata penghubung yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, atau kalimat dengan kalimat, dimana kata atau kalimat yang dihubungkannya memiliki kedudukan yang tidak setara / tidak sederajat. Contohnya , ketika, sejak, yang, agar, supaya, dsb.

Baca Juga :  √ Majas Litotes : Pengertian, Fungsi, Ciri, Tujuan dan Contoh Terlengkap

Contoh :

  1. Saja terjatuh ketika dalam perjalanan.
  2. Ibu selalu memilih sayur yang masih segar.
  3. Kamu harus rajin belajar agar sukses.

 

3. Kata Seru (Interjeksi)

Kata seru yakni salah satu jenis kata dalam bahasa indonesia yang digunakan untuk mengungkapkan isi perasaan penulis atau pembicara. Kata seru digunakan untuk menegaskan persaan tersebut. P

erasaan yang dimaksud dapat berupa perasaan marah, sedih, gembira, sakit, kagum, terkejut, dsb. Dalam penggunaannya kata seru memiliki intonasi yang khas agar dapat menggambarkan perasaan tersebut dengan baik.

Contoh :

  • Aduh, indah sekali pemandangannya! (Kekaguman)
  • Gila, dia bisa melakukan gerakan itu saat di udara! (Kekagetan)
  • Ayo kita kesana! (Ajakan)
  • Brengsek kamu, pergi dari sini sekarang! (Kemarahan)
  • Mudah-mudahan hari ini tidak hujan. (Harapan)

 

4. Kata Sandang (Artikula)

Kata Sandang atau artikula ialah sebuah kata yang tidak mempunyai makna yang digunakan untuk menjelaskan kata benda (nomina) atau kata tertentu.

Kata sandang dapat digunakan untuk mendampingi kata benda dasar ataupun kata benda turunan atau kata tertentu lainnya.

Biasanya kata sandang terletak sebelum kata benda yang dijelaskannya. Contoh kata sandang adalah Yang, sang, kaum, para, si, dsb.

Contoh :

  • Yang Maha Pemaaf pasti akan menerima taubatmu. (“Yang” sering digunakan untuk menggantikan nama tuhan)
  • Sang wartawan tidak takut dengan pemerintah. (“Sang” sering digunakan untuk penunjuk tunggal)
  • Kaum komunis sangat benci dengan agama. (“Kaum” digunakan untuk penunjuk jamak)
  • Para mahasiswa dituntun untuk aktif dalam segala kegiatan. (“Para” digunakan untuk penunjuk jamak terhadap kelompok dengan kesamaan tertentu)

 

5. Partikel Penegas

Partikel penegas yakni suatu kelas kata dalam bahasa indonesia yang tidak bisa berdiri sendiri dan harus dikaitkan dengan kata lain dalam penggunaannya. Beberapa contoh partikel penegas adalah –kah, -lah, -pun, dll.

Baca Juga :  √ Paragraf Narasi : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap

Contoh :

  • Apakah kamu sedang sakit ? (“-kah” sering digunakan dalam kalimat tanya)
  • Menjauhlah, saya sedang tidak ingin diganggu! (“-lah” sering digunakan dalam kalimat perintah atau kalimat deklarasi)
  • Mereka pun bisa melakukannya. (“-pun” digunakan untuk menegaskan suatu hal)

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kata Tugas : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :