Pencemaran Tanah

√ Pencemaran Tanah : Pengertian, Penyebab, Dampak, Ciri, Contoh & Cara Mengatasinya Terlengkap

SeputarIlmu.Com Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Pencemaran Tanah.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Pencemaran Tanah? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.


√ Pencemaran Tanah : Pengertian, Penyebab, Dampak, Ciri, Contoh & Cara Mengatasinya Terlengkap


Pengertian Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan salah satu keadaan dimana adanya berbagai bahan substansi kimia yang masuk ke dalam lapisan tanah sehingga mengubah struktur dan lingkungan di dalam tanah.

 


Penyebab Pencemaran Tanah


1. Limbah Cair

Limbah cair menjadi salah satu faktor terbesar penyebab terjadinya pencemaran tanah.

Biasanya limbah cair dihasilkan dari pembuangan industri dan pabrik, berupa bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari tanah.

Limbah cair mudah meresap ke dalam tanah dan merusak kandungannya dari dalam.


2. Limbah Padat

Selain limbah cair, limbah padat juga dapat mencemari tanah. Jenis limbah padat banyak berasal dari buangan industri, bisa juga berupa lumpur atau material yang tidak terpakai.

Limbah padat yang sudah tidak terpakai juga memiliki kandungan yang berbahaya bagi tanah.


3. Limbah Organik

Pengertian limbah organik adalah jenis limbah yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme dalam tanah sehingga tidak terlalu berbahaya.

Meski begitu limbah ini tetap dapat mencemari tanah. Contoh limbah organik misalnya oli, cat, sampah tumbuhan dan sebagainya.


4. Limbah Anorganik

Berbeda dengan limbah organik, limbah anorganik adalah jenis limbah yang tidak dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme di dalam tanah.

Contoh limbah anorganik adalah botol minuman, plastik, kaleng bekas dan sebagainya. Limbah anorganik juga dapat membuat tanah menjadi tercemar.


5. Limbah Industri

Pada dasarnya sebagian besar limbah berasal dari limbah industri. Limbah industri bisa terdiri dari limbah cair atau padat serta limbah organik atau anorganik seperti yang sudah dibahas di atas.

Limbah industri pun berasal dari berbagai sektor dari mulai pabrik, perusahaan, restoran, perhotelan, pariwisata, pemerintahan dan sebagainya.


6. Limbah Pertanian

Limbah pertanian merupakan limbah yang dihasilkan dari sektor pertanian. Misalnya saja limbah hasil penggunaan pupuk atau pestisida.

Limbah pertanian memiliki andil besar terjadinya pencemaran tanah di sekitar sawah, termasuk rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman yang tidak optimal lagi.


7. Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga merupakan jenis limbah yang ada di sekitar kita, yakni yang dihasilkan dari rumah-rumah.

Yang termasuk limbah rumah tangga adalah sampah-sampah hasil kehidupan sehari-hari manusia. Limbah ini dapat menyebabkan pencemaran tanah dan juga pencemaran air.


8. Bencana Alam

Terjadinya bencana alam juga bisa menjadi faktor penyebab pencemaran tanah, baik itu bencana gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor ataupun gunung meletus.

Tanah akan menjadi tercemar karena struktur tanah sudah tercampur dengan zat-zat lainnya.


9. Kebakaran Hutan

Kebarakan hutan juga bisa menyebabkan pencemaran tanah. Hutan yang telah terbakar biasanya sulit untuk ditanami kembali karena kandungan zat-zat penting yang dalam tanah telah mati dan rusak oleh api. Selain itu, kebakaran hutan juga bisa menyebabkan pencemaran udara.

 


Dampak Pencemaran Tanah

  • Menurunnya tingkat kesuburan tanah akibat buangan sampah plastik, pecahan kaca, logam, dan karet sulit diuraikan oleh organisme dekomposer dalam tanah.
  • Matinya organisme pengurai tanah akibat pembuangan limbah deterjen dan residu pestisida dalam tanah.
  • Menurunnya produktivitas tanah karena terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah.
  • Perubahan pH tanah akibat adanya deposit senyawa asam yang berasal dari hujan asam. Adapun perubahan keasaman tanah ini akan berpengaruh buruk terhadap penyerapan hara dari tanah oleh tanaman.

 


Ciri – Ciri Pencemaran Tanah

  • Kesuburan tanah hilang.
  • Baunya tak sedap cenderung berbau busuk.
  • Tekstur tanah menjadi kering.
  • Adanya kandungan logam berat dalam tanah.
  • Terdapatnya kandungan sampah anorganik di dalam tanah.

 


Contoh Pencemaran Tanah

  • Bio-Polutan – Berasal dari hasil ekskresi manusia dan hewan.
  • Polutan Radioaktif – Berasal dari aktifitas manusia seperti nitrogen, uranium, thorium dan sebagainya.
  • Limbah Urban – Berasal dari rumah tangga dan perkotaan seperti plastik, limbah domestik dan materi buangan lain.
  • Limbah Pertanian dan Perkebunan – Misalnya seperti pestisida, pupuk kimia, zat kapur, kompos dan sebagainya.
  • Limbah Buangan Industri – Misalnya seperti logam timbal, merkuri, arsenik, nikel dan sebagainya.

 


Cara Mengatasi Pencemaran Tanah


1. Menumbuhkan dan Mengembangkan Kesadaran Masyarakat

Hal pertama yang sangat sulit dalam penanggulangan ini adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya menghindari pencemaran tanah.

Padahal, faktanya penjagaan tanah tidak bisa di lakukan sendiri. Harus dengan kerjasama yang baik oleh berbagai pihak. Karena itulah menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat luas dalam hal ini sangat di perlukan.


2. Melakukan Sistem 3R (Reduce, Rause dan Recycle)

Sistem 3R ini tentu saja sudah banyak Anda dengar. Untuk kepanjangannya tidak lain adalah reduce, rause dan recycle.

Dalam sistem ini, sebaiknya sampah yang masih memiliki kondisi baik dan bisa di olah tidak di buang terlebih dahulu. Dengan kata lain, di lakukan daur ulang untuk mengurangi pencemaran tanah.


3. Program Reboisasi atau Penanaman Kembali

Pencemaran tanah tidak hanya bisa mengakibatkan pencemaran udara. Dalam hal ini bisa jadi di sebabkan juga olehnya.

Untuk mentantisipasi hal ini melakukan reboisasi atau penanaman kembali menjadi salah satu aspek penting untuk di perhatikan. Selain itu, reboisasi juga bisa membantu kesuburan tanah kembali terjaga.


4. Remidiasi Tanah

Jika reboisasi adalah penanaman pohon kembali, maka remidiasi ini bermaksud untuk pembersihan kembali. Jadi, bagian tanah yang telah tercemari dengan berbagai sebab, akan di bersihkan sehingga bisa kembali subur.

Tentu saja hasilnya tidak bisa 100 %. Akan tetapi paling tidak ini sudah sangat bermanfaat untuk kondisi tanah dari pada sebelumnya.


5. Bioremidiasi

Masih memiliki maksud yang sama dengan remidiasi, bioremidiasi ini juga merupakan penjernihan atau pembersihan tanah kembali. Akan tetapi dalam bioremidiasi, yang di gunakan adalah bakteri dan jamur.

Jadi, pembersihan dalam bioremidiasi ini memanfaatkan bakteri dan jamur yang mampu merombak berbagai zat yang terkandung dan mencemari tanah.


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Pencemaran Tanah : Pengertian, Penyebab, Dampak, Ciri, Contoh & Cara Mengatasinya Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel :

/* */