Pengertian, dan Struktur Lapisan Matahari Beserta 8 Manfaat Matahari Menurut Para Ahli Terlengkap

Diposting pada
Pengertian, dan Struktur Lapisan Matahari Beserta 8 Manfaat Matahari Menurut Para Ahli Terlengkap– Matahari merupakan pusat dalam tatasurya karena sebagai pusat peredaran dan sebagai sumber tenaga di lingkungan tata surya. adanya kehidupan dibumi karena mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Oleh karena itu matahari juga sebagai sumber energi dikehiupan dibumi .Sinar matahari sendiri mempunyai peran dan manfaat yang begitu penting bagi kelangsungan hidup manusia di bumi 

Pengertian Matahari

Pada dasarnya matahari ialah salah satu bintang yang berada di tata surya dan pusatnya tata surya. Matahari termasuk bintang dikarenakan dapat menghasilkan suatu energi cahaya sendiri. Cahaya matahari dibandingkan dengan bintang yang lain terasa lebih cemerlang. Hal ini lah yang menyebabkan ada waktu siang hari kita tidak dapat melihat bintang selain matahari.

Matahari ialah sebuah bintang yang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 km (93.026.724 mil). Matahari membentuk bola yang berpijar dengan senyawa penyusun utamanya berupa gas hidrogen (74%) dan helium (25%) terionisasi. Senyawa penyusun lainnya ialah terdiri dari besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium. Matahari mempunyai diameter 1,391,980 km dengan suhu permukaan 5.500°C dan suhu inti 15 juta °C. Cahaya Matahari berasal dari suatu hasil reaksi fusi hidrogen menjadi helium. Matahari dan kedelapan buah planet membentuk suatu Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G.
Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalahialah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi ini dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai suatu pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari suatu ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh suatu ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.


Baca Juga :  Pengertian, Jenis-Jenis, dan Dampak-Dampak Sedimentasi

Strukur Lapisan Matahari

1. Inti Matahari
Inti ialah suatu area terdalam dari Matahari yang mempunyai suhu sekitar 15 juta oC. Yang berdasarkan perbandingan diameter, bagian inti ini berukuran seperempat jarak dari suatu pusat ke permukaan dan 1/64 total volume Matahari. Kepadatannya ialah sekitar 150 g/cm3. Suhu dan tekanan yang sedemikian tingginya memungkinkan akan adanya pemecahan atom-atom menjadi elektron, proton, dan neutron.
Sementara itu, energi panas di dalam inti ini menyebabkan pergerakan elektron dan proton yang sangat cepat dan bertabrakan satu dengan yang lain yang menyebabkan reaksi fusi nuklir. Inti Matahari ialah tempat berlangsungnya suatu reaksi fusi nuklir helium menjadi hidrogen. Energi hasil reaksi termonuklir di inti berupa sinar gamma dan neutrino memberi tenaga sangat besar yang sekaligus menghasilkan semua energi panas dan cahaya yang diterima di Bumi. Energi ini dibawa keluar dari Matahari melalui suatu radiasi.
 
2. Zona Radiatif
Zona radiatif ialah suatu daerah yang menyelubungi suatu inti Matahari. Energi dari inti dalam bentuk dari radiasi berkumpul di daerah ini sebelum diteruskan ke bagian Matahari yang lebih luar. Kepadatan zona radiatif ini ialah sekitar 20 g/cm3 dengan suhu dari bagian dalam ke luarnya antara 7 juta hingga 2 juta derajat Celcius. Suhu dan densitas zona radiatif ini masih cukup tinggi, namun tidak memungkinkan terjadinya suatu reaksi fusi nuklir.
3. Zona konvektif
Zona konvektif ialah suatu lapisan di mana suhu mulai menurun. Suhu zona konvektif ini ialah sekitar 2 juta0C. Energi dari inti Matahari ini membutuhkan waktu 170.000 tahun untuk mencapai suatu zona konvektif. Pada saat berada di zona konvektif, pergerakan atom akan terjadi secara konveksi di area sepanjang beberapa ratus kilometer yang tersusun oleh sel-sel gas raksasa yang terus bersirkulasi.
 
4. Fotosfer
Fotosfer atau permukaan Matahari ini meliputi suatu wilayah setebal 500 kilometer dengan suhu sekitar 5.500 derajat Celcius (10.000 derajat Fahrenheit). Sebagian besar suatu radiasi Matahari yang dilepaskan keluar yang berasal dari suatu fotosfer.  Energi fotosfer  diobservasi sebagai suatu sinar Matahari di Bumi, 8 menit setelah meninggalkan Matahari.
 
5. Kromosfer
Kromosfer ialah suatu lapisan gas di atas fotoser yang tebalnya sekitar l6.000 km. Oleh sebab itu, kromosfer juga sering disebut dengan lapisan atmosfer matahari. suhu kromosfer ini diperkirakan sekitar 4.000 oC. Makin ke atas. suhu kromosfer ini akan semakin tinggi. Pada lapisan yang paling atas, suhu kromosfer ini diperkirakan mencapai 10.000 0C. Pada warna dari kromosfer ini biasanya tidak terlihat dikarenakan tertutup oleh cahaya yang begitu terang yang dihasilkan oleh fotosfer. Kromosfer ini hanya bisa dilihat pada saat terjadi gerhana matahari total. Pada saat itulah  Kromosfer tampak seperti gelang atau cincin yang berwarna merah.
 
6. Korona
Korona ialah suatu lapisan terluar dari Matahari. Lapisan yang satu ini berwarna putih, namun hanya bisa dilihat saat terjadinya gerhana karena saat cahaya yang disinarkan tidak sekuat bagian Matahari yang lebih dalam. Pada saat gerhana total terjadi, korona ini terlihat membentuk mahkota cahaya berwarna putih di sekeliling Matahari. Lapisan korona ini memilikimempunyai suhu yang lebih tinggi dari pada bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat Fahrenheit, namun di beberapa bagian dapat mencapai suhu 5 juta derajat Fahrenheit.
 
7. Bintik matahari
Bintik Matahari ialah suatu granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer Matahari dengan jumlahnya yang tak terhitung. Bintik Matahari ini tercipta saat garis medan magnet Matahari menembus suatu bagian fotosfer. Ukuran bintik Matahari ini bisa lebih besar daripada Bumi. Bintik Matahari mempunyai daerah yang gelap yang bernama umbra, yang dikelilingi oleh suatu daerah yang lebih terang disebut penumbra.
Warna bintik Matahari ini terlihat lebih gelap dikarenakan suhunya yang jauh lebih rendah dari fotosfer. Suhu di daerah umbra ini ialah sekitar 2.200 °C sedangkan pada didaerah penumbra ialah sekitar 3.500 °C.
 
8. Lidah api (prominensa)
Prominensa ialah salah satu ciri khas Matahari, yang berupa bagian Matahari yang menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta seringkali membentuk loop putaran.
Prominensa ini berisi materi dengan massa mencapai 100 miliar kg. Prominensa ini terjadi karena di lapisan fotosfer Matahari dan bergerak keluar menuju sebuah korona Matahari. Plasma prominensa ini bergerak di sepanjang medan magnet Matahari. Pergerakan semburan korona tersebut terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi, yaitu antara 20 ribu m/s hingga 3,2 juta km/s. Pergerakan ini juga yang menyebabkan peningkatan suhu hingga puluhan juta derajat dalam waktu singkat. 

Baca Juga :  Pengertian dan 6 Dampak Rotasi Bumi Secara Lengkap

Manfaat Matahari Bagi Kehidupan Manusia

  • Untuk membantu suatu proses pengeringan
  • Matahari sebagai pusat pengatur tata surya
  • Untuk membantu kita pada saat beristirahat dengan lebih baik
  • Untuk sebagai analgesik atau pereda rasa sakit
  • Untuk membantu dalam membakar suatu lemak 
  • Untuk membantu dalam mengatur masa hidup manusia
  • Sebagai sumber Energi Paling Besar
  • Matahari Juga sebagai Sumber Energi Untuk Tumbuhan


Didalam kehiudpan manusia matahari mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karen matahari sebagai sumber energi utama dalam kehiupana manusia. Itulah ulasan tentang Pengertian, dan Struktur Lapisan Matahari Beserta 8 Manfaat Matahari Menurut Para Ahli Terlengkap. Semoga apa yang dijelaskan diatas bermanfaat bagi pembaca setia. Sekian dan terimakasih.

Baca juga :
Pengertian dan 6 Dampak Rotasi Bumi Secara Lengkap