Topologi Star

√ Topologi Star : Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

SeputarIlmu.Com – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Topologi Star.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Topologi Star? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Topologi Star : Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap


Pengertian Topologi Star

Topologi Star atau topologi bintang merupakan salah satu metode atau cara untuk menghubungkan dua atau lebih komputer dengan jaringan yang berbentuk bintang (star), dimana topologi jaringan berupa kovergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna, sehingga semua node atau titik terkoneksi dengan node tengah tersebut.


Fungsi Topologi Star

  • Sebagai penghubung antar komputer satu dengan komputer lainnya didalam jaringan komputer, baik komputer tersebut sebagai server ataupun sebagai client.
  • Untuk menyambungkan perangkat keras komponen jaringan lainnya, seperti router, acces point, modem dan lainnya.

Karakteristik Topologi Star

  • Setiap Node berkomunikasi secara langsung dengan central node. Traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  • Muda di kembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsug terhubung ke central node.
  • Jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa menggangu jaringan lain.
  • Dapat di gunakan Kabel Lower karena hanya meng-handle satu trafik node dan biasannya mengunakan kabel UTP.

Kelebihan Topologi Star

  • Dengan menggunakan tipe topologi ini maka bisa digunakan untuk banyak perangkat komputer. Misalnya dalam satu ruangan terdapat 30 komputer, maka penerapan topologi ini masih cukup mampu untuk menghandle semuanya. Dibandingkan topologi bus yang hanya mampu menangani tidak lebih dari 10 perangkat.
  • Jika terjadi kerusakan, maka maintainence akan lebih mudah dilakukan. Anda hanya perlu melihat kondisi kabel-kabel, hub atau switch atau langsung dari kondisi server. Biasanya eror dialami dari komputer pusat sehingga tidak perlu mengecek perangkat komputer lain yang terhubung.
  • Mengacu pada pengertian topologi star dimana jaringan terbentuk secara konvergensi, maka jika terdapat komputer client yang eror maka tidak akan mempengaruhi client yang lain. Perbaikan bisa dilakukan langsung dari kabel yang terhubung dari komputer client yang rusak.
  • Kecepatan jaringan yang dihasilkan sama besar antara masing-masing komputer client dengan server pusat.
  • Dalam pengaplikasiannya bisa menggunakan beberapa tipe kabel yang berbeda, misalnya jika komputer client tertentu membutuhkan jenis kabel yang berbeda, Ditambah lagi, topologi star ini kompatibel dengan berbagai jenis kabel.
  • Jika ingin menambah komputer client, maka tidak perlu instalasi ulang untuk semua komputer yang terhubung. Anda bisa secara langsung menambahkan jaringan client baru dan dihubungkan dengan server pusat.

Kekurangan Topologi Star

  • Dari pengertian topologi star dijelaskan bahwa tipe jaringan ini bisa digunakan untuk banyak perangkat komputer client, sehingga dalam penerapannya akan membutuhkan banyak kabel.
  • Jika terjadi kerusakan pada server pusat atau switch/ hub, maka semua komputer client akan mengalami gangguan.
  • Semakin banyak perangkat yang terhubung, maka semakin lamban proses transfer datanya. Hal ini karena lalu lintas data yang padat dapat menurunkan kecepatan transfer.
  • Dengan banyaknya komponen yang digunakan, maka dalam penerapannya membutuhkan biaya pembangunan yang relatif mahal.
  • Ini karena semakin banyak komputer client maka kabel yang dibutuhkan akan semakin banyak.

Cara Kerja Topologi Star

  • Hub yang telah terhubung ke server penyedia paket data harus siap menjadi pusat jaringan komputer.
  • Kemudian, pasang kabel di port hub atau sakelar yang digunakan sebagai pusatnya.
  • Jika setiap kabel sudah dipasang, sambungkan kabel ke komputer yang digunakan sebagai klien atau pengguna.
  • Dengan demikian, setiap pengguna atau klien akan mendapatkan data yang sama dengan yang dimiliki server sebagai pusat dan juga sumber paket data.
  • Jika memutuskan untuk menggunakan topologi star untuk membuat jaringan komputer, maka harus membuat setiap komputer yang digunakan sebagai pengguna ddilengkapi dengan kabel. Dapat dikatakan, jika memiliki 50 unit komputer klien atau pengguna, diperlukan 50 unit kabel sehingga jaringan topologi star dapat bekerja dengan baik dan optimal di setiap komputer pengguna.
  • Saat mengirimkan data antar perangkat maka data tersebut akan melewati hub atau swtich terlebih dahulu untuk diteruskan kepada perangkat yang dituju.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Topologi Star : Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangannya Lengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel Lainnya Disini :

/* */