Garis Khatulistiwa

√ Garis Khatulistiwa : Pengertian, Fungsi, Iklim dan Negara yang Dilewati Terlengkap

SeputarIlmu.ComHallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Garis Khatulistiwa.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Garis Khatulistiwa? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Garis Khatulistiwa : Pengertian, Fungsi, Iklim dan Negara yang Dilewati Terlengkap


Pengertian Garis Khatulistiwa

Garis khatulistiwa ini berasal dari dua kata yaitu garis dan khatulistiwa. Garis dalam matematika merupakan bentuki geometri yang dilukiskan dengan titik yang bergerak.

Namun dalam sebuah istilah yang pada umumnya khatulistiwa juga telah dapat mewakili arti dari kedua kata meskipun tanpa ada kata garis didepannya.

Dikaji dari suatu pembahasan dalam ilmu geografi garis khatulistiwa merupakan serapan dari Bahasa arab yaitu dalam Bahasa Inggris dari garis khatulistiwa dikenal dengan sebutan equator.

Jika diartikan maka pengertian garis khatulistiwa ini yaitu sebuah garis imajinasi yang digambar ditengah-tengah planet diantara dua kutub dan paralel terhadap pada poros rotasi planet.

Garis Khatulistiwa atau Ekuator merupakan suatu garis imajiner atau garis khayal yang dapat membagi bumi menjadi dua bagian yaitu belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan.

Panjang garis khatulistiwa ini juga diperkirakan sekitar 40.075 km atau juga sekitar 24,905.5 mil. Garis lintang pada khatulistiwa yaitu 0 derajat.


Fungsi Garis Khatulistiwa

  • Sebagai acuan untuk dapat menentukan sebuah perbedaan zona iklim di bumi.
  • Sebagai pembagi antara dua belahan bumi yaitu belahan bumi selatan dan belahan bumi utara.
  • Sebagai patokan untuk menentukan lokasi suatu negara atau tempat.
  • Sebagai acuan dalam menentukan perbedaan iklim, cuaca, dan musim.
  • Untuk menentukan posisi matahari sepanjang tahunnya.
  • Untuk menentukan tinggi rendahnya suatu tingkat permukaan dan arus air laut.
  • Untuk membuat proyeksi jenis-jenis peta.
  • Sebagai dasar penentusistem navigasi untuk keperluan transportasi penerbangan dan laut.
  • Untuk tempat peluncuran roket atau pesawat luar angkasa.
  • Untuk mengklasifikasikan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu negara dari dua kawasan, yaitu bagian Utara dan Selatan.

Iklim Disekitar Garis Khatulistiwa

Dengan berdasarkan aspek goegrafi serta kondisi fisiknya, iklim di sekitar garis Khatulistiwa ini mempunayi perbedaan apabila dibandingkan dengan belahan bumi utara serta selatan. Daerah disekitaran garis khatulistiwa ini mempunyai iklim tropis (panas).

Keadaan cuaca yang rata-rata panas mengakibatkan Negara-negara didaerah tersebut beriklim tropis. Iklim tersebut mengakibatkan terjadinya hujan yang disebut dengan hujan tropis.

Selama dua (2) bulan daerah ini mempunyai temperatur rata-rata di atas 18. Suhu tropis tersebut akan relatif tetap sepanjang tahun, dengan variasi musiman yang didominasi oleh presipitasi.

Iklim tropis disekitaran garis khatulistiwa terletak antara 0 – 231 derajat / 2 derajat LU / LS dan hampir 40% dari permukaan bumi.

Baca Juga : Iklim


Ciri-Ciri Iklim Tropis Garis Khatulistiwa

  • Memiliki suhu rata-rata yang tinggi. Hal ini terjadi karena matahari vertikal. Umumnya suhu udara pada daerah yang memiliki iklim tropis yaitu sekitar 20 – 23 derajat celcius. Namun di beberapa tempat memiliki suhu rata-rata 30 derajat celcius
  • Memiliki amplitudo suhu rata-rata tahunan yang kecil. Di garis khatulistiwa amplitudo suhu rata-rata tahunannya sekitar 1 – 5 derajat celcius, sedangkan ammplitudo suhu hariannya lebih besar.
  • Memiliki tekanan udara yang rendah yang berubah secaaraa perlahan dan beraturan.
  • Memiliki frekuensi hujan yang besar dibandingkan dearah-daerah lainnya (belahaan bumi utara dan belahaan bumi selatan).
  • Di daerah sekitar khatulistiwa juga lamanya waktu siang dan malam yang relative sama sepanjang tahun.

Negara Yang Dilintasi Garis Khatulistiwa

Garis khatulistiwa ini berfungsi untuk dapat membagi belahan bumi menjadi dua bagian, yakni belahan bumi bagian selatan (BBS) serta juga belahan bumi bagian utara (BBU).

Garis khatulistiwa ini juga melintasi berbagai tempat di Bumi. Tempat tersebut ialah daerah-daerah yang berada di pertengahan. Bagian yang dilintasi oleh garis khatulistiwa kebanyakan Samudera.

Garis khatulistiwa ini melintasi daratan serta juga wilayah perairan 14 negara. Negara-neagra yang terletak digaris khatulistiwa dikenal dengan julukan negara Khatulistiwa.

Negara-negara yang terletak digaris khatulistiwa tersebut diantaranya yaitu :

  • Indonesia
  • Brasil
  • Ekuador
  • Somalia
  • Kenya
  • Kolombia
  • Gabon
  • Maladewa
  • Kiribati
  • Republik Kongo
  • Republik Demokratik Kongo
  • Uganda
  • Sao Tome dan Principe
  • Nauru

Kehidupan di Sekitar Garis Khatulistiwa

Disekitar garis khatulistiwa terdapat beraneka ragam makhluk. Berkaitan dengan keaneka ragaman hayati, di sekitar garis khatulistiwa terdapa banyak keanekaragamannya.

Semakin dekat pada suatu daerah dengan garis khatulistiwa maka daerah tersebut akan semakin tinggi memiliki keanekaragaman hayati.

Namun sebaliknya semakin jauh dari khatulistiwa semakin rendah keanekaragaman hayatinya. Indonesia merupakan salah satu yang terletak disekitaran khatulisstiwa. Hal ini juga dapat dijadikan tolak ukur untuk bisa melihat bagaimana persebaran makhluk hidup yang terdapat di daerah tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa iklim juga memiliki pengaruh terhadap persebaran keanekaragaman hayati yang terdapat disuatu daerah.

Suhu dan kelembaban disekitaran khatulistiwa juga mempengaruhi kondissi maakhluk yang tingggal disuaatu daeraah. Suhu lingkungan ditentukan oleh banyaknya sinar matahari yang diserap oleh komponen yang menyusun suatu ekosistem.

Umumnya makhluk hidup hanya dapat bertahan hidup pada kissaran suhu 0 derajat celcius hingga 40 derajat celcius. Suhu yang paling ideal bagi kelangsungan hiddup makhluk adalah sekitar 27 derajat celcius. Suhu tertsebut dikategorikan dalam suhu hangat.

Di daerah khatulistiwa pada suhu hangat terjadi sepanjang tahun. Hal ini juga dapat menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Kondisi ini juga merupakan suatu kondisi paling baik untuk makhluk hidup dapat bertahan.

Di daerah khatulistiwa terdapat hutan yang disebut sebagai hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis ini merupakan tempat yang paling kaya akan keanekaragaman hayati. Lebih dari 2.500 spesies tanaman yang merambat tumbuh di hutan hujan.

Liana tumbuh dari semak kecil yang tumbuh di lantai hutan, ia menumbuhkan sulur untuk dapat menggapai pohon dan juga mencapai sinar matahari di atas kanopi. Tanaman yang merambat tumbuh dari satu pohon ke pohon lain dan membentuk sekitar 40% dari daun kanopi. Rotan anggur juga memiliki duri di bagian bawah daunnya yang menunjuk ke belakang sebagai pada pegangan anakan pohon.

Hewan-hewan yang hidup di hutan hujan tropis diantaranya yaitu Rakun, Gajah, Pemakan Semut Raksasa, Berang-Berang Sungai, Tapir Malaya, Badak, Tapir, Babi Hutan, Beo Abu-Abu Afrika, Enggang, Nuri Hitam, Kasuari Gelambir Ganda, Kasuari Leher Emas, Bangau Bluwok, Motmot, Merpati Nicobar, Beo, Merak, Nuri Pelangi, Nuri Merah, Enggang Badak, Scarlet Ibis, Scarlet Macaw, Swainson’s Toucan, Toucan, Kakaktua Kuning, Kadal, Anole, Bunglon, Iguana Fiji, Tokek Mata Hijau, Iguana, Bunglon Daun, Leaf-Tailed Gecko, Biawak Rawa, Biawak Air, Ular, Boa Constrictor, Piton Pohon Hijau, Buaya, Caiman/Alligator, Katak, Blue Poison Dart Frog, Giant Monkey Frog, Green Poison Dart Frog, Katak Emas Panama, Katak Tomat, Ikan Angelfish, Neon Tetras, Discus, lele, Danios, Gurame, ikan adu.


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Garis Khatulistiwa : Pengertian, Fungsi, Iklim dan Negara yang Dilewati Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel Lainnya Disini :

/* */