Persaingan Usaha

Diposting pada

SeputarIlmu.Com Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Persaingan Usaha.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Persaingan Usaha? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.


√ Persaingan Usaha : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Aspek Terlengkap


Pengertian Persaingan Usaha

Persaingan Usaha merupakan salah satu usaha dari dua pihak/lebih perusahaan yang masing-masing bergiat memperoleh pesanan dengan menawarkan harga/syarat yang paling menguntungkan.

Persaingan usaha dilakukan untuk merebut hati konsumen. Para pelaku usaha berusaha menawarkan produk dan jasa yang menarik, baik dari segi harga, kualitas dan pelayanan.

 


Tujuan Persaingan Usaha

  • Agar persaingan para pelaku usaha tetap hidup.
  • Agar persaingan yang dilakukan tetap sehat.
  • Untuk mencegah penyalahgunaan kekuatan ekonomi.
  • Untuk melindungi kebebasan konsumen dan produsen.
  • Sebagai Efisiensi ekonomi.
  • Untuk meningkatkan kesejahteraan konsumen.
  • Untuk melindungi usaha kecil.
  • Untuk menciptakan keadilan dan kejujuran dalam berusaha.
  • Untuk mengendalikan inflasi.

 


Manfaat Persaingan Usaha

  • Menghadirkan motivasi tinggi bagi pelaku bisnis.
  • Membantu pelaku bisnis untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru agar tidak ketinggalan ditengah persaingan yang ketat.
  • Membantu meningkatkan kinerja berbisnis.
  • Menciptakan konsumen yang loyal.

 


Jenis – Jenis Persaingan Usaha


1. Persaingan Sehat (Perfect Compotititon)

  • Menjamin persaingan di pasar yang inheren dengan pencapaian efisiensi ekonomi di semua bidang kegiatan usaha dan perdagangan.
  • Menjamin kesejahteraan konsumen serta melindungi kepentingan konsumen.
  • Membuka peluang pasar yang seluas luasnya dan menjaga agar tidak terjadi konsentrasi kekuatan ekonomi pada kelompok tertentu.
Baca Juga :  Sistem Pengendalian Manajemen

2. Persaingan Tidak Sehat (Unperfect Competition)

Tindakan anti persaingan adalah tindakan yang bersifat menghalangi atau mencegah terjadinya persaingan, yaitu suatu tindakan untuk menghindari persaingan jangan terjadi.

Tindakan ini digunakan pelaku usaha yang ingin memegang posisi monopoli dengan mencegah calon pesaing atau menyingkirkan pesaing dengan cara yang curang.


3. Monopoli

Suatu pasar disebut sebagai monopoli jika pasar tersebut terdiri atas satu produsen dengan banyak pembeli dan terlindungi dari persaingan, umumnya pasar yang bersifat monopoli menghasilkan kuantitas produk yang lebih sedikit sehingga masyarakat membayar dengan harga yang lebih tinggi.

Monopoli ini bisa terjadi baik melalui persaingan pasar maupun secara alami.


4. Kartel

Kartel yaitu sebuah bangunan dari perusahaan sejenis yang secara terbuka sepakat untuk mengatur kegiatannya di pasar.

Jika semua perusahaan dalam satu industri sepakat mengkoordinasikan kegiatannya, maka pasar akan berbentuk monopoli sempurna, umumnya kartel membentuk kekuatan monopoli di pasar dengan mengatur supply secara bersama melalui pembagian kuota produksi kepada anggotanya.


5. Dominan Firm (Posisi Dominan)

Pasar dengan dominan firm ialah suatu pasar dimana satu perusahaan menguasai sebagian besar pangsa pasar sisanya dikuasai perusahaan berskala kecil.

Tetapi dengan jumlah yang sangat besar dengan struktur pasar yang seperti ini bisa mempengaruhi pembentukan harga di pasar melalui pengaturan tingkat produksinya sehingga memiliki kekuatan monopoli yang cukup berarti.

 


Aspek – Aspek Persaingan Usaha


1. Ancaman Masuknya pendatang Baru

Masuknya sejumlah pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi usaha bisnis yang sudah ada, misalnya kapasitas menjadi bertambah, terjadinya perebutan market share serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas.


2. Ancaman dari Produk Subtitusi

Walaupun produk subtitusi memiliki karakteristik yang berbeda, namun ia dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama.

Baca Juga :  √ Assessment : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Contoh Terlengkap

Karenanya, produk subtitusi yang berharga lebih rendah akan mengancam produk yang ada.


3. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Pembeli mampu mempengaruhi perusahaan untuk memotong harga, untuk meningkatkan mutu dan servis serta mengadu perusahaan kompetitor melalui kekuatan yang mereka miliki.

Beberapa kondisi yang memungkinkan hal tersebut, yakni pembeli membeli dalam jumlah yang besar, pembeli mampu membuat produk yang diperlukan sifat produk yang tidak diferensiatif dengan banyak pemasok, dan produk perusahaan dipandang tidak terlalu penting bagi pembeli sehingga pembeli mudah berpaling pada produk subtitusi.


4. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok

Selain pembeli pemasok juga dapat mempengaruhi industri melalui kemampuan mereka untuk menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk.

Pemasok akan kuat bila kondisi ini terpenuhi, yaitu jumlah pemasok sedikit, produk yang ada adalah unik dan mampu menciptakan biaya peralihan yang besar, tidak ada produk subtitusi, pemasok mampu melakukan integrasi ke depan, perusahaan hanya membeli jumlah kecil dari pemasok.


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Persaingan Usaha : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Aspek Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel :