√ Simbiosis Parasitisme : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Simbiosis Parasitisme : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Simbiosis Parasitisme.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Simbiosis Parasitisme? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

 

√ Simbiosis Parasitisme : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap
√ Simbiosis Parasitisme : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme merupakan salah satu interaksi antara dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu organisme sementara organisme lain dirugikan.

Makhluk hidup yang diuntungkan ini yaitu Parasit dan makhluk hidup yang dirugikan ini ialah Inang.

Parasit yang hidup di Luar Tubuh Inang disebut sebagai Ektroparasit, sedangkan Parasit yang hidupnya di Dalam Tubuh Inang maka disebut dengan Endoparasit.

 


Jenis – Jenis Parasitisme

  • Ektoparasit : Kutu akan hidup pada permukaan inang.
  • Endoparasit : Cacing usus serta protozoa akan hidup di dalam darah dan tubuh inang.
  • Mesoparasit : Copepoda akan memasuki permukaan tubuh inang.
  • Parasit Obligat : Organisme yang membutuhkan inang untuk menyelesaikan silus hidup.
  • Parasit Fluktuatif : Dapat menyelesaikan siklus hidup tanpa adanya inang.

 


Contoh Simbiosis Parasitisme

 

1. Manusia dan Nyamuk Malaria

Nyamuk malaria atau disebut dengan parasit Plasmodium merupakan parasit yang akan merugikan manusia sebagai inangnya dengan cara menghisap darah.

Kemudian meninggalkan parasit tersebut di darah manusia sehingga menyebabkan penyakit malaria dengan gejala seperti pusing, demam, koma bahkan kematian.

 

2. Benalu dan Tanaman Inang

Benalu dan tanaman inang juga mengalami simbiosis parasitisme dimana tanaman inang akan dirugikan sementara benalu akan diuntungkan.

Tanaman parasit yang memiliki nama Latin Loranthus ini merupakan tumbuhan semak bercabang tinggi yang akan hidup dengan cara menumpang pada tanaman lain dan mengambil sari sari makanan dari tanaman inang tersebut.

Sedangkan untuk penyebaran benalu dilakukan dengan bantuan burung yang memakan biji benalu dan kemudian kotorannya akan tersebar ke pohon pohon lainnya.

Baca Juga :  √ Halusinasi : Pengertian, Jenis, Penyebab, Tahapan dan Cara Mengatasi Terlengkap

 

3. Kelelawar Vampir dan Hewan Mamalia

Kelelawar vampir merupakan hewan penghisap darah yang umumnya akan menghisap darah hewan mamalia.

Hubungan antara kelelawar vampir dan hewan mamalia ini juga terjadi secara simbiosis parasitisme karena hanya kelelawar vampir yang mendapatkan keuntungan berupa darah hewan mamalia sebagai makanannya. Sedangkan hewan mamalia hanya akan dirugikan.

 

4. Manusia dan Cacing Pita

Cacing pita terdapat pada sistem pencernaan manusia dan merugikan manusia karena mengambil sari makanan yang penting bagi manusia untuk menjadi energi.

Keuntungan akan didapatkan oleh cacing pita karena mengambil makanan dari sari makanan manusia. Sementara kerugian didapatkan oleh manusia karena kehilangan sari makanan yang digunakan untuk metabolisme karbohidrat untuk dijadikan energi.

 

5. Bunga Rafflesia Arnoldi dan Inangnya

Bunga rafflesia arnoldi menjadi bunga yang langka yang dapat ditemui di daerah Bengkulu, Sumatera. Bunga ini ternyata termasuk parasit yang merugikan tumbuhan inangnya.

Keuntungan akan didapatkan oleh bunga rafflesia arnoldi yang mendapat makanan dari hasil fotosintesis tanaman inangnya.

Sementara tanaman inangnya akan dirugikan karena hasil fotosintesisnya diambil oleh rafflesia arnoldi.

 

6. Kutu dan Manusia

Kutu memperleh keuntungan dikarenakan ia mendapat makaanan dengan cara menghisap darah dari kulit manusia.

Sedangkan manusia rugi manusia merasa dirugikan karena gara-gara dihisap darahnya. Selain itu kehadirang kutu sangat mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman.

 

7. Jamur Panu dan Manusia

Jamur panu mendapatkan keuntungan karena ia mendapatkan tempat hidup sekaligus makanan dari penyerapan protein di kulit manusia, namun manusia dalam hal ini mendapat kerugian karena menjadi gatal dan merasa tidak nyaman.

 

8. Tikus dan Petani

Tkus mendapatkan makanan dari tumbuhan petani di sawah. Di lain pihak, para petani mengalami kerugian sebab tanamannya dimakan oleh tikus yang menyebabkan hasil panennya menjadi berkurang.

Baca Juga :  √ Literasi : Pengertian, Jenis, Manfaat, Tujuan dan Prinsip Terlengkap

 

9. Kutu Daun dan Tumbuhan

Kutu daun, juga dikenal sebagai kutu daun atau kutu daun, adalah serangga herbivora kecil. Mereka hidup berkelompok dan bertindak sebagai hama tanaman. Kutu daun biasanya hidup di tanaman dan merusak tanaman tempat mereka hidup.

Manfaatnya didapat dari kutu daun dalam bentuk jus nutrisi. Sementara tanaman yang dihuni rusak karena diserap oleh kutu daun.

 

10. Lintah dan Organisme Hidup Lain

Lintah juga termasuk organisme parasit yang selalu berbahaya bagi bentuk kehidupan lainnya. Biasanya, lintah hidup di daerah yang lembab.

Lintah dapat hidup dengan menyerang makhluk lain dan memegangnya serta menghisap darah mereka juga.

Keuntungan dibuat oleh lintah, yang memiliki tempat tinggal dan makanan. Hilangnya makhluk lain oleh lintah menyebabkan kekurangan darah dan juga dapat menyebabkan kematian.

 

11. Paus dan Teritip

Teritip adalah spesies antropoda yang hidup di laut, terutama di laut dangkal atau gelombang yang kuat. Teritip biasanya hidup di tubuh paus.

Keuntungan dibuat oleh teritip, yang menerima kunjungan. Sementara paus terluka karena teritip yang menyebabkan gatal dan tidak nyaman.

 

12. Triatomine dan Manusia

Trypanosoma cruzi adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh gigitan serangga Triatomine / Triatome / Triatoma. Serangga ini jarang terjadi di Asia, tetapi terjadi di beberapa daerah besar di Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Pola yang terjadi antara serangga dan manusia adalah bahwa serangga ini tiba-tiba menempel pada kulit manusia dan menggigit seperti semut. Seseorang yang digigit akhirnya menderita gagal jantung, pembesaran kerongkongan, dan pembesaran usus.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli medis, dikatakan bahwa serangan serangga akan terasa bertahun-tahun setelah serangan.

Ini mengarah pada gagasan bahwa serangan serangga ini dianggap sebagai penyebaran baru AIDS. Dalam kondisi seperti itu, orang pasti akan merasa dirugikan karena serangan serangga.

Baca Juga :  √ Primordialisme : Pengertian, Ciri, Dampak dan Jenis Terlengkap

 

13. Keong Emas dan Tanaman Padi

Siput emas menjadi parasit bagi tanaman padi muda yang baru saja ditanam. Siput emas memakan batang tanaman padi sampai habis. Tanaman padi sendiri mati ketika batang dikonsumsi oleh keong emas.

 

14. Anggrek Sarang Burung dan Inang

Tidak semua jenis anggrek memiliki bentuk yang indah dan bermanfaat, sebab ada juga jenis anggrek yang merugikan dan memiliki hubungan simbiosis parasitisme yakni anggrek sarang burung dan inangnya.

Nama sarang burung ini diambil karena memang bentuk akarnya yang berbelit belit menyerupai sarang burung. Untuk bertahan hidup, tanaman anggrek sarang burung ini akan mengambil sari sari makanan dari tanaman inangnya.

 

15. Lalat Buah dan Buah

Lalat buah merupakan jenis lalat yang sering mengerumuni buah-buahan. Hubungan antara lalat dan buah-buahan termasuk simbiosis parasitisme juga. Adanya lalat buah akan merugikan buah-buahan dan menguntungkan lalat buah tersebut.

Keuntungan didapat lalat buah yang akan bertelur dan berkembang buah di dalam buah. Sementara kerugian didapatkan oleh buah-buaha karena dapat membusuk.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Simbiosis Parasitisme : Pengertian, Jenis dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :