√ Metode Ilmiah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Unsur, Kriteria & Langkahnya Terlengkap

Metode Ilmiah

Seputarilmu.com – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Metode Ilmiah.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Metode Ilmiah? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Metode Ilmiah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Unsur, Kriteria & Langkahnya Terlengkap
√ Metode Ilmiah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Unsur, Kriteria & Langkahnya Terlengkap

 


Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan salah satu proses keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis melalui bukti fisis.

 


Unsur – Unsur Metode Ilmiah

  • Karakterisasi – Identifikasi sifat-sifat utama yang relevan milik subjek yang diteliti dengan pengamatan dan pengukuran.
  • Hipotesis – Dugaan teoritis sementara yang menjelaskan hasil pengukuran
  • Prediksi – Deduksi logis dari hipotesis
  • Eksperimen – Pengujian atas hubungan karakterisasi dengan prediksi dan hipotesis
  • Evaluasi dan Pengulangan – Penilaian atas ketepatan hipotesis dan prediksi berdasar hasil yang didapat saat eksperimen, dan pengulangan pada tahap-tahap tertentu apabila tidak didapatkan hasil yang sesuai.

Tujuan Metode Ilmiah

  • Untuk mengembangkan dan menjelaskan Dengan melakukan pengembangan dan usaha menjelasakn melalui teori yang didukung fakta – fakta penunjang.
  • Untuk menerangkan, memprediksi dan mengontrol suatu perubahan.
  • Dengan meneliti akan dapat menerangkan keterkaiatan variabel yang ada.
  • Mendeskripsikan fenomena Mempeorleh pengetahuan yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu fenomena.
  • Menjelaskan hubungan Berusaha untuk menjelaskan hubungan antara fenomena terutama hubungan sebab akibat.
  • Meramalkan fenomena yang akan terjadi Penjelasan hubungan sebab akibat sangat bergunamembuat generalisasi yang berlaku dan bisa juga menguji kebenaran.
Baca Juga :  √ Pencemaran Air : Pengertian, Penyebab Terjadinya, Dampak, Cara Mengatasi dan Contoh Terlengkap

Fungsi Metode Ilmiah

  • Mendapatkan ilmu pengetahuan yang rasional dan sudah teruji.
  • Untuk pembuktian terhadap suatu kebenaran yang dapat diatur oleh pertimbangan yang logis.
  • Untuk mencari pengetahuan yang dimulai dari penemuan masalah yang harus dipecahkan atau dicari solusinya, pengumpulan data, menanalisis data dan diakhiri dengan menarik suatu kesimpulan.
  • Membantu memecahkan masalah dengan pembuktian yang dimana buktinya dapat memuaskan.
  • Dapat menguji penelitian yang telah dilakukan orang lain sehingga didapatkan kebenaran yang objektif dan juga memuaskan, dan lain sebagainya.

Kriteria Metode Ilmiah

 

1. Berdasarkan Kenyataan atau Fakta

Keterangan, data dan informasi yang ingin didapatkan, baik itu yang dikumpulkan maupun yang dianalisa harus berdasarkan fakta.

Jangan penemuan yang berdasarkan khayalan, legenda, kira-kira dan lain-lain. Jadi intinya harus berdasarkan kenyataan atau fakta yang benar-benar ada.

 

2. Bebas dari Prasangka

Harus bersifat bebas dari prasangka dan pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya subjektif.

Fakta harus dengan alasan dan berdasarkan bukti yang jelas serta objektif. Jadi suatu penelitian harus menunjukan adanya kesesuaian dengan Hipotesis.

 

3. Menggunakan Prinsip Analisa

Dalam memahami dan memberikan arti pada permasalahan yang kompleks, haruslah menggunakan prinsip-prinsip analisa. Masalah harus dicari sebab dan juga pemecahannya dengan menggunakan prinsip analisis yang logis.

Fakta-fakta yang dapat mendukung tidak dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat derkripsinya saja, akan tetapi semua fakta dan kejadian harus dicari sebab maupun akibatnya dengan menggunakan analisa.

 

4. Menggunakan Hipotesis

Pada metode ilmiah, seseorang yang melakukan penelitian harus dituntun dalam proses berfikir menggunakan prinsip analisa.

Hipotesis diperlukan untuk memandu pikiran ke arah tujuannya, sehingga hasil yang nanti didapatkan akan mengarah kepada sasarannya.

Baca Juga :  √ Batang Otak (Brainstem) : Pengertian, Fungsi dan Bagian Strukturnya Terlengkap

 

5. Menggunakan Ukuran yang Objektif

Seseorang yang melakukan penelitian harus memiliki sikap yang objektif dalam mencari kebenaran.

Data dan fakta yang ada harus dianalisis secara objektif, pertimbangan maupun penarikan kesimpulan dari penelitian arus menggunakan pikiran yang benar-benar jernih jadi bukan berdasarkan perasaan seorang peneliti.

 

6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi

Data ukuran yang sifatnya kuantitatif (jumlah satuan angka) yang biasa haruslah digunakan. Jika terdapat data ukuran misalnya seperti mm, kg, ohm, per detik dan lain-lain harus digunakan.

Teknik kuantifikasi yang sering digunakan dan tergolong mudah umumnya menggunakan ukuran rating, ranking dan nominal.

 


Langkah – Langkah Metode Ilmiah

 

1. Observasi Awal

Peneliti mengamati keadaan awal dari objek penelitian. Pada kegiatan ini dilakukan karakterisasi objek dan analisis terhadap sifat-sifatnya.

 

2. Identifikasi Masalah

Menemukan permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian.

 

3. Perumusan Hipotesis

Membuat rumusan awal yang menjelaskan permasalahan yang ingin diangkat. Hipotesis bersifat sementara karena belum adanya hasil objektif dari eksperimen, oleh karena itu hipotesis tidak bisa dijadikan kesimpulan hasil penelitian ilmiah.

 

4. Eksperimen

Percobaan-percobaan yang dilakukan untuk menganalisis permasalahan yang ingin diidentifikasi. Eksperimen yang umum dilakukan adalah rekayasa penciptaan ulang permasalahan, dengan kata lain peneliti meniru proses terjadinya permasalahan yang diteliti.

Pada eksperimen variabel-variabel yang berpengaruh pada proses fisis dikendalikan sebaik mungkin, sehingga peneliti benar-benar mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh pada hasil eksperimen tersebut.

 

5. Analisis Hasil

Peneliti melakukan analisis terhadap hasil eksperimen. Analisis ini dikembangkan dari rumusan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya, terutama apakah hipotesis yang dibuat dapat menjelaskan fenomena permasalahan yang terjadi atau tidak.

Baca Juga :  √ Sistem Dispersi : Pengertian, Jenis dan Perbedaan Terlengkap

Jika terdapat hubungan yang jelas atau kesesuaian antara hasil eksperimen dengan hipotesis, maka hasil analisis dapat dijadikan sebagai dasar penarikan kesimpulan.

Jika tidak, maka dilakukan pengulangan langkah-langkah sebelumnya. Pengulangan dapat dilakukan dari tahapan perumusan hipotesis atau dari tahap eksperimen.

6. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan menjadi penutup dari langkah-langkah penelitian dengan metode ilmiah.

Setelah hasil dianalisis dan dihubungkan dengan hipotesis, peneliti dapat menarik kesimpulan yang menjelaskan hubungan-hubungan tersebut dengan singkat.

Kesimpulan sejatinya dibuat dengan jelas dan padat, menggambarkan inti dari eksperimen dan tidak keluar dari eksperimen yang dilakukan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Metode Ilmiah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Unsur, Kriteria & Langkahnya Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Send this to a friend