Piramida Makanan

Diposting pada

SeputarIlmu.Com Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Piramida Makanan.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Piramida Makanan? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Piramida Makanan : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap


Pengertian Piramida Makanan

Piramida makanan merupakan suatu jumlah massa zat dan energi dari produsen sampai dengan konsumen tertinggi yang digambarkan dalam berntuk piramida.


Jenis – Jenis Piramida Makanan

1. Piramida Biomassa

Piramida Biomassa yakni salah satu Sistem piramida yang mensatukan massa dari semua organisme yang berada pada suatu habitat tertentu.

Pada piramida ini sebuah organisme diukur berdasarkan massa. Seperti berat dari setiap organisme dapat diukur dalam satuan gram.

Dalam pengukuran berat pada setiap tingkatan trofik berdasarkan dengan berat rata-rata organisme yang dimana menggunakan suatu rumus tertentu untuk memperkirakan jumlahnya.

Piramida biomassa ini sangat akurat dalam menunjukkan suatu hubungan kuantitas biomassa pada sebuah ekosistem yang berdasarkan habitat dari oragnisme tersebut.

Piramida Biomassa terbagi menjadi 2 bagian, yaitu sebagai berikut :

  • Piramida Tegak ialah suatu sistem piramida yang massa produsennya lebih besar, dibandingkan dengan tingkat trofik yang berada di atasnya, dan biasanya menggambarkan sebuah ekosistem daratan.
  • Piramida Terbalik yaitu sebuah sistem piramida yang massa produsennya lebih kecil, dibandingkan dengan massa gabungan dari konsumennya, dan biasanya menggambarkan sebuah ekosistem perairan.

2. Piramida Energi

Piramida Energi yaitu berbagai Sistem piramida yang mengalami suatu penurunan energi pada setiap tingkat trofik yang berada di atasnya.

Pada sistem piramida energi ini, produsen harus memiliki energi lebih besar dibandingkan dengan energi konsumennya.

Baca Juga :  √ Simbiosis Komensalisme : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap

Semakin kecilnya suatu energi pada tingkat trofik selanjutnya, dapat disebabkan beberapa faktor, yaitu :

  • Hanya makanan tertentu yang dapat dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
  • Tidak semua makanan yang dicerna trofik selanjutnya menjadi suatu energi, melainkan hanya menjadi kotoroan yang dibuang.

3. Piramida Populasi

Piramida Populasi ialah sebuah organisme yang berperan sebagai produsen harus mempunyai populasi yang lebih banyak dibandingkan dengan tingkat trofik yang berperan sebagai konsumen di atasnya.

Pada ujung piramida populasi ini ditempati oleh organisme yang berperan sebagai konsumen III, dan diantara dasar & puncaknya piramida populasi ini, ditempati oleh beberapa tingkatan konsumen lainnya (konsumen I & konsumen II).

Artinya pada suatu populasi pada konsumen I harus lebih banyak daripada populasi pada konsumen II, dan populasi pada konsumen II harus lebih banyak dibandingkan populasi pada konsumen III & seterusnya.

Piramida Populasi ini juga sering, disebut sebagai Piramida Penyeimbang pada populasi setiap organisme tertentu, karena sudah sewajarnya populasi dari kelompok mangsa selalu lebih banyak, daripada sekelompok pemangsanya.

Apabila sebuah populasi sekelompok pemangsa jauh lebih banyak daripada kelompok mangsanya, maka akan terjadi suatu kepunahan terhadap kelompok pemangsa itu sendiri.


Contoh Piramida Makanan

1. Anjing Laut

Sebagai sebuah konsumen tingkat 2 di perairan, anjing laut ini akan memakan ikan sebagai makanannya.


2. Paus

Sebagai konsumen tingkat 3 atau tingkat akhir, salah satu makannya yaitu anjing laut. Jadi paus jenis ini bisa digolongkan sebagai konsumen tingkat akhir.


3. Phytoplankton

Sebagai suatu produsen karena di perairan plankton ini bisa berfotosintesis dan menghasilkan suatu cadangan makanan.


4. Ikan

Sebagai salah satu konsumen tingkat 1 diperairan, ikan akan memakan semua phytoplankton sebagai makanannya.

Baca Juga :  √ Tuba Fallopi : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Penyebab Terlengkap

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Piramida Makanan : Pengertian, Macam dan Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :