Tenaga Tektonik

√ Tenaga Tektonik : Pengertian, Gerak & Dampaknya [LENGKAP]

SeputarIlmu.Com – Pernahkah nda merasakan gempa bumi ?? pastinya anda semua sudah pernah ngerasain dampak dari tenaga tektonik itu sendiri. Tapi apakah anda tahu apa itu pengertian tenaga tektonik, gerak tektonik dan dampak dari tenaga tektonik ?? Jika Belum anda tepat sekali mengunjungi artikel ini, karena pada kesempatan kali ini akan membahas tentang tenaga tektonik secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

√ Tenaga Tektonik : Pengertian, Gerak & Dampaknya [LENGKAP]

 


Pengertian Tenaga Tektonik

Tektonisme merupakan tenaga dari dalam bumi yang menimbulkan patahan (fault), dislokasi (perubahan letak), dan lipatan (fold) batuan kerak bumi. patahan/sesar dan dislokasi kerak bumi menyebabkan terbentuk nya graben/sleng dan horst. Lipatan batuan kerak bumi menyebabkan terbentuk punggung lipatan (antiklinal), lembah lipatan (sinklinal), depresi, dan elevasi. Tektonisme sangat berkaitan dengan diatorpisme, yaitu proses perubahan bentuk muka bumi seperti terbntuknya gunung, plato, serta lipatan dan retakan batuan.

 


Gerak Tektonik

Tenaga tektonisme yang menyebabkan gerak naik dan turun lapisan batuan kerak bumi dibedakan menjadi 2 yaitu :

1. Gerak Epirogenetik (Epirogenes)

Merupakan gerakan tenaga tektonik yang sangat lambat dan meliputi wilayah sangat luas. Gerak epirogenetik biasanya terjadi secara vertikal (ke atas atau ke bawah) berlangsung dalam waktu yang lama dan meliputi area yang sangat luas. Gerakan ini sering juga disebut dengan gerakan pembentuk benua. gerak epirogenesa dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut :

  • Gerak Epirogenetik (Epirogenesa) Positif, merupakan gerak vertikal ke bawah yang mengakibatkan turunnya lapisan kulit bumi. Gerakan ini membuat permukaan air laut terlihat lebih tinggi dan daratan menjadi lebih rendah.
  • Gerak Epirogenetik (Epirogenesa) Negatif, merupakan gerak vertikal ke atas yang mengakibatkan naiknya lapisan kulit bumi. Gerakan ini akan membuat permukaan air laut terlihat lebih rendah dan daratan terlihat lebih tinggi.

2. Gerak Orogenetik (Orogenesa)

Merupakan gerak tenaga tektonik yang relatif cepat dan meliputi wilayah relatif sempit. Gerakan ini biasanya terjadi karena adanya tekanan dari tenaga tektonik pada batuan yang elastis (lentur). Gerak orogenesa membentuk pegunungan, seperti pegunungan, Gerak orogenesa menimbulkan lipatan, patahan, dan retakan batuan.

Gerak Orogenetik dapat saja berlangsung sampai kelenturan batuan tersebut mencapai batas maksimalnya sehingga batuan tadi pecah. Gerakan Orogenetik ini dapat menghasilkan dua jenis struktur permukaan baru, yaitu :

  • Lipatan, Lipatan batuan terbentuk oleh tenaga dari dalam bumi. Tekanan yang tidak terlalu kuat dan berlangsung dalam waktu cukup lama menyebabkan lapisan batuan kerak bumi mengerut atau melipat. Pengerutan atau pelipatan batuan dapat membentuk pegunungan. Bagian puncak atau punggung lipatan disebut antiklinal dan bagian lembah disebut siniklinal. Hasil dari lipatan ini biasanya akan membentuk sebuah relief permukaan bumi berupa pegunungan. Beberapa lipatan yang dapat terbentuk antara lain yaitu sebagai berikut :
    • Normal
    • Asimetris (tidak seimbang antara kiri dan kanan)
    • Tumpang Tindih
  • Patahan, Selain melipat, batuan kerak bumi dapat patah. Patahan terjadi apabila tenaga yang menggerakan kerak bumi sangat kuat dan berlangsung singkat. Blok atau bagian permukaan bumi yang patah dan turun disebut graben/slenk. Sementara itu, bagian yang patah dan terangkat disebut horst.  Beberapa jenis patahan yang dapat terbentuk antara lain yaitu :
    • Sesar Naik atau Sesar Turun, sesar naik yaitu ketika bagian blok patahan suatu lempeng yang permukaannya lebih tinggi dibandingkan dengan asal lempeng tersebut. Sedangkan sesar turun yaitu ketika bagian suatu lempeng yang pemukannya lebih rendah dari lempeng asalnya.
    • Tanah Naik (Horst) dan Tanah Turun (Graben), Ketika tenaga tektonik muncul dari dua arah maka kemungkinannya akan terbentuk dua hasil patahan, yaitu Horst dan Graben. Horst adalah daratan yang letaknya lebih tinggi dari daratan di sekelilingnya, Horst terjadi karena tenaga dari dua arah saling mendorong sehingga pemusatan dari dorongan tersebut akan menjadi lebih tinggi. Sedangkan Graben adalah daratan yang letaknya lebih rendah dari daratan di sekelilingnya, graben terbentuk karena adanya tenaga dari dua arah saling tarik menarik sehingga pemusatan gaya tarik tersebut membentuk sebuah daerah patahan yang lebih rendah.
    • Sesar Mendatar, adalah patahan yang sejajar antara satu blok patahan dengan yang lain, tidak ada yang posisinya lebih tinggi, melainkan hanya terjadi pergeseran secara mendatar.

Dampak Tenaga Tektonik

Tenaga Tektonik dapat berdampak positif dan negatif bagi kehidupan.

1. Dampak Positif

Ditemukan nya kantong-kantong minyak dan gas alam dilipatan-lipatan dan sesar-sesar batuan pada kondisi tertentu.


2. Damapak Negatif

Timbulnya bencana alam seperti gempa, dan tanah longsor.

 


Kesimpulan nya  Tektonisme atau tenaga tektonik merupakan tenaga geologi yang berasal dari dalam bumi dengan arah vertikal atau horizontal yang mengakibatkan perubahan letak lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi. Proses ini menghasilkan lipatan dan patahan, baik dalam ukuran besar maupun ukuran kecil. dan mempunyai dampak positif dan negatif dari yang ditimbulkan tenaga tektonik.


Itu lah lebih kurang nya penjelasan dari Tenaga Tektonik Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :

/* */