Pengertian Akuisisi Menurut Para Ahli Terlengkap

Diposting pada

SeputarIlmu.Com – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Akuisisi.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Akuisisi? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.


√ 15 Pengertian Akuisisi Menurut Para Ahli Terlengkap


Pengertian Akuisisi Menurut Para Ahli


1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Akuisisi yaitu sebuah pemidahan kepemilikan suatu perusahaan atau aset (dalam industri perbankan terjadi apabila pembelian saham berada di atas 50%), dan pengambilalihan kepemilikan sebuah perusahaan atau aset.


2. P.S Sudarsanan

Akuisisi ialah salah satu perjanjian, di mana sebuah perusahaan membeli aset atau saham perusahaan lain, dan para pemegang saham dari perusahaan lain menjadi sasaran akuisisi akan berhenti menjadi pemilik perusahaan.


3. Brealey, Myers dan Marcus

Akuisisi merupakan berbagai pengambilalihan (takeover) suatu perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, dan perusahaan yang dibeli tetap ada.


4. Charles A. Scharf

Akuisisi yakni beberapa transaksi di mana pihak pembeli (perusahaan) memperoleh sebagian maupun seluruh aset atau usaha dari pihak penjual (perusahaan), atau seluruh maupun sebagian saham atau sekuritas lain dari pihak penjual, di mana transaksi tersebut dilakukan berdasarkan kesepkatan antara pihak pembeli dan pihak penjual.


5. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 22

Akuisisi adalah segala pengambilalihan kepemilikan perusahaan oleh pihak pengakuisisi (acquirer), sehingga mengakibatkan berpindahnya kendali atas perusahaan yang diambil alih (acquiree) tersebut.

Baca Juga :  Manajemen Operasional

6. Made Sudana

Akuisisi sebagai penggabungan dua perusahaan yang mana perusahaan akuisitor membeli sebagian saham perusahaan yang diakuisisi, sehingga pengendalian manajemen perusahaaan yang diakuisisi berpindah kepada perusahaan akuisitor, sementara kedua perusahaan masing-masing tetap beroperasi sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri.


7. Michael A. Hitt

Akuisisi merupakan sesuatu hal yang dapat memperoleh atau membeli perusahaan lain dengan cara membeli sebagian besar saham dari perusahaan sasaran.


8. Summer N. Levine

Akuisisi yaitu semua transaksi yang terjadi antara dua pihak, di mana pihak pembeli pada akhirnya mendapatkan dan menjadi pemilik sebagian besar atau seluruh kekayaan dari pihak penjual.


9. Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 1998

Akuisisi yakni salah satu perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau perseorangan untuk mengambil alih baik seluruh atau sebagian besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseorangan tersebut.


10. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Pasal 1 Angka 11

Akuisisi ialah sebuah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perorangan untuk mengambil alih saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut.


11. Pasal 1 Angka 3 PP 57/2010

Akuisisi adalah segala perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk mengambilalih saham badan usaha yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas badan usaha tersebut.


12. Munir Fuady

Akuisisi sebagai salah satu komponen dari tiga serangkaian perbuatan hukum, yaitu merger, konsolidasi dan akuisisi.


13. M.A. Weinber

Akuisisi yaitu sebuah transaksi atau serangkaian transaksi-transaksi di mana seseorang atas aset-aset dari suatu perusahaan, baik secara langsung dengan menjadi pemilik aset-aset tersebut, atau secara tidak langsung dengan mengambil pengendalian atas manajemen perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Transparansi Keuangan Menurut Para Ahli Terlengkap

14. Marcell Go

Akuisisi yakni suatu penguasaan sebagian saham dari perusahaan subsidiary, dengan cara pembelian pada saham hak suara perusahaan subsidiary, dalam jumlah material (lebih dari 50 %).


15. Abdul Moin

Akuisisi ialah berbagai pengendalian atau juga pengambilan kepemilikan atas sebuah aset atau juga beberapa saham perusahaan oleh suatu perusahaan yang lain, namun kedua perusahaan tersebut yang akan tetap menjalankan perusahaan sebagai badan hukum yang terpisah.

 


Contoh Perusahaan yang di Akuisisi

  • September tahun 2016 perusahaan DELL yang resmi mengakuisisi EMC Corporation senilai US$ 67 miliar.
  • Pada tahun 2016 Avago Technologies mengakuisisi sebuah perusahaan sejenis yakni Broadcom senilai US$ 37 miliar.
  • Pada tahun 2018, perusahaan IBM mengakuisisi sebuah perusahaan Red Hat senilai US$ 34 miliar.
  • Pada tahun 2016, Perusahaan multinasional asal jepang softbank telah mengakuisisi suatu perusahaan semikonduktor asal inggris, ARM senilai US$ 32 miliar.
  • Pada tahun 2016 perusahaan raksasa microsoft juga sudah mengakuisisi linkedIn US$ 25,3 miliar.
  • Pada tahun 2014, facebook resmi mengakuisisi sebuah perusahaan jejaring sosial WhatsApp senilai US$ 19 miliar.
  • Pada tahun 2001 perusahaan teknologi HP telah mengambilalih perusahaan sejenis yaitu Compaq senilai US$ 19 miliar.
  • Google yang telah mengakuisisi sejumlah perusahaan seperti raksasa dengan nilai yang cukup fantastis yaitu, motorola (US$ 2,9 miliar) , ITA Software (Rp 9,3 T), Apigee (Rp 8,3 T), Postini (Rp 8,3 T), Admob (Rp 10 T), HTC (Rp 15 T), Waze (Rp 17 T), YouTube (21 T), DoubleClick (Rp 41 T), Nest Labs (Rp 42 T).

 


Faktor Keberhasilan Akuisisi

  • Melakukan sebuah audit terlebih dahulu sebelum melakukan akuisisi terhadap suatu perusahaan target.
  • Memastikan bahwa sebuah perusahaan target dalam keadaan baik.
  • Sudah pernah melakukan suatu akuisisi sebelumnya.
  • Memilih sebuah perusahaan target yang relatif lebih kecil.
  • Melakukan suatu akuisisi dengan cara yang bersahabat.
Baca Juga :  √ SOP : Pengertian, Tujuan, Jenis, Fungsi, Prinsip, Manfaat dan Cara Membuat Terlengkap

 


Faktor Kegagalan Akuisisi

  • Perusahaan target akuisisi yang memiliki strategi suatu perusahaan yang rendah.
  • Tidak ada kejelasan sebuah nilai yang bisa diciptakan sebagai hasil akuisisi.
  • Pendekatan integrasi yang tidak sejalan dengan sebuah perusahaan yang ditargetkan sehingga proses dalam integrasi akan terhambat.
  • Tidak ada penyesuaian dengan suatu kondisi lapangan sehingga tidak menemukan gambaran yang jelas tentang perusahaan target.
  • Terjadi suatu perbedaan antara tim negosiasi dan tim implementasi.
  • Menentukan sebuah nilai perusahaan target sangat sulit.
  • Mahalnya biaya konsultan dan juga koordinasi sehingga meningkatkan biaya dan penambahan pengeluaran.
  • Dapat mengakibatkan turunnya suatu moral organisasi.
  • Tidak ada jaminan dalam peningkatan perusahaan.
  • Tidak ada jaminan peningkatan sebuah kesejahteraan pemegang saham.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 15 Pengertian Akuisisi Menurut Para Ahli Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel :