Ikatan Kovalen

√ Ikatan Kovalen : Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Proses Pembentukan Terlengkap

SeputarIlmu.Com Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Ikatan Kovalen.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai Ikatan Kovalen? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Ikatan Kovalen : Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Proses Pembentukan Terlengkap


Pengertian Ikatan Kovalen

Ikatan Kovalen merupakan salah satu ikatan yang terbentuk karena pemakaian dari pasangan elektron bersama.

Pasangan elektron ini dapat berasal dari masing-masing atom yang saling berkaitan, dan ikatannya disebut ikatan kovalen.

Sedangkan bila pasangan elektron yang akan digunakan ini berasal dari salah satu atom yang berkaitan disebut dengan ikatan kovalen koordinasi atau kovalen dativ.

Ikatan kovalen merupakan salah satu bentuk dari ikatan yang terbentuk karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom antar sesama unsur nonlogam yang saling berikatan.

Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah satu atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron menjadi ion positif khususnya terjadi pada atom nonlogam yang cenderung menerima elektron.

Ikatan kovalen ini juga terbentuk diantara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron.

Dua atom unsur nonlogam saling menyumbangkan elektron agar tersedia satu atau lebih pasangan elektron yang dijadikan milik bersama. Artinya, pasangan elektron ditarik oleh inti kedua atom yang berikatan.

Ikatan Kovalen = Unsur Nonlogam + Unsur Nonlogam


Pengertian Ikatan Kovalen Menurut Para Ahli

1. James E. Brady

Ikatan kovalen yakni suatu ikatan yang terjadi akibat pemakaian pada pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom.


2. Wikipedia

Ikatan kovalen ialah sejenis ikatan kimia yang memiliki beberapa karakteristik yang berupa pasangan elektron yang saling terbagi (pemakaian bersama elektron) di antara berbagai atom-atom yang saling berikatan.


Karateristik Senyawa Kovalen

  • Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2 dan CO2), cair (misal H2O dan HCl) ataupun berupa padatan (I2).
  • Bentuk padatan senyawa kovalen lunak namun tidak rapuh
  • Senyawa dengan sebuah ikatan kovalen umumnya ini memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah. Titik didih dan titik leleh rendah yang disebabkan gaya tarik menarik antar molekulnya sangat lemah. Misalkan pada senyawa air yang memiliki titik didih 100o (relatif rendah), hal ini bukan disebabkan oleh suatu ikatan kovalennya melainkan lemahnya ikatan antar molekul air. Inilah yang akan menyebabkan air mudah menguap menjadi berwujud gas (uap air). Saat berbentuk uap air, ikatan kovalen antara H dengan O tidak akan terputus hanya ikatan antar molekulnya yang terputus.
  • Senyawa kovalen umumnya tidak larut dalam pelarut polar (misalnya air) tetapi larut dalam pelarut nonpolar (organik) seperti minyak tanah, bensin, aseton dan sebagainya.
    Senyawa kovalen polar mampu menghantarkan listrik (misalnya larutan HCl) meski dengan kualitas yang buruk, karena dalam larutan senyawa kovalen polar terkandung ion-ion (semu) yang menjadikan larutan bersifat elektrolit lemah.
  • Senyawa kovalen nonpolar sebagian besar tidak mampu menghantarkan listrik baik padatan, leburan atau larutannya.

Jenis-Jenis Ikatan Kovalen

1. Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Jumlah PEI-nya Ikatan Kovalen

  • Ikatan Kovalen Tunggal
    Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama satu pasang elektron (setiap atom memberikan satu elektron valensi untuk digunakan bersama). Dengan kata lain jumlah PEI=1.

Contoh : H2, H2O (konfigurasi elektron H = 1; O = 2, 6)

  • Ikatan Kovalen Rangkap Dua
    Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama dua pasang elektron (setiap elektron memberikan dua elektron valensi untuk digunakan bersama). Dengan kata lain jumlah PEI=2.

Contoh : O2, CO2 (konfigurasi elektron O = 2, 6; C = 2, 4)

  • Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
    Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama tiga pasang elektron (setiap elektron memberikan tiga elektron valensi untuk digunakan bersama). Dengan kata lain jumlah PEI=3.

Contoh : N2 (Konfigurasi elektron N = 2, 5)


2. Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Sumber Pasangan Elektron Ikatan

  • Ikatan Kovalen
    Ikatan kovalen (yang sedang kita bahas sekarang) adalah ikatan yang terbentuk apabila pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari masing-masing atom yang berikatan dengan kata lain PEI berasal dari dua atom yang berikatan.
  • Ikatan Kovalen Koordinasi
    Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk apabila pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu dari dua atom yang berikatan. Dengan kata lain PEI berasal dari salah satu atom yang berikatan.

3. Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Sifat Kepolaran Ikatan

  • Ikatan Kovalen Polar
    Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEI-nya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan sehingga menyebabkan bentuk molekulnya asimetris (tidak proporsioanal).
  • Ikatan Kovalen Nonpolar
    Ikatan kovalen nonpolar merupakan salah satu jenis ikatan kovalen yang PEI-nya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang saling berikatan sehingga dapat menyebabkan bentuk molekulnya simetris (proporsional).

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen

Konfigurasi elektron 1H = 1

Konfigurasi elektron 😯 = 2, 6

Atom O akan stabil jika mengikat dua elektron membentuk konfigurasi mirip dengan aton Ne (2, 8) sesuai aturan oktet. Sedangkan atom H akan stabil jika mengikat satu elektron membentuk konfigurasi mirip He (2).

Sehingga untuk membentuk ikatan, atom O harus memasangkan dua elektron valensinya kepada dua atom H dan dua atom H memasangkan masing-masing satu elektron valensi terhadap dua elektron O tersebut.


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Ikatan Kovalen : Pengertian, Karakteristik, Proses Pembentukan, Jenis & Contohnya Lengkap . Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :

/* */