Sintaksis Adalah

√ Sintaksis : Pengertian, Struktur, Alat, Fungsi dan Satuan Terlengkap

SeputarIlmu.Com Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Sintaksis.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Sintaksis? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Sintaksis : Pengertian, Struktur, Alat, Fungsi dan Satuan Terlengkap


Pengertian Sintaksis

Kata sintaksis ini berasal dari Yunani, yakni “sun” serta “tatein”, yang memiliki arti “ menempatkan”. Jadi, secara etimologis kata Sintaksis yaitu menempatkan bersama-sama kata-kata itu menjadi kelompok kata atau kalimat.

Sintaksis merupakan salah satu studi dan sebuah aturan dari hubungan kata satu sama lainnya sebagai penyatuan gagasan dan sebagai bagian dari struktur kalimat, studi dan ilmu bangun kalimat.


Struktur Sintaksis

Secara umum, struktur sintaksis terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Menurut Verhaar (1978).

Fungsi sintaksis terdiri dari unsur S,P,O,K tersebut adalah “kotak-kotak kosong” atau “tempat-tempat kosong” yang tidak memiliki fungsi apa-apa karena kekosongannya. Tempat kosong tersebut di isi oleh sesuatu yang berupa kategori dan memiliki peran tertentu.

Contoh : Kakak memarahi adik tadi pagi

Tempat kosong subjek di isi kakak (nomina), tempat kosong predikat di isi kata melirik (verba), tempat kosong objek di isi adik (nomina), dan tempat kosong keterangan di isi oleh frase tadi pagi (nomina).

Fungsi tersebut berupa kategori sintaksis yang memiliki peran-peran sintaksis. Kakak memiliki peran pelaku (agentif), melirik memiliki peran aktif, adik memiliki peran sasaran dan kata tadi pagi memiliki peran waktu.

Susunan fungsi sintaksis tidak harus berurutan SPOK, karena keempat fungsi tersebut tidak harus selalu ada dalam setiap struktur sintaksis.

Peran-peran yang ada dalam setiap struktur sintaksis berkaitan dengan unsur gramatikal yang dimiliki setiap sintaksis. Makna gramatikal unsur-unsur leksikal yang mengisi fungsi sintaksis sangat bergantung pada tipe atau jenis kategori kata yang mengisi fungsi predikat dalam sintaksis tersebut.


Alat Sintaksis

1. Bentuk Kata

Derajat bentuk kata dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Latin tidak sama. Dalam Bahasa Latin bentuk kata berperan mutlak sedangkan dalam Bahasa Indonesia tidak.

Dalam bahasa latin urutan kata hampir tidak memiliki peran. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia memiliki peranan penting.

Contoh :

  • (i) Kakak menyapu lantai
  • (ii) Kakak disapu lantai
  • (iii) Kakak tersapu (oleh) lantai

2. Konektor

Biasanya, konektor berupa morfem atau gabungan morfem yang secara kuantitas merupakan kelas yang tertutup. Konektor berfungsi untuk menghubungkan satu konstituen dengan konstituen lain baik yang berada dalam maupun diluar kalimat.

Ada 2 jenis konektor diantaranya yaitu :

  • Konektor Koordinatif yaitu salah satu jenis konektor yang menghubungkan dua konstituen yang sama kedudukannya atau sederajat. Contoh : dan, atau, tetapi.
  • Konektor Subordinatif ialah suatu konektor yang menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya tidak sederejat. Contoh : kalau, meskipun dan karena.

3. Intonasi

Perbedaan modus kalimat Bahasa Indonesia ditentukan oleh intonasi daripada komponen segmentalnya. Batas antara subek dan predikat dalan Bahasa Indonesia ditandai dengan intonasi berupa nada naik dan tekanan.

Contoh Kalimat : “Musang makan ayam mati.”

  • (i) Musang/ makan ayam mati
  • (ii) Musang makan ayam? Mati
  • (iii) MUsang/ makan// ayam/ mati

Keterangan :

  • / : batas subjek predikat
  • // : batas klausa

4. Urutan Kata

Urutan kata adalah letak kata atau posisi kata yang satu dengan yang lain dalam suatu kontruksi sintaksis. Dalam Bahasa Indonesia urutan kata sangat penting. Perbedaan urutan kata menimbulkan perbedaan makna.

Contohnya kontruksi tiga jam memiliki makna yang tidak sama dengan kontruksi urutan tiga jam. Namun ada bagian lain dari kalimat Bahasa Indonesia yang tidak bias dipindahkan tempatnya tanpa mengubah makna gramatikal kalimat tersebut.

Contoh :

  • (i) Tadi pagi Ibu menyapu Halaman
  • (ii) Ibu menyapu Halaman tadi pagi

Fungsi Sintaksis

  • Hubungan antara unsur-unsur bahasa dilihat dari sudut pandang penyajiannya itu didalam ujaran atau klausa.
  • Memegang peran paling dominan di dalam teori tata bahasa dependensi yang menguraikan tiap-tiap dari unsur kalimat itu menjadi fungsi sintaksis spesifik.

Satuan Sintaksis

1. Kata

Kata ialah sebuah satuan terkecil dalam sintaksis. Kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis, penanda kategori sintaksis dan penyatuan satuan atau bagian dari satuan sintaksis.


2. Frase

Frase yaitu suatu satuan gramatikal berupa gabungan kata yang bersifat non-predikatif atau gabungan kata yang salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat.

Contohnya yakni tanah tinggi, belum makan, kamar tidur dan lain sebagainya. Karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis, maka salah satu unsur frase bida di pindahkan sendirian.


3. Klausa

Klausa yakni salah satu jenis satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruktif predikatif. Klausa berpotensi menjadi kalimat tunggal karena didalamnya sudah ada fungsi sintaksis wajib yaitu, subjek dan predikat. Selain itu, klausa juga berpotensi untuk menjadi kalimat mayor.

Contoh : Ayah membaca koran tadi pagi.


4. Kalimat

Kalimat merupakan satu dari satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila diperlikan, serta disertai dengan intonasi final.


5. Wacana

Wacana adalah salah satu satuan dari bahasa yang lengkap sehingga dalam hirarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.


Objek dan Ruang Lingkup Kajian Sintaksis

Objek kajian sintaksis merupakan struktur internal kalimat. Dalam sintaksis dikaji struktur frase, klausa, dan kalimat. Frase merupakan objek kajian sintaksis yang terkecil dan kalimat merupakan objek kajian sintaksis yang terbesar. Berkaitan dengan frase dikaji struktur frase, unsur pembentuk frase.

Relasi antara unsur frase, proses pembentukan frase dan jenis frase. Berkaitan dengan klausa mengkaji struktur klausa, unsur pembentuk klausa, relasi antar klausa, proses pembentukan klausa dan jenis klausa. Berkaitan dengan kalimat mengkaji struktur kalimat, unsur pembentuk kalimat, relasi antar unsur kalimat dan jenis kalimat.


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Sintaksis : Pengertian, Fungsi, Alat, Struktur, Satuan, Objek & Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :

/* */