√ Virus Corona : Pengertian, Sejarah, Jenis, Gejala, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap

Virus Corona

SeputarIlmu.Com – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Virus Corona.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Virus Corona? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.


√ Virus Corona : Pengertian, Sejarah, Jenis, Gejala, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap


Pengertian Virus Corona

Coronavirus atau yang disebut dengan virus corona merupakan salah satu keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

Coronavirus ini disebut juga sebagai virus zoonosis yang berarti virus yang disebarkan melalui hewan dan manusia. nvestigasi menunjukkan bahwa virus corona penyebab SARS (SARS-CoV) ditularkan dari musang ke manusia.

Sementara itu, hewan yang menularkan coronavirus penyebab MERS (MERS-CoV) ke manusia adalah unta dromedaris. Terdapat pula beberapa virus lain yang terdapat pada hewan, tapi belum menginfeksi manusia.

 


Sejarah Virus Corona

Coronavirus ditemukan pada 1960-an. Virus yang paling awal ditemukan adalah virus bronkitis infeksius pada ayam dan dua virus dari rongga hidung manusia dengan flu biasa yang kemudian diberi nama human coronavirus 229E dan human coronavirus OC43.

Sejak saat itu, anggota koronavirus yang lain mulai diidentifikasi, termasuk SARS-CoV pada 2003, HCoV NL63 pada 2004, HKU1 pada 2005, MERS-CoV (sebelumnya dikenal sebagai 2012-nCoV) pada 2012, dan SARS-CoV-2 (sebelumnya dikenal sebagai 2019-nCoV) pada 2019.

Baca Juga :  Piramida Makanan

Sebagian besar dari virus-virus ini terkait dengan infeksi saluran pernapasan yang serius. Virus ini diberi nama berdasarkan proyeksi mirip mahkota di permukaannya. “Corona” dalam bahasa Latin berarti “halo” atau “mahkota”.

Hampir semua orang pernah terinfeksi virus corona setidaknya sekali seumur hidupnya, biasanya terjadi pada anak-anak.

Coronavirus adalah virus yang umumnya muncul pada musim gugur dan dingin di Amerika Serikat. Namun, semua orang bisa terkena virus ini kapan pun.

Wuhan, China, menjadi lokasi awal ditemukannya kasus virus Corona 2019-nCoV dan terus menyebar di antara penduduknya. Dikutip dari CNN, virus Corona menyebabkan 300 kematian dan 14.300 kasus telah terkonfirmasi di seluruh China.

Beberapa wilayah menyesalkan lambatnya reaksi pemerintah dalam menangani, memberi penjelasan, dan mencegah kasus seperti yang terjadi di Hong Kong.

Perkembangan lain terkait virus Corona Jepang kini telah menjadi 20 kasus. Dikutip dari Japan Times, Perdana Menteri Shinzo Abe telah memerintahkan penanganan lebih lanjut untuk mencegah, menangani, dan memulangkan warganya dari Wuhan, China.

Untuk virus Corona Batam, Indonesia hingga saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi.

SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat.

Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.

 


Jenis Coronavirus

  • HCoV-229E
  • HCoV-OC43
  • HCoV-NL63
  • HCoV-HKU1
  • SARS-COV/Severe Acute Respiratory Syndrome (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
  • MERS-COV/Middle East Respiratory Syndrome (sindrom pernapasan Timur Tengah).
  • 2019-nCoV atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya hingga Januari 2020.
Baca Juga :  √ Saraf Otonom : Pengertian, Ciri, Macam dan Fungsi Terlengkap

 


Gejala Virus Corona

  • Hidung berair
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Tidak enak badan secara keseluruhan
  • Demam, yang akan cukup tinggi jika Anda mengidap pneumonia
  • Batuk berdahak
  • Napas pendek
  • Sakit dada ketika Anda bernapas atau batuk

 


Cara Penularan Virus Corona

  • Kontak langsung dengan penderita
  • Terpapar liur penderita (ciuman, batuk, bersin)
  • Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi (kasur, bantal, guling, sofa, meja, dsb).

 


Faktor Risiko Virus Corona

  • Orang lanjut usia
  • Anak-anak
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah

 


Diagnosis Virus Corona

  • Anamnesis ialah suatu tahapan di mana dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan keluhan yang dirasakan
  • Pemeriksaan Fisik yaitu sebuah tahapan di mana dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien yang sekiranya dapat mengarah pada adanya infeksi. Di tahap ini, pasien juga diperiksa tekanan darah, tinggi, dan berat badannya
  • Pemeriksaan Penunjang yakni salah satu tahap lanjutan untuk menguatkan hasil diagnosis. Jenis pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan seperti uji sampel darah dan biopsi sampel liur.

 


Pencegahan Infeksi Virus Corona

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
  • Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
  • Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
  • Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.
  • Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu.
  • Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
  • Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
  • Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai Virus Corona : Pengertian, Sejarah, Jenis, Gejala, Penyebab dan Pencegahan Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

Baca Juga :  √ Pembuluh Nadi (Arteri) : Pengertian, Ciri, Fungsi, Struktur dan Jenis Terlengkap

Baca Juga Artikel :

Send this to a friend