Pengertian Bank, Jenis-jenis, dan Fungsi-Fungsi Bank di Indonesia

Diposting pada
Pengertian Bank, Jenis-jenis, dan Fungsi-Fungsi Bank di Indonesia – Bank berperan dalam mendukung dan menggerakkan perekonomian suatu negara. Lembaga ini melaksanakan kegiatan usaha berupa menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk Kredit. Seperti Perusahaan jasa lainnya. 

Pengertian Bank

Secara Umum, bank diartikan sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman uang. Peran ini melekat pada bank sebagai perwujudan dari kegiatan usahanya dibidang keuangan. Menurut undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan nya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Jenis-Jenis Bank di Indonesia

1. Bank Sentral
Bank sentral di indonesia adalah Bank Indonesia (BI). BI merupakan lembaga independen sejak diberlakukan nya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia pada tanggal 17 Mei 1999 dan sebagaimana diubah  dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2009. BI memiliki kedudukan sebagai lembaga negara yang independen dan bebas campur tangan dari pemerintah dan pihak lain, kecuali untuk hal-hal diatur Undang-Undang. BI memiliki otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan tugas dan wewenang nya sebagaimana diatur Undang-Undang, kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan lembaga tinggi negara. Bank Indonesia selaku bank sentral memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini akan dicapai melalui pelaksanan kebijakan moneter secar berkelanjutan, konsisten, transparan, dan mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah dibidang ekonomi. Untuk mencapai tujuan nya, Bank Indoenesia didukung 3 pilar yang merupakan bidang tugas nya sebagai berikut :
  • Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
  • Mengtur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran
  • Mengatur dan Mengawas Bank di Indonesia
2. Bank Umum
Bank Umum termasuk salah satu jenis bank yang terdapat dalam perekonomian Indonesia. Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvesional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank umum juga disebut bank komersial karena kegiatan usahanya bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya. Seperti perusahaan lainnya, bank umum dapat didirikan oleh warga negara Indonesia (WNI), badan hukum Indonesia, ataupun kemitraan dengan warga negara asing dan badan hukum asing. Ditinjau dari segi kepemilikan, bank umum terdiri atas bank milik pemerintah, swasta nasional, swasta asing, dan campuran (swasta dan nasional). Bentuk badan usaha bank umum dapat berupa perseroan, koperasi, atau perusahaan daerah.  
Fungsi-Fungsi Bank Umum
  • Menghimpun dan simpanan dari masyarakat
  • Menyalurkan pinjaman atau kredit kepada masyarakat.
  • Menerbitkan uang giral melalui mekanisme kliring.
  • Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran.
  • Mendukung kelancaran transaksi internasional
  • Menyediakan layanan penyimpanan barang berharga.
  • Memberikan jasa-jasa lainnya.
3. Bank Syariah 
Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenis nya terdiri atas bank umum syariah dan bank pembiayaan rakyat syariah. Bank umum syariah adalah bank syariah yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank pembiayaan rakyat syariah adalah bank syariah yang kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.  Tujuan perbankan syariah adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan ke sejahteraan rakyat. Prinsip-Prinsip bank syariah sebagai berikut :
  • Prinsip Mudharabah, yaitu perjanjian antara dua pihak, pihak pertama sebagai pemilik dana, dan pihak kedua sebagai pengelola dana dengan menyepakati nisbah bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh.
  • Prinsip Musyarakah, yaitu perjanjian antar pihak untuk menyertakan modal dalam kegiatan ekonomi dengan pembagian laba atau rugi sesuai kesepakatan nisbah.
  • Prinsip Wadiah, berdasarkan prinsip wadiah, pihak pertama menitipkan dan atau benda kepda pihak kedua selaku penerima titipan.
  • Prinsip Murabahah, yaitu aka jual beli antara dua pihak yang saling sepakat atas harga jual suatu barang.
  • Prinsip Ijarah, yaitu kegiatan persewaan suatu barang dengan imbalan pendapatan sewa.
  • Prinsip Kebajikan, yaitu penerimaan dana penyaluran dana kebajikan dalam bentuk zakat, infak, sedekah dan lainnya serta penyaluran alwardul hasan.
Fungsi-Fungsi Bank Syariah
  • Memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan jasa perbankan berdasarkan prinsip syariah
  • Mendorong pergerakan dana masyarakat yang belum terserap dalam sektor perbankan.
  • Meningkatkan ketahanan sistem perbankan di Indonesia
  • Menyediakan sarana bagi investor untuk melakukan pembiayaan dan transaksi keuangan sesuai prinsip syariah.
  • Memberdayakan masyarakat melalui sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
4. Bank Perkreditan Rakyat
Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan. Bank perkereditan rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvesional atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatan nya tidak memberikan jaa dalam lalu lintas pembayaran. Bank perkreditan rakyat merupakan salah satu jenis bank yang dikenal melayani sektor usaha mikro kecil, dan menengah.
Fungsi Bank Perkreditan Rakyat
  • menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lain yang dipersamakan.
  • Menyalurkan kredit dalam bentuk kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi.
  • Menyediakan layanan pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.
  • Menerima simpanan dalam bentuk giro
  • Melakukan kegiatan usaha alam valuta asing.
  • Melakukan usaha perasuransian.
  • Melakukan usaha lain diluar kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam usaha BPR. 
Itulah ulasan tentang  Pengertian Bank, Jenis-jenis, dan Fungsi-Fungsi Bank di Indonesia, semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.


Baca Juga :  Pengertian, Fungsi Lembaga Keluarga, dan Tahap-Tahap Perkembangan Keluarga