Pengertian, Jenis, Ciri, Unsur, dan 4 Fungsi Seni Teater (Drama) Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap

Diposting pada
Pengertian, Jenis, Ciri, Unsur, dan Fungsi Seni Teater (Drama) Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap – Didalam sebuah sekolah pasti mempunyai ekstrakulikuler atau yang disebut Eksul. Salah satu nya yaitu seni teater (drama). Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang Seni teater (drama). Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut.


Pengertian Seni Teater (Drama)

Kata drama berasal dari kata Yunani, draomai yang artinya berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi kata drama bisa diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan. Seraca umum, pengertian drama ialah suatu karya sastra yang ditulis dalam suatu bentuk dialog dengan maksud untuk dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama ini dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama yang berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung. 

pengertian drama secara umum ialah sebuah cerita yang diperagakan di panggung yang berdasarkan naskah. Pada umumnya, drama memiliki dua arti, yaitu drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit. Dalam arti luas, pengertian drama ialah semua bentuk sebuah tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukkan di depan semua orang banyak. Dalam arti sempit, pengertian drama ialah suatu kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung.


Pengertian Seni Teater (Drama) Menurut Para Ahli

1. Moulton
Menurut Moulton menyatakan bahwa Drama ialah suatu kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk suatu gerakan (life presented in action).
 
2. Balthazar Vallhagen
Menurut Balthazar Vallhagen menyatakan bahwa Drama ialah suatu kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan suatu gerakan.
 
3. Ferdinand Brunetierre
Menurut Ferdinand Bruneterre menyatakan bahwa drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan suatu action atau gerak.
 
4. Budianta, dkk (2002)
Menurut Budianta menyatakan bahwa Drama ialah suatu genre sastra yang dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya suatu percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.
 
5. Tim Matrix Media Literata
Menurut TMML menyatakan bahwa Drama ialah suatu bentuk kisahan yang menggambarkan suatu kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan.
 
6. Seni Handayani & Wildan
Menurut Seni Handayani & Wildan Drama ialah suatu bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yaitu seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.
 
7. Anne Civardi
Menurut Anne Civardi menyatakan bahwa Drama ialah suatu kisah yang diceritakan lewat sebuah kata-kata dan gerakan.

Jenis-Jenis Seni Teater (Drama)

1. Teater Boneka
Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa  peninggalannya ditemukan di sebuah makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan sebuah legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius (keagamaan). Berbagai jenis boneka yang dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara pada boneka tongkat  digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan sebuah kayu silang tempat tali boneka diikatkan. contoh teater boneka yang cukup populer ialah sebuah pertujukan wayang kulit.

2. Drama Musikal
Drama musikal ialah suatu pertunjukan teater yang menggabungkan seni tari, musik, dan seni peran. Drama musikal lebih sering mengedepankan tiga unsur tersebut dibandingkan dengan dialog para pemainnya. Kualitas pemainnya tidak hanya dinilai pada suatu penghayatan karakter melalui untaian kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui suatu keharmonisan lagu dan gerak tari. Disebut dengan drama musikal karena dalam suatu pertunjukannya yang menjadi latar belakangnya ialah sebuah kombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas. Drama musikal yang cukup tersohor ialah drama kabaret dan opera. Perbedaan keduanya terletak pada sebuah jenis musik yang digunakan. Dalam opera, dialog para tokoh dinyanyikan dengan sebuah iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Sedangkan dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu yang dinyanyikan bebas dan biasa saja.

3. Teater Dramatik
Istilah dramatik digunakan untuk menyebut sebuah pertunjukan teater yang berdasarkan pada sebuah dramatika lakon yang dipentaskan. Dalam teater dramatik, perubahan dalam suatu karakter secara psikologis sangat diperhatikan. Situasi cerita dan latar belakang kejadian dibuat dengan sedetil mungkin. Rangkaian dari sebuah cerita dalam sebuah teater dramatik mengikuti suatu alur plot dengan ketat. Fokus dalam pertunjukan teater dramatik ialah menarik minat dan rasa penonton terhadap sebuah situasi cerita yang disajikan. Dalam sebuah teater dramatik, laku dalam aksi pemain sangat ditonjolkan. Satu peristiwa yang berkaitan dengan peristiwa lain sehingga membentuk secara keseluruhan cerita. Karakter yang disajikan di atas pentas ialah sebuah karakter tanpa improvisatoris. Teater dramatik mencoba untuk mementaskan sebuah cerita seperti halnya realita.

4. Teatrikalisasi Puisi
Teatrikalisasi puisi ialah suatu pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan dari karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan, dalam sebuah teatrikal puisi dicoba untuk diperankan di atas pentas. Karena bahan dasarnya ialah puisi maka teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan sebuah estetika puitik di atas pentas. Gaya akting para pemain biasanya bersifat teatrikal. Pada Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna sebuah puisi yang dimaksud.
 

Teatrikalisasi puisi memberikan suatu kesempatan bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam menerjemahkan sebuah makna puisi ke dalam tampilan lakon dan suatu tata artistik di atas pentas.

5. Teater Gerak 
Teater gerak ialah suatu pertunjukan teater dengan unsur utamanya ialah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pementasannya, penggunaan dialog sangat minimal atau bahkan dihilangkan seperti dalam sebuah pertunjukan pantomim klasik. Seiring perkembangannya, pemain teater bisa bebas bergerak mengikuti suasana hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk menarik minat penikmat. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah sebuah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.
ialah pantomim. Sebagai suatu pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan suatu sebuah ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak. 

Ciri-Ciri Seni Teater (Drama)

  • Pada seluruh cerita berbentuk dialog, baik pada tokoh maupun narator. semua ucapan ditulis dalam sebuah teks.
  • Semua dialog tidak menggunakan sebuah tanda petik (“…”). Dialog drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh sebab itu, naskah drama tidak memakai sebuah tanda petik.
  • Naskah drama dilengkapi sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan tokoh pemerannya. Petunjuk ditulis dalam tanda kurung (…) atau dengan memberikan suatu jenis huruf yang berbeda dengan huruf dialog.
  • Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.

Unsur-Unsur Drama

  • Tema ialah suatu ide pokok atau sebuah gagasan utama dalam sebuah cerita drama.
  • Alur ialah jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama dimulai pada babak pertama sampai dengan babak terakhir.
  • Tokoh drama terdiri atas tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama disebut dengan primadona sedangkan pada peran pembantu disebut dengan figuran.
  • Watak ialah suatu perilaku yang diperankan oleh si tokoh drama tersebut. Watak protagonis ialah salah satu jenis watak dan protagonis ialah berwatak baik. Sedangkan watak antagonis ialah pemeran berwatak yang jahat.
  • Latar ialah suatu gambaran tempat, waktu, serta situasi yang terjadi dalam suatu kisah drama yang berlangsung.
  • Amanat drama ialah sebuah pesan yang disampaikan dari pengarang cerita drama tersebut kepada penonton. Amanat drama bisa disampaikan dengan melalui peran para tokoh drama tersebut.

Fungsi Seni Teater (Drama)

1. Teater sebagai Sarana Upacara
Pada awal munculnya, teater hadir sebagai sebuah sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan pada upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater  yang mempunyai fungsi  untuk  kepentingan  sebuah upacara  tidak  membutuhkan  penonton karena penontonnya ialah bagian dari peserta upacara itu sendiri.
Di Indonesia seni teater yang dijadikan sebagai sebuah sarana upacara dikenal dengan suatu istilah teater  tradisional.

Baca Juga :  Pengertian, dan Jenis-Jenis Seni Sastra Beserta 3 Fungsinya Menurut Para Ahli Secara Lengkap

2. Teater sebagai Media Ekspresi
Teater ialah salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada laku dan dialog. Berbeda dengan suatu seni musik yang mengedepankan suatu aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama. Dalam praktiknya, Seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

3. Teater sebagai Media Hiburan

Dalam perannya sebagai sebuah sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu harus dengan suatu persiapkan dengan usaha yang maksimal.  Sehingga harapannya penonton akan terhibur  dengan suatu pertunjukan yang digelar.

4. Teater sebagai Media Pendidikan
Teater ialah sebuah seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis. Jika suatu teater dipentaskan  diharapkan dengan sebuah pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton. Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan dengan hanya membaca lewat sebuah cerita.



Seni teater (drama) merupakan salah satu jenis seni yang harus dilesetarikan dan dijaga agar tetap selalu eksis walaupun dizaman modernisasi. 

Baca Juga :  Pengertian, Jenis, Fungsi, dan 8 Unsur Seni Rupa Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap