Pengertian Retail

Diposting pada

SeputarIlmu.Com – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Retail.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Retail? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.


√ Retail : Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis Terlengkap


Pengertian Retail

Retail atau yang sering disebut juga sebagai Penjual Eceran merupakan salah satu kegiatan pemasaran produk, baik barang maupun jasa, yang dilakukan secara eceran atau satuan langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan rumah tangga atau pribadi, bukan untuk dijual kembali.

 


Fungsi Retail

  • Membeli juga menyimpan barang, yaitu membeli barang dari produsen itu di dalam jumlah besar serta kemudian menyimpannya.
  • Memindahkan hak milik barang kepada konsumen akhir. Dalam hal ini target market retailer adalah konsumen akhir yang akan memakai barang atau juga jasa.
  • Memberikan informasi tentang sifat dasar serta juga cara penggunaan sebuah barang. Retailer ini berhubungan secara langsung dengan konsumen akhir (pengguna). Maka informasi tentang suatu produk itu harus dijelaskan oleh retailer kepada konsumen.
  • Memudahkan konsumen didalam membeli barang. Karena perusahaan retail itu beroperasi di lokasi yang mudah terjangkau serta juga nyaman.
  • Memudahkan konsumen dalam memilih produk yang diinginkan disebabkan terdapat beraneka ragam produk pada pengecer.
  • Mengubah produk itu ke dalam bentuk yang lebih menarik.
  • Memberikan layanan purna jual produk tertentu serta juga ikut menangani keluhan konsumen.
  • Pada situasi tertentu, retailer ini juga dapat memberikan kredit atau sewa kepada konsumen sehingga pembayaran itu dapat dilakukan lebih mudah.
Baca Juga :  √ Assessment : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Contoh Terlengkap

 


Tujuan Retail

  • Menciptakan tersedianya pilihan akan kombinasi sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
  • Memberikan penawaran produk dan jasa pelayanan dalam unit yang cukup kecil sehingga memungkinkan para konsumen memenuhi kebutuhannya.
  • Menyediakan pertukaran nilai tambah dari produk (ready exchange of value).
  • Mengadakan transaksi dengan para konsumen-nya.
  • Perantara antara distributor dengan konsumen akhir.
  • Penghimpunan berbagai kategori jenis barang yang menjadi kebutuhan konsumen.
  • Tempat rujukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan konsumen.
  • Penentu eksistensi barang dari manufaktur di pasar konsumen.

 


Jenis – Jenis Retail


1. Jenis Retail Berdasarkan Kepemilikan

  • Independent Retail Firm yaitu pengecer yang beroperasi secara independen dan tanpa adanya afiliasi (penggabungan). Misalnya warung, toko kelontong, pasar inpres, ruko, dan lain-lain.
  • Franchising atau Waralaba yakni sebuah sistem pemasaran dimana suatu perusahaan (franchisor) memberikan hak kepada pengusaha lain (franchisee) untuk melakukan sistem usaha dengan cara yang telah ditentukan.
  • Corporat Chain ialah beberapa kelompok usaha yang saling terkait dalam satu manajemen dan dimiliki oleh beberapa pemegang saham. Contohnya Department Store, Superstore, Spacialty Store, Pasar Swalayan.

2. Jenis Retail Berdasarkan Produk yang Dijual

a. Product Retailing

  • Department Store (Toserba) yaitu sebuah perusahaan pengecer yang memiliki pegawai setidaknya 25 orang dan menjual pakaian dan peralatan rumah tangga sebanyak 20% atau lebih dari total penjualan.
  • Specialty Store yakni beberapa perusahaan pengecer yang fokus menjual jenis produk tertentu. Misalnya toko komputer, toko mainan anak, toko sepatu olah raga.
  • Catalog Showroom ialah suatu pengecer yang menjual merek lokal dengan harga rendah dimana area perbelanjaannya kecil dan berdekatan dengan tempat pajangan ecerannya.
  • Food and Drug Retailer merupakan berbagai pengecer yang menjual produk makanan/ minuman dan juga obat-obatan dalam jumlah besar dengan harga rendah.
Baca Juga :  Pengertian Retail Menurut Para Ahli Terlengkap

b. Service Retailing

  • Rented Goods Service yaitu sebuah pengecer yang menyewakan produk-produk tertentu kepada konsumen dimana kepemilikan produk tetap ada pada retailer. Misalnya penyewaan apartemen, mobil, carpet cleaner, dan lainnya.
  • Owned Goods Service yakni beberapa pengecer yang menjual jasa reparasi/ perbaikan dan perawatan barang-barang tertentu. Misalnya jasa perbaikan (jam tangan, mobil, sepeda motor, komputer, dan lainnya), jasa perawatan taman, cuci mobil, dry cleaning, dan lainnya.
  • Non Goods Service yaitu salah satu pengecer yang menjual jasa personal yang sifatnya intangible (tidak berbentuk produk fisik). Misalnya supir, tour guide, baby sitter, dan lainnya.

3. Jenis Retail Berdasarkan Non Store Retailing

  • Telephone & Media Retailer yaitu sebuah pengecer yang menggunakan kontak melalui telepon (telemarketing) dan media periklanan seperti surat kabar, radio, televisi, dalam memberikan informasi dan membujuk konsumen untuk membeli produknya.
  • Mail Order ialah beberapa pengecer yang menawarkan produk-produknya melalui pos surat.
  • Vending Machines yakni salah satu alat yang digunakan untuk menjual produk tertentu. Misalnya mesin penjual minuman yang banyak terdapat di pasar swalayan, hotel, dan kantor-kantor.
  • Electronic Shopping merupakan berbagai penjualan yang dilakukan pengecer dengan menggunakan perangkat TV, Komputer, dan jaringan internet.
  • Direct Selling adalah segala metode penjualan yang dilakukan pengecer secara langsung ke orang-orang tertentu melalui transaksi yang diawali dan diakhiri oleh tenaga penjual.

4. Jenis Retail Berdasarkan Strategi Penetapan Harga

Masing-masing retailer menawarkan produknya dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang murah hingga yang mahal.

Untuk setiap merek barang yang sama, setiap retailer bisa saja menawarkan harga yang berbeda.

Beberapa pengecer menawarkan suatu produk dengan harga tinggi dan disertai pelayanan khusus yang menarik.

Baca Juga :  √ Intranet : Pengertian, Sejarah, Manfaat, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

Umumnya Specialty dan Department Store menerapkan cara seperti ini dalam memasarkan produknya.

Namun, beberapa pengecer lebih memilih menjual produk yang sama dengan harga yang lebih murah.

Umumnya Discount Store menerapkan metode pemasaran seperti ini, yaitu menjual barang-barang rumah tangga dengan harga diskon.


5. Jenis Retail Berdasarkan Lokasi

  • Strip Development (Mal Strip) yaitu sebuah lahan komersial yang dikembangkan sehingga semua orang memiliki akses langsung ke jalan dan area parkir.
  • Downtown Central Business Districts yakni beberapa pusat bisnis dan komersial di suatu kota. Di kota-kota besar, kawasan ini biasanya identik dengan “distrik keuangan” atau “kawasan finansial” di kota tersebut.
  • Shopping Center ialah suatu tempat yang berfungsi sebagai tempat perdagangan eceran atau retail yang lokasinya digabung dalam satu bangunan atau komplek.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Retail : Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel :