Bagian-Bagian Teleskop

Diposting pada

SeputarIlmu.Com – Teleskop ialah sebuah penemuan penting dalam sejarah manusia. Teleskop yang berasal dari bahasa yunani yakni tele yang memiliki arti jauh dan kata skopien yang memiliki arti melihat. Pada kesempatan kali ini seputarilmu.com akan mengulas tentang pengertian teleskop, jenis-jenis teleskop, bagian-bagian teleskop, beserta fungsinya. Unuk itu mari lah simak ulasan yang ada dibawah berikut.

Pengertian, Jenis-Jenis, dan 14 Bagian Teleskop Beserta Fungsi Nya Menurut Para Ahli Terlengkap


Pengertian Teleskop

Teleskop ialah suatu alat yang digunakan untuk memungkinkan dalam melihat dan mengamati sebuah benda benda yang jauh dari mata agar terlihat lebih dekat, yang tidak memungkinkan untuk dilihat lebih jelas dengan mata telanjang. Didalam sebuah ilmu astronomi Teleskop digunakan Untuk meneliti dan melihat lebih dekat sebuah bintang dan planet-planet yang ada di luar angkasa, tidak hanya itu masih banyak kegunaan lainnya dari sebuah teleskop dalam kehidupan manusia karena Teropong atau teleskop memungkinkan kita untuk melihat benda yang mempunyai jarak yang sangat jauh dan memungkinkan kita untuk mengetahui lebih detil terhadap suatu objek tersebut.


Sejarah Teleskop

Pada awalnya teleskop dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang tampak saja seperti yang dibuat oleh hans lippershey, Cristian huigen, Galileo, Newton, Foucault, Hale, Meinel, dan lainnya, kemudian berkembang ke panjang gelombang radio setelah tahun 1945, dan kini teleskop meliputi seluruh spektrum elektromagnetik sesudah makin majunya penjelajahan angkasa setelah tahun 1960. Untuk lebih jelasnya lagi tentang sejarah teleskop mari simak ulasan yang dibawah ini :

1. Hans Lippershey 1570 – 1619

Teleskop pertama kali dibuat pada tahun 1608 oleh ilmuan dari belanda yaitu hans lippershey, teleskop tersebut menggunakan lensa yang membuat objek jarak jauh menjadi terlihat lebih dekat.


2. Galileo Galilei 1564 -1642

Sejarah Penemuan Teleskop, Beserta Macam-macam Jenis teleskop.
Dengan teleskop refraktornya yang terkenal dengan sebutan teleskop Galileo ini pertama kali yang menggunakan teleskop untuk melihat pergerakan dan perubahan benda langit dan untuk melihat venus dan bulan milik jupiter.


3. Christian Huygens 1629-1695

Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens yang menemukan Titan, dan satelit Saturnus, yang jaraknya berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi dengan Yupiter


4. Johannes Kepler 1571-1630

Perkembangan teleskop juga diimbangi dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler yang terkenal dengan Hukum Kepler.

Baca Juga :  Bunyi Adalah

4. Sir Isaac Newton 1642 – 1727

Sir Isaac Newton merupakan orang yang pertama kali menemukan teleskop pantul, beliau menggunakan kaca cekung untuk memantulkan cahaya.

Setelah itu, Sir Isaac Newton melanjutkan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan menemukan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan Hukum kepler beserta hukum gravitasi inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya.


5.William Herschell 1738 – 1822

William Herschell mendirikan teleskop pantul yang sangat besar dan memiliki lubang lensa `120 cm untuk mempelajari objek-objek yang terlihat kabur sebelumnya.


6. Edwin Hubble 1889-1953

mendirikan dan membuat teleskop 2,4 meter untuk menemukan pelebaran alam semesta. dan setelah itu teleskop antariksa Hubble mengorbit bumi dan memberikan pencitraan gambar dari bagian paling jauh dari alam semesta.


Jenis-Jenis Teleskop

Pada umumnya, teleskop terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Teleskop reflektor

Teleskop reflektor ialah salah satu jenis teleskop yang menggunakan sebuah cermin sebagai pengganti terhadap suatu lensa untuk menangkap sebuah cahaya dan memantulkannya.


2. Teleskop catadioptrik

Teleskop catadioptrik ialah salah satu jenis teleskop yang memiliki sistem kerja yang tidak jauh beda dengan dua jenis teleskop yang dijelaskan sebelumnya. Karena teleskop ini ialah suatu penggabungan dari teleskop refraktor dan reflektor, yang menggunakan dua buah media untuk pengumpulan sebuah cahayanya, yaitu cermin dan lensa.


3. Teleskop refraktor

Teleskop refraktor ialah salah satu jenis teleskop bias yang terdiri dari beberapa kaca lensa yang sebagai alat yang digunakan untuk menangkap sebuah cahaya dan menjalankan sebuah fungsi teleskop.

  • Teleskop Bumi : Teleskop jenis ini disebut juga dengan teleskop medan teleskop yojana, yang menghasilkan sebuah bayangan akhir tegah terhadap arah pada benda awalnya. Hal ini didapat dari hasil menggunakan sebuah lensa cembung ketiga yang diletakkan diantara suatu lensa objektif dan lensa okular yang didekat mata. Sehingga lensa cembung ketiga hanya mempunyai fungsi untuk membalikkan sebuah bayangan tanpa memberika perbesaran, sehingga lensa ini juga disebut dengan sebuah lensa pembalik.
  • Teleskop Bintang Jenis Teleskop ini disebut juga dengan teleskop astronomi yang digunakan untuk mengamati sebuah benda-benda angkasa luar. Teleskop bintang ini menggunakan dua buah lensa positif, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Berbeda dengan sebuah mikroskop, pada teleskop jarak focus lensa obyektif lebih besar dari sebuah jarak fokus lensa okuler.
  • Teleskop Galilei ialah salah satu jenis teleskop yang dibuat oleh Galilei dan disebut juga dengan teleskop belnada atau teleskop tonil. Teleskop ini menghasilkan sebuah bayangan akhir yang tegak dan diperbesar dengan menggunakan dua buah lensa, yaitu lensa positif sebagai lensa objektif yang terletak dekat dengan suatu objek dan lensa negatif sebagai lensa okuler yang terletak didekat sebuah mata pengamat.
  • Teleskop Prisma ialah salah satu Jenis Teleskop ini dalam Penggunaan lensa pembalik untuk menghasilkan sebuah bayangan akhir yang tegak mengakibatkan teleskop bumi menjadi tampak panjang. Untuk menghindari hal tersebut maka suatu lensa pembalik diganti dengan penggunaan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa obyektif dan lensa okuler. Prisma itu mempunyai fungsi untuk membalikkan sebuah bayangan dengan pemantulan secara sempurna. Teleskop ini digunakan untuk melihat sebuah benda-benda yang sangat jauh sehingga tampak lebih dekat dan jelas.
Baca Juga :  Bagian-Bagian Jangka Sorong

Bagian-Bagian Teleskop

Hal-hal yang perlu diketahui untuk memahami suatu bagian-bagian lensa yaitu sebagai berikut:

  • Lensa cembung ialah sebuah lensa yang mempunyai sifat untuk mengumpulkan sebuah cahaya atau konvergen
  • Lensa cekung ialah sebuah lensa yang mempunyai sifat menyebarkan sebuah cahaya atau divergen
  • Cermin cembung ialah sebuah cermin yang mempunyai fungsi untuk menyebarkan sebuah cahaya
  • Cermin cekung ialah sebuah cermin yang bisa mengumpulkan sebuah cahaya
  • Jarak fokus ialah sebuah jarak yang diperlukan oleh sebuah lensa atau cermin untuk mengarahkan sebuah cahaya pada titik fokus
  • Bidang pandang ialah sebuah area langit atau daerah yang bisa dilihat dan diamati melalui sebuah teleskop
  • Perbesaran ialah panjang fokus teleskop yang dibagi dengan panjang fokus lensa pada sebuah mata
  • Resolusi ialah suatu jarak terdekat diantara kedua buah objek yang masih bisa dilihat sebagai dua objek yang terpisah.

Pada bagian teleskop yang paling vital atau paling penting ialah sebuah lensanya. Teleskop mempunyai dua buah lensa positif atau cembung, yang terletak dekat dengan objek disebut dengan lensa objektif, dan yang terletak dekat dengan mata (tempat pengamat mengintip) disebut dengan suatu lensa okuler. Pada teleskop bumi ini juga terdapat sebuah lensa pembalik, yang mempunyai fungsi untuk membalikkan sebuah bayangan tanpa melakukan pembesaran sehingga bayangan akhir yang terbentuk bisa tegak seperti arah benda semula. Dahulu kala, pada teleskop hanya berupa sebuah lensa dan rangkanya saja, dan paling diutamakan fungsinya, akan tetapi seiring dengan berkembangnya sebuah zaman, teleskop pun dilengkapi dengan sebuah bagian-bagian berikut ini:

  • Tabung teleskop, ialah sebuah tempat cermin utama terletak, tabung ini mempunyai diameter 8 inci, tabung ini mempunyai penutup tabung. Pada bagian belakang tabung ini terdapat sebuah visual back untuk tempat pemasangan sebuah flip mirror. Panjang fokus ini bisa di atur dengan memutar knop yang terletak dibawah visual back
  • Finderscope, ialah sebuah teleskop yang berukuran kecil yang dipasang pada sebuah tabung utama
  • Eyepiece, ialah fungsi lensa okuler. Eyepiece ini mempunyai pengunci untuk keamanannya sehingga tidak bisa terjatuh dan hilang.
  • Mounting, lebih dikenal dengan dudukan teleskop, ialah sebuah sistem penggerak utama pada sebuah teleskop, yang dilengkapi dengan sebuah knop pengatur lintang, tutup sumbu polar, skala ketinggian lintang untuk mengetahui suatu posisi lintang pengamat berada, pemberat sudut jam untuk penyeimbang pada sebuah arah sudut jam. Pada mounting ini juga terdapat port koneksi yang terdiri dari sebuah tombol-tombol termasuk tombol untuk menyalakan sebuah teleskop
  • Tripod, untuk sebagai kaki untuk berpijaknya sebuah teleskop diatas suatu permukaan
  • Half Pillar, untuk menaikkan sebuah posisi mounting, yang sehingga bisa mengatur sebuah tripod terbentur pada tiang pemberat ketika sebuah teleskop sedang digunakan
Baca Juga :  Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB)

Fungsi Utama Teleskop

  • Untuk mengumpulkan sebuah cahaya dan memfokuskannya lebih besar dari segi diameternya, yang sehingga lebih banyak cahaya yang bisa dikumpulkan. oleh karena itu, teleskop bisa melihat sebuah benda benda yang letaknya jauh, bahkan yang tidak tampak secara kasat mata sejauh mata memandang.
  • Fungsi teleskop dalam bidang astronomi, tanpa adanya teleskop, para ahli astronomi tidak bisa melakukan tugasnya dengan secara detil. Sehingga sesudah dipatenkannya teleskop astronomi oleh Galileo, maka banyak planet dan sistem lainnya yang terletak didalam tata surya yang bisa diamati, seperti Galileo Galilei langsung mengamati sebuah planet Venus dan Jupiter dengan teleskopnya
  • Fungsi yang lainnya yaitu hubble telescope yang diletakkan di luar angkasa untuk mengirim sebuah gambar dengan menggunakan sebuah gelombang elektomagnetik. Gelombang tersebut akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jernih. Jadi, teleskop ini membantu manusia untuk mengamati sebuah benda-benda di luar angkasa.

Teleskop mempunyai peranan penting dalam mengamati sistem tata surya agar mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada sistem tatasurya. Itulah ulasan tentang √ Teleskop : Pengertian, Sejarah, Jenis, Fungsi & Bagiannya Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca dan bagi yang membutuhkannya. Sekian dan terimakasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :